http://www.suarapembaruan.com/home/kasus-suap-buol-direktur-pt-hip-resmi-dicegah/22049

Kasus Suap Buol, Direktur PT HIP Resmi Dicegah
Kamis, 5 Juli 2012 | 21:41

Ilustrasi suasana kantor imigrasi [google]



[JAKARTA] Setelah pemilik PT Hardaya Inti Plantation (HIP), Siti Hartati 
Murdaya dicegah bepergian ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi pada Kementerian 
Hukum dan Ham (Kemenkumham). Kini giliran Direktur perusahaan tersebut, yaitu 
Totok Lestiyo yang dicegah bepergian ke luar negeri.

Bersamaan dengan Totok juga dicegah karyawan PT HIP, Soekarno dan Direktur PT 
Citra Cakra Murdaya, Kirana Wijaya.

"Ketiganya sudah sejak tanggal 4 Juni 2012 oleh KPK," kata Kabag Humas Ditjen 
Imigrasi Kemenkumham, Maryoto Sumadi melalui pesan singkat, Kamis (5/7).

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan bahwa KPK telah 
mengirimkan permintaan cegah terhadap tiga orang tersebut ke Ditjen Imigrasi 
Kemenkumham.

Kasus suap sendiri berawal dari tertangkap tangannya dua orang petinggi PT 
Hardaya Inti Plantation, yaitu Yani Anshori dan Gondo ketika hendak menyuap 
pejabat di Buol terkait kepengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di 
Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol pada tanggal 26 Juni dan 27 Juni lalu.

Anshori ditangkap ketika diduga hendak menyuap penyelenggara negara. Di mana, 
diduga adalah Bupati Buol, Amran Batalipu yang saat ini masih dalam upaya 
pengejaran oleh KPK. Sebab, saat hendak ditangkap berhasil melarikan diri.

Atas perbuatannya, dua orang tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 
huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. (N-8)



Bupati Buol diamankan di Polres Tolitoli 
Jumat, 6 Juli 2012 08:58 WIB | 277 Views

Palu (ANTARA News) - Bupati Buol Amran Batalipu diamankan di Polres Tolitoli, 
sekitar 300 kilometer arah utara Kota Palu, Sulawesi Tengah, setelah ditangkap 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat sekitar pukul 04.00 Wita.

Amran Batalipu tiba di Polres Tolitoli sekitar pukul 08.00 Wita dengan 
menggunakan mobil jenis Innova dengan pengawalan ketat.

Kapolres Tolitoli AKBP Rudi Mulianto yang dihubungi melalui telepon genggamnya 
dari Palu mengatakan bahwa dirinya belum tahu jika Amran Batalipu dititipkan di 
Polres setempat.

Namun, sejumlah wartawan kontributor televisi di Tolitoli sempat mengambil 
gambar kedatangan Amran di Polres tersebut.

"Tadi Amran Batalipu turun dari mobil hanya pakai sarung dengan tangan 
diborgol," kata Mahdi Rumi, kontributor sebuah televisi swasta yang dihubungi 
dari Palu.

Sejumlah wartawan televisi di Tolitoli sudah menanti kedatangan Amran di Polres 
Tolitoli sejak diketahuinya Amran ditangkap KPK dalam dugaan kasus suap izin 
usaha perkebunan sawit di Buol.

Informasi yang diperoleh Amran Batalipu akan diterbangkan ke Palu, Jumat siang 
dengan menggunakan pesawat reguler dari Bandara Lalos Tolitoli.

Sebelumnya, keluarga Amran Batalipu Moch Is Baculu mengatakan bahwa petugas 
dari KPK menjemput Amran di rumah dinasnya. Petugas KPK tersebut langsung 
menuju kamar tidur.

Is Baculu juga mengatakan saat dijemput Amran hanya menggunakan kain sarung.
(A055/D007)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke