Residu Pestisida pada Produk Pertanian tidak Bisa Dinetralisasi
Penulis : Ferdinand|Jumat, 29 Juni 2012 

SOLO--MICOM: Residu pestisida yang tertinggal dalam produk pertanian bersifat 
menetap dan tidak bisa dinetralisasi. Bila produk tersebut termakan manusia, 
residu pestisida akan masuk ke dalam aliran darah dan berbahaya bagi kesehatan. 

"Residu berbeda dengan deposit. Kalau deposit, pestisida hanya menempel pada 
bagian luar produk dan akan hilang dengan pencucian, residu tidak bisa," jelas 
dosen Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS)Surakarta, 
Supriyadi, Jumat (29/6). 

Pernyataan tersebut dikemukakan Supriyadi menanggapi fakta mengejutkan terkait 
tingginya kandungan residu pestisida pada lahan pertanian di wilayah Pantura 
Jawa Tengah. Selain mencemari lahan, sisa bahan berbahaya itu juga telah 
mencemari produk yang dihasilkan. 

Riset yang dilakukan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Balitbang Pertanian 
Kementerian Pertanian menyebutkan, residu pestisida telah mencemari hasil 
pertanian dan peternakan. Seperti beras, telur ayam kampung, susu sapi, daging 
kambing, wortel, kembang kol, kubis, kedelai, air persawahan, tanah, dan ikan. 

Tingginya residu pestisida dalam lahan pertanian itu, menurut Supriyadi, lebih 
disebabkan penggunaannya yang melebihi dosis dan terlalu sering. Sedangkan, 
kandungan residu pestisida yang terdapat dalam produk yang dihasilkan bisa 
disebabkan berbagai faktor. Salah satunya penyemprotan yang dilakukan menjelang 
masa panen, ini berlaku pada produk pertanian. 

"Itu tidak dibolehkan. Petani harus memberikan jeda waktu cukup lama antara 
penyemprotan dan masa panen," jelasnya. (FR/OL-10)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke