Beberapa bulan yl saya pernah terlibat perdebatan soal ini dengan beberapa 
orang pro "Indonesia tidak pernah dijajah Belanda selama 350 tahun" atau saya 
singkat saja "Indonesia merdeka 350 tahun", atau lebih singkat lagi "IM350". 
Secara sepihak perdebatan itu saya hentikan karena kami tidak menemui titik 
temu meskipun telah memberikan alasan atau argumentasi masing-masing. Namun 
saya tetap menganggapnya sebagai persoalan yang menarik untuk diperdebatkan. 
Dan sekarang ketika seorang sarjana sejarah Prof. Dr. Taufik Abdullah juga 
menyatakan pendapatnya bahwa "Indonesia tidak pernah dijajah 350 tahun" atau 
yang juga pro "IM350", persaoalannya bagi saya sudah bukan saja menarik tapi 
juga menggugah. Beberapa tahun lalu (kalau tidak salah di tahun 2006), saya 
pernah bertemu dengan Prof. Taufik Abdullah di satu pertemuan yang diorganisasi 
NIOD di Den Haag. 
Saya sebagai tamu yang tidak diundang (diajak oleh Ajip Rosidi) lalu terlibat 
omong-omong"over koetjes en kalvjes" dengan Prof. Taufik Abdullah. Sudah pasti 
Prof. Taufik tidak mengenal saya tapi karena saya melihat Prof. Taufik mudah 
diajak bicara saya lalu mengambil inisiatif belajar kenal dengannya meskipun 
tanpa mengenalkan diri. Sudah tentu yang saya maksud adalah rasa respek saya 
terhadap Prof. Dr. Taufik Abdullah ketika itu. Tapi pendapat tentu juga bisa 
berbeda. Dan bila pendapat tentang "IM350" dilontarkan oleh seorang sarjana 
setingkat Prof.Dr. Taufik Abdullah tentu masaalahnya jadi lain, yaitu seperti 
yang saya katakan sebagai menggugah.

Kata "Indonesia" dalam negara Republik Indonesa atau NKRI yang sekarang, memang 
tidak dijajah Belanda selama 350 tahun karena Republik Indonesia baru didirikan 
atau lahir sesudah Proklamasi Kemerdekaan di tahun 1945( toh pernah kembali 
dijajah Belanda meskipun dalam skala yang amat kecil di tahun-tahun 
1947-1949).Tentu Republik yang kita maksudkan, manusia-manusianya yang berasal 
dari berbagai suku bangsa seperti Jawa, Madura, Sunda, Bugis, Minangkabau, 
Melayu dsb, dsb yang dulu dijajah Belanda sudah sejak 350 tahun lalu. Kita 
tidak mau terlibat ke dalam debat kusir hanya soal kata "Indonesia". Indonesia, 
meskipun belum disebut dan dikenal sebeluam tahun 1928 (Sumpah Pemuda), namun 
suku-suku bangsa yang sejak 350 tahun lalu seperti Jawa, Sunda, Melayu, Batak, 
Bugis dsb.dsb, tidak pernah berubah sebagai penduduk yang hidup di wilayah 
Nusantara: Bugis tidak berubah menjadi Batak atau Melayu tidak pernah berubah 
menjadi Dayak dsb, dsb. Dan baru sesudah Republik Indonesia diproklmasikan pada 
17 Agustus 1945,semua suku-suku bangsa yang hidup di Indonesia menamakan 
dirinya sebagai orang Indonesia, Bangsa Indonesia, yang hidup dan menjadi warga 
negara Republik dari negara Indonesia dan nama mereka sebagai suku bangsanya 
masing masing juga tidak berubah: Bugis tetap Bugis, Batak tetap Batak, Melayu 
tetap Melayu dsb, dsb dan juga keturunan mereka yang sejak 350 tahun lalu 
adalah juga Indonesia menurut sebutan sekarang karena Indonesia yang sekarang 
tidak lahir dari langit yang menjadi  sebuah bangsa yang sama sekali baru yang 
tidak punya keturunan kecuali para putra dan putri langit. Anggapan demikian 
suduh pasti sebuah kelucuan dan a historis, buta sejarah, anti pengetahuan.
Sebutan Indonesia, tidak terlepas dari asal usul bangsa, asal usul suku bangsa 
yang telah lahir jauh sebelum 350 tahun lalu meskipun belum bernama Indonesia. 
Jadi masuk akalkah kalau kita katakan "Indonesia tidak pernah dijajajah 350 
tahun!?". Kalau Indonesia itu sekedar secarik kertas Proklamasi 17 Agustus yang 
diproklamirkan oleh Ir. Soekarno, dengan cara debat kusir memang bisa kita 
katakan "Indonesia Proklamasi"tidak pernah dijajah Belanda karena dia cumalah 
secarik kertas. Belanda menjajah manusia bukan kertas dan pernyataan semata. 
Indonesia tidak sekedar lambang dari sebuah bangsa tapi juga yang penting 
adalah sejarah dari satu bangsa, Indonesia punya sejarah meskipun sebelum 
bernama Indonesia dan dalam sejarahnya, Indonesia memang pernah dijajah Belanda 
selama 350 tahun dan itulah salah satu sejarah Indonesia, yang juga sejarah 
semua suku-suku bangsa yang hidup di Indonesia dari dahulu hingga sekarang: 
Orang Jawa masih ada, orang Sunda masih ada, orang Melayu masih ada dan semua 
suku-suku bangsa yang dulu pernah hidup di jaman penjajahan Belanda semuanya 
masih ada hingga sekarang ini. Menghilangkan semua manusia-manusia Indonesia 
yang pernah ada dan sedang ada ini dengan menyebut : "Indonesia tidak pernah 
dijajah Belanda 350 tahun" berarti menganggap Indonesia itu hanyalah sebagai " 
Negara Kertas Republik Indonesia" atau Republik tanpa manusia dan cumalah 
sekedar secarik kertas pernyataan kemerdekaan : Belachelijk!
Sekali lagi: Indonesia tidak sekedar lambang dan nama tapi juga adalah sebuah 
sejarah masa lalu dan yang ujud masa kini. "Indonesia yang tidak pernah 
dijajah"adalah Indonesia yang tidak punya sejarah, dan hanya ada dalam 
khayalan, dalam fiksi, dalam kertas, dalam MITOS para "patriotik" yang tidak 
tahu apa arinya berjuang, apa ratinya rakyat, apa artinya negara dan negeri, 
apa artinya penjajahan, apa artinya kemerdekaan. Lalu apalagi yang bisa kita 
harapkan dari para "sejarawan" bangsa saya yang tidak punya pengertian dasar 
tentang sejarah bangsanya sendiri?

Satu kenyataan, memang ada orang orang Belanda yang bersimpati kepada bangsa 
Indonesia, kepada NKRI dan menolak serta mengutuk politik Kolonialisme lama 
Belanda yang dilancarkaan oleh bangsanya di masa lalu. Sebagian mereka ada yang 
memang jujur dan tulus. Tapi kita juga harus waspada terhadap yang punya 
maksud-maksud tertentu dan tersembunyi. Tidak boleh terlena hingga mabuk 
kepayang oleh hiburan mereka yang mengakui "kehebatan"orang Indonesia yang 
umpamanya dengan cara mengatakan: "tidak benar Indonesia dijajah Belanda selama 
350 tahuan" atau mengatakan:  "Orang Belanda cuma melihat Indonesia hanya dari 
kaca jendela kapal-kapal VOC mereka" atau paling-paling cuma meledakkkan meriam 
sundut sekedar untuk mengucapkan "hatur nuwun" kepada penduduk pesisir yang 
gagah perwira agar diberi cengkeh dan pala ala kadarnya. Ini hiburan murah 
untuk meluluhkan hati orang Indonesia agar tidak menganggap kaum kolonialisme 
Belanda  itu jahat bahkan bermurah hati yang jauh-jauh datang untuk 
"bersahabat" dan bukan untuk menjajah. Belachelijk! Mereka meng-abadikan 
kejayaan sejarah gemilang mereka dalam menaklukkan dan menjajah Indonsia dengan 
membangun kembali kapal VOC yang bernilai puluhan juta euro (saya sudah pernah 
mengunjunginya) dan meskipun pernah terbakar hampir habis lalu dibangun kembali 
untuk melambangkan tekad mereka dalam mengawetkan sejarah kegemilangan mereka 
dalam menjajah dan menaklukkan Indonesia yang begitu besar dan luas oleh sebuah 
negeri kecil, teramat kecil tapi hebat dan perkasa. Dan ada orang Indonesia 
yang merasa bangsanya tidak pernah dijajah Belanda. BELACHELIJK!!!
ASAHAN.






Original Message ----- 
  From: Salim Said 
  To: Group Diskusi Kita ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; 'Djoko Suyanto ; A Dahana ; A. Rahman Tolleng ; A.H. 
Amparita ; Abdillah Toha II ; Abidin Abidin ; Abuprijadi Santoso (Tosi) ; 
achmad Mubarok ; Achmad Sujudi Dr. ; Agus Abubakar ; Agus Widjojo ; Ahmad W. 
Pratiknya ; Ahmad Yani Basuki ; Ahmad Zen Umar Purba ; alfan alfian ; Ali 
Mohamad Sungkar ; amran nasution ; Andi Wijayanto ; ASAHAN ; Asahan Aidit ; 
August Parengkuan ; B. J Habibie ; Bahtiar Effendy ; Bambang Harimurty ; 
Burhanuddin Abdullah ; Chan ; chappy hakim ; Christianto Wibisono ; Daud Sinjal 
; Dedy Jamaludin Malik ; Dewi Fortuna Anwar ; Dharmawan Ronodipuro ; Didik 
Rachbini, Professor Dr. ; Dinna Wisnu ; Donny Gahral Adian Dr. ; Dr. Joe 
Sulaiman ; Dr. Saafroedin Bahar ; Dr. Taufik Abdullah ; Dr. Yuddi Chrisnandi ; 
Endriartono Sutarto ; Erry Ryana Harjapamekas ; Fahmi Idris ; Fahrul Razi 
Jenderal ; Farid Prawiranegara ; Farouk Muhammad. ; Freddy Tulung ; Ganjar 
Pranowo ; halim perdanakusuma ; Handojo Priopranoto ; Hendri Saparini, Dr. ; HS 
Dillon ; Ibrahim Isa/Holland ; Ichsan Loulembah ; Ikrar Nusa Bhakti ; Indria 
Samego ; ips/Fadli Zon ; Ir. A.M. Luthfi ; Irawan Purwono ; ishaq iskandar ; 
Jayadi Hanan ; Joseph Daves ; Juwono Sudarsono ; Kiki Syahnakri ; Kusnadi Kardi 
; La Ode Muhammad D. ; Liddle, Bill ; Makmur Makka ; Mangadang Napitupulu ; 
Mohamad Sobari ; mohtar Mas'oed ; Mustafa Kamal ; Pro.Dr. Bungaran Saragih ; 
Prof. Dr. Djoko Rahardjo ; Prof. Hikmahanto Yuwono ; Prof.Dr. Amir Santoso ; 
Prof.Dr. Ryaas Rasyid. ; Prof.Dr. Sjafii Maarif ; R.M.A.B Kusuma ; Rachmat 
Pambudy, Dr. Ir Ms ; Retno L Marsudi ; Rizal Sukma ; RODON PEDRASON ; Rusadi 
Kantaprawira ; sabam sirait ; Salahuddin Wahid ; Salim Said ; sayidiman 
suryohadiprojo ; Sinansari Ecip ; sjafrie sjamsoeddin ; Teddy P. Rachmat ; 
teddy sunardi ; Usep Setiawan ; Zaenal Muttaqin 
  Sent: Tuesday, June 26, 2012 4:26 AM
  Subject: Fwd: Fw: [mimbar-bebas] Indonesia Tak Pernah Dijajah 350 Tahun oleh 
Belanda


  Yang dijajah Belanda dulu itu belum lagi Indonesia, melainkan sekumpulan 
wilayah yang dikontrol oleh berbagai kerajaan kecil dan kadang besar. Ketika 
Belanda datang ke Nusantara, tidak ada dan belum ada pemerintahan yang 
menguasai secara utuh seluruh wilayah yang di kemudian hari menjadi Hindia 
Belanda sebelum pada akhirnya menjadi Republik Indonesia. 
   Adalah sebuah  ironi bagi Belanda bahwa penjajahannya atas wilayah yang 
Nusantara itu, dikemudian hari, yaitu  pada awal ke 20 secara perlahan 
bertransformasi menjadi Indonesia. Transformasi mulai mendapatkan bentuknya 
setelah Gubernur Jenderal Van Heutz selesai menaklukkan seluruh Nusantara dan 
meletakkannya di bawa kontrol pemnerintah Hindia Belanda yang duduk di Batavia. 
Konsep Indonesia itu sendiri adalah sebuah fenomena politik yang lahir pada 
dekade ke dua abad ke 20. 
  Kalau cara pandang ini dipergunakan maka Belanda memang tidak menjajah 
Indonesia selama 350 tahun.

  Cerita atau mitos Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun adalah semboyan 
politik yang diciptakan para elit politik untuk membangunkan bangsa Indonesia 
agar bangkita bersama mengakhiri kolonialisme. Tindakan (kampanye) politik 
seperti ini sangat banyak bisa kita temukan pada masa pergolakan nasional dan 
masa revolusi. Hari kebangkitan Nasional (20 Mei 1968) adalah ciptaan masa 
revolusi untuk menyadarkan bangsa Indonesia  waktu itu bahwa perjuangan kita 
sudah berlangsung lama. Sekarang kita tahu bahwa Boedi Oetomo itu sebenarnya 
tidak ada hubungannya dengan kebangkitan nasional. BO adalah gerakan priyai 
Jawa yang masih berdasarkan kesadan sebagai bangsa Jawa yang harus dicerahkan. 
Diponegoro, Hasanuddin, Pangeran Samber Nyowo, Imam Bonjol dan banyak lagi 
lainnya, semua memang melawan Belanda, tapi semua juga tidak ada urusannya 
dengan Indonesia, sebab waktu itu memang belum lahir konsep Indonesia sebagai 
sebuah bangsa.

  Ketika mereka yang pernah perang dengan Belanda ini ramai-ramai diangkat  
menjadi pahlawan nasional, maksudnya semata untuk menunjukkan bahwa kita punya 
sejarah panjang dalam melawan Belanda.Semangat mereka kita perlukan dalam kita 
mempertahankan Republik Indonesia yang ingin dihapuskan oleh Belanda yang 
beberapa tahun sebelumnya telah bertekuk lutut kepada Jepang di Kali Jati. 
Dalam hal ini sejarah sudah direkayasa  untuk dipakai sebagai alat politik.

  Sekarang kita sudah harus mempelajari dan mengajarkan sejarah seperti 
semestinya, artinya bukan lagi direkayasa untuk kepentingan politik.






  ---------- Forwarded message ----------
  From: ASAHAN <[email protected]>
  Date: 2012/6/25
  Subject: Fw: [mimbar-bebas] Indonesia Tak Pernah Dijajah 350 Tahun oleh 
Belanda
  To: SASTRA PEMBEBASAN <[email protected]>, AKSARA SASTRA 
<[email protected]>, [email protected], Group 
Diskusi Kita <[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], Salim Said 
<[email protected]>, SANTRI KIRI <[email protected]>, 
[email protected]



  Kalau tidak pernah dijajah 350 tahun, lantas berapa tahun dong! Nol tahun?. 
Artinya Indonesia sudah merdeka sejak 350 tahun lalu? Nah ini benar-benar 
MITOS!!!. Jadi memang ada benarnya apa yang pernah dikatakan seorang sastrawan 
Belanda Adriaan van Dis: "orang Indonesia itu buta sejarah" atau lebih tepatnya 
kaum Intelektuil Indonesia itu pada umumnya buta sejarah atau seperti juga yang 
pernah dikatakan Paramoedya Ananta Toer: Kaum Intelektuil Indonesia selalu 
tiarap di bawah kekuasaan yang manapun. Yang hidup dalam mitos itu sesungguhnya 
adalah justru sebagain besar kaum Intelektuil Indonesia itu sendiri. Mereka 
belajar sampai "ke negeri Cina"(Pecinan) adalah cuma untuk jadi pembesar, 
pegawai tinggi, penguasa negara dsb yang enak-enak dan bukan untuk mengabdi 
bangsa dan negara serta rakyat Indonesia dan bila tujuannya telah tercapai suka 
sekali berbangga diri umpamanya sambil mengatakan: "Indonesia tidak pernah 
dijajah Belanda". Kedengarannya hebat laksana sebuah "BOM"dalam penelitian 
kembali sejarah Indonesia dan diharapkan akan menghasilkan ratusan Ph.D.bidang 
ilmu sejarah bila memilih tema "Indonesia tidak pernah dijajah Belanda", "Usia 
Indonesia merdeka sudah berumur lebih dari 350 tahun"... Hura! Belanda kalah, 
Indonesia jaya! Hura! Hura!Hura!.
  Mudahnya jadi seorang intelektuil patriotik.
  ASAHAN.




  ----- Original Message ----- 
  From: Sunny 
  To: Undisclosed-Recipient:; 
  Sent: Saturday, June 23, 2012 6:03 PM
  Subject: [mimbar-bebas] Indonesia Tak Pernah Dijajah 350 Tahun oleh Belanda


    

  Att: Berita lama untuk mengasah otak.

  
http://forum.kompas.com/nasional/27406-indonesia-tak-pernah-dijajah-350-tahun-oleh-belanda.html

  Indonesia Tak Pernah Dijajah 350 Tahun oleh Belanda
  | hertanto | Rabu, 20 Januari 2010 | 09:18 WIB 
   
  MEDAN, KOMPAS.com — Sejarawan Universitas Indonesia (UI), Prof Taufik 
Abdullah, mengatakan, Indonesia tidak pernah dijajah oleh pemerintah kolonial 
Belanda selama 350 tahun.

  "Bangsa ini terlalu lama larut dalam mitos bahwa Indonesia pernah hidup di 
bawah kolonialisme Belanda selama 350 tahun. Ini tidak sesuai dengan fakta, 
yang terjadi justru Belanda memerlukan lebih dari 300 tahun untuk menaklukkan 
beberapa daerah di Hindia Belanda," katanya di Medan, Selasa (19/1/2010).

  Hal tersebut dikatakannya di sela seminar nasional pengusulan Sultan Serdang 
ke-5, Sulaiman Syariful Alamsyah (1881-1945), sebagai Pahlawan Nasional. Taufik 
mengatakan, orang-orang Belanda pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1552 
di bawah pimpinan Cornelius de Houtman yang mendarat di salah satu pelabuhan 
dan pusat kekuasaan di Nusantara saat itu, yakni Banten.

  Kolonialisme Belanda berakhir pada tahun 1942 ketika Hindia Belanda diserbu 
dan diduduki oleh bala tentara Jepang. "Logikanya, apakah masuk akal kalau 
dikatakan bahwa Belanda langsung berkuasa ketika mereka baru saja datang di 
Banten," katanya.

  Taufik mengatakan, ironi dalam mitos yang dianggap sejarah itu juga berlanjut 
pada abad ke-17 yang boleh dikatakan sebagai zaman ketika berbagai kerajaan di 
Kepulauan Nusantara diperintah oleh raja-raja besar dan berkuasa.

  Abad ke-17 adalah masa berjayanya Sultan Iskandar Muda (1607-1636), yang 
meluaskan kekuasaannya ke tanah Semenanjung dan Pantai Barat Sumatera, demikian 
juga dengan Sultan Agung yang meluaskan kekuasaannya ke seluruh Jawa, kecuali 
Banten dan Batavia. Begitu juga dengan Raja Tallo yang sekaligus menjabat 
Perdana Menteri Kerajaan Gowa dan Sultan Hasanuddin, Raja Gowa (1653-1669).

  Mereka memerintah di kerajaan masing-masing dan biasa juga terlibat dalam 
kompetisi dan konflik sesama mereka. Pada masa itu pula mereka menghadapi 
dengan gagah berani infiltrasi kekuatan asing, seperti Belanda, Spanyol, dan 
Portugis.

  "Lalu, bagaimana harus dipahami kalau di bawah kolonialisme Belanda 
memerintah, raja-raja di Nusantara itu memiliki kekuasaan yang cukup besar dan 
bahkan sibuk memperluas wilayah kekuasaan mereka masing-masing," katanya.

  “
  Bangsa ini terlalu lama larut dalam mitos bahwa Indonesia pernah hidup di 
bawah kolonialisme Belanda selama 350 tahun.”




  



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : [email protected]

Kunjungi situs INTI-net    
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*

CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE !
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/inti-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke