Jum''at, 29 Juni 2012 | 07:51 WIB
Jurus Ahok Atasi Ormas Anarkis
Besar Kecil Normal 
TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 
mengemukakan dua jurusnya menghadapi organisasi massa anarkistis. Jurusnya: 
dialog dan penyegelan.

Menurut dia, langkah pertama mengatasi ormas yang meresahkan warga adalah 
dialog. "Siapa pun yang meresahkan warga harus diajak bicara," kata Ahok, 
panggilan Basuki, Kamis, 28 Juni 2012. 

Jika langkah pertama belum berhasil, jurus kedua dia adalah mencabut izin ormas 
tersebut. "Jika masih ngotot, kita tindak saja. Kami akan cabut izinnya." Dia 
mencontohkan pencabutan izin kantor ormas. "Kalau kantornya punya izin, kami 
akan cabut izin lokasi kantor itu. Kalau tidak ada izin, kami akan segel 
kantornya."

Ia menyebut, pemerintah provinsi tidak berwenang membubarkan ormas. Sebab, itu 
adalah kewenangan Kementerian Dalam Negeri. 

Secara teknis, dia menyebut akan berkomunikasi dengan Kepolisian Daerah Metro 
Jaya untuk mengatasi masalah ini. "Ini perlu komunikasi dengan Polda. Kami akan 
minta Kepolisian mengambil tindakan."

Peristiwa bentrok ormas masih menjadi momok Jakarta. Peristiwa terakhir adalah 
pengeroyokan oleh massa hingga menewaskan Muhidin, Ketua Forum Betawi Rempug, 
berlangsung di Jalan Ruko Sabar Garuda Asri, Pondok Aren, Tangerang Selatan, 
Rabu dinihari, 27 Juni 2012. Massa diperkirakan berjumlah 50 orang tak dikenal. 
Mereka mengendarai sepeda motor kala mendatangi posko organisasi massa itu.

Di posko, terdapat sekitar sepuluh anggota FBR sedang berkumpul. Massa 
tiba-tiba menyerang. Kontan, anggota FBR itu menyelamatkan diri. Muhidin 
bertahan dan melawan. Lantaran tak seimbang, ia tewas dengan luka bacok di 
sekujur tubuhnya. 

ATMI PERTIWI



Jum''at, 29 Juni 2012 | 05:09 WIB
Setelah Foke, Giliran Ahok Target Satu Putaran
TEMPO.CO , Jakarta:- Calon Gubernur DKI Jakarta berharap memenangi pemilihan 
kepala daerah dalam satu putaran. Setelah sebelumnya pasangan Fauzi Bowo- 
Nachrowi Ramli, kini giliran pasangan calon Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama 
menargetkan dapat meraup 50 persen suara di tiap wilayah. "Target saya mau 
menang satu putaran," kata Basuki di sela-sela kegiatan kampanye ke rumah-rumah 
warga di Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Kamis 28 Juni 2012. 

Pria yang akrab disapa Ahok ini optimistis target tersebut akan tercapai. 
"Kalau video kami bisa masuk setiap rumah, dan semua orang bisa cerita siapa 
Jokowi, siapa Ahok, kami optimistis bisa menang," kata dia, yang enggan 
menyebutkan lokasi basis pendukungnya. 

Strategi bagi-bagi kartu nama kepada warga, kata dia, adalah cara yang efektif 
untuk membuat warga mengenal dirinya. "Pejabat itu harus melayani, harus berani 
kasih nomor ponselnya, agar kami bisa urusi mereka. Itu saya lakukan sejak saya 
berpolitik," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.

Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli memasang target perolehan 3 juta suara pada 
11 Juli mendatang. Sekretaris Tim Pemenangan Fauzi–Nara, Budi Siswanto, 
mengatakan jumlah itu dapat dihimpun dari sekitar 11 partai dan 300 organisasi 
kemasyarakatan. “Pemilih ada 6,9 juta. Anggaplah 1 juta golongan putih, berarti 
sudah ada lebih dari 50 persen suara,” kata dia. 

Budi yakin iklan politik dapat menggenjot suara dari pemilih pemula dan 
perempuan. “Sejak 2007, 50 persen pendukung Pak Foke itu perempuan, “kata dia. 
Ia merujuk pada pemasangan stan di Pekan Raya Jakarta (PRJ), yang bertajuk 
“Kumisku Harapanku”. 

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI | ATMI PERTIWI | WAYAN AGUS | MARTHA W SILABAN





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke