http://www.suarapembaruan.com/nasional/hidup-susah-ibu-dan-balitanya-bunuh-diri-terjun-dari-jembatan/21997


Hidup Susah, Ibu dan Balitanya Bunuh Diri Terjun dari Jembatan
Rabu, 4 Juli 2012 | 12:32



[BOGOR] Seorang ibu dan anak nekad menghabisi nyawanya dengan cara bunuh diri 
melompat dari Jembatan Pulo Empang, yang terletak di Kelurahan Paledang, 
Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu.

"Mereka ini tuna wisma, anaknya melaporkan ibunya lompat bersama adiknya dari 
jembatan, saat ditemukan keduanya sudah meninggal," kata Kepaa Unit Sabara 
Polsek Bogor Tengah, AKP Herry.

Herry menyebutkan ibu dan anak ini merupakan tuna wisma asal Sukabumi.

Korban bernama Markiah (30) dan anaknya yang masih kecil jenis kelami laki-laki 
berumur sekitar tiga tahun.

Kronologis penemuan jenazah diketahui dari salah seorang warga di RW 6.

Menurut penuturan Suryana warga RW 6, peristiwa diketahui saat saudaranya 
Taidah (50) melaporkan ada anak kecil mau bunuh diri di jembatan karena ingin 
ikut ibu dan adiknya yang sudah terjun duluan.

"Anak itu mau ikutan lompat juga, saya cegah. Lalu dia cerita ibu dan adiknya 
melompat ke sungai," kata Suryana.

Mendapat laporan tersebut, Suryana lalu melaporkan ke pihak RW. Peristiwa 
terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Warga dan aparat setempat langsung melakukan pencarian di sepanjang Sungai 
Cisade, hingga akhirnya. Jenazah keduanya ditemukan berjarak sekitar 100 meter 
dari jembatan Pulo.

Kedua jenazah ibu dan anak tersebut lalu dievakuasi dan dimandikan di Mesjid Al 
Mastur.

Oleh warga mayat keduanya dikafani dan dishalatkan oleh polisi dan warga.

Setelah di shalatkan wargapun membawa kedua jenazah ke Pemakaman Umum Kebon 
Manggis.

Peristiwa tersebut sontak membuat warga Kampung Empang Pulo geger. Warga pun 
berbondong-bondong menyaksikan evakuasi korban, hingga dikafani dan dishalatkan.

Sementara itu, anak korban yang masih hidup bernama Trisna (4) saat ini dirawat 
oleh Suryana. [Ant/L-9]  


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke