Krisis ekonomi Eropa-AS justru buka peluang UKM Indonesia Jumat, 6 Juli 2012 00:11 WIB | 1136 Views
batok kelapa(ANTARA/Oky Lukmansyah) Jakarta (ANTARA News) - Krisis ekonomi yang terjadi di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat merupakan peluang pasar bagi produk-produk usaha kecil dan menengah Indonesia, demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali. "Penurunan daya beli masyarakat Eropa dan Amerika Serikat berakibat pada perubahan konsumsi seperti memilih menggunakan batok kelapa sebagai bahan bakar pemanggang (barbecue) dibanding gas," kata Rhenald Kasali selepas peluncuran buku 'Cracking Entrepreneurs' di Jakarta, Kamis. Rhenald mengatakan batok kelapa dapat menjadi salah satu komoditas ekspor potensial bagi pengusaha kecil dan menengah Indonesia disamping produk-produk lain seperti sepatu dan kerajinan. "Saya sudah melihat produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) masuk di pasar Eropa, tapi yang membawa masuk itu orang Eropa sedang orang Indonesia masih pasif," kata Rhenald. Strategi promosi ke luar negeri dengan melakukan perjalanan internasional, menurut pebisnis sosial (social entrepreneurs) itu, belum dilakukan pelaku usaha kecil di tanah air. "Persepsinya adalah perjalanan internasional itu mahal. Itu benar kalau perjalanannya pada musim liburan. Padahal pergi ke luar negeri itu bagian dari investasi sebagaimana membeli mesin," kata Rhenald. Rhenald mengatakan perdagangan elektronik (e-commerce) dapat menjadi alternatif promosi produk ke luar negeri meskipun terdapat sejumlah kendala. "Sistem pembayaran di Indonesia belum banyak diakui secara global karena masih banyak penipuan dan para pembeli lewat e-commerce merupakan para penjual lagi yang bisa mengendalikan nilai jual," kata Rhenald. Rhenald menambahkan solusi kendala transaksi perdagangan elektronik yaitu dengan kepemilikan silang antara eksportir dan importir. "(Contohnya) Importir memiliki saham di produsen atau eksportir dan produsen menguasai perdagangan sehingga terdapat jaminan pasar dan jaminan suplai produk di antara keduanya," kata Rhenald. (I026) Editor: Aditia Maruli http://www.suarapembaruan.com/home/ukm-mikro-dan-super-mikro-harus-diperhatikan/22040 APEC High Level Policy Dialogue in Women UKM Mikro dan Super Mikro Harus Diperhatikan Kamis, 5 Juli 2012 | 16:15 Hillary Clinton dan Linda Agum Gumelar [KBRI Moskwa] [MOSKWA] Diskusi tentang peranan wanita semakin menarik dilakukan di forum APEC. Perhelatan di kota ujng dunia St. Petersburg itu akhirnya menghasilkan konsep tentang pemberdayaan wanita di Asia Pasifik. Pemerintah Indonesia menekankan perlunya perhatian atas kegiatan UKM Mikoro dan Super Mikro. Pertemuan High Level Policy Dialogue akhirnya menutup rangkaian besar pertemuan APEC Women and the Economy Forum yang telah berlangsung kahir Juni 2012 di St Petersburg, Rusia. Tidak kurang dari 400 perwakilan kalangan pemerintah, swasta, perusahaan multinasional dunia dan wiraswasta perempuan ambil bagian dalam berbagai diskusi interaktif yang diselenggarakan oleh tuan rumah APEC. Tidak kurang-kurang, Menlu AS, Hillary Clinton juga menyempatkan hadir. Proses tukar pikiran, informasi, pengalaman dan perluasan jejaring antara 21 entitas Ekonomi anggota forum APEC pada akhirnya membuahkan suatu pernyataan bersama yang berisikan strategi dan rekomendasi untuk Asia-Pasifik ke depan bagi penguatan pemberdayaan perempuan dalam mewujukan suatu ekonomi yang inovatif di Asia-Pasifik. Dalam pernyataan antara lain disebutkan pentingnya mengumpulkan potensi bisnis dan inovasi perempuan, melakukan pengkajian dan analisis dinamika gender secara menyeluruh dalam mengidentifikasi kesempatan usaha di ekonomi APEC, serta meningkatkan kepemimpinan perempuan sehingga berpartisipasi dengan penuh dalam ekonomi. Di siang itu dikatakan juga perlunya memajukan inisiatif yang dilahirkan dari kolaborasi pemerintah-swasta sehingga dapat mendukung partisipasi penuh dan aktif para perempuan. Beberapa rekomendasi akan dilaporkan lebih lanjut kepada pertemuan tingkat tinggi di Vladivostok, 8-9 September 2012 Dalam kesempatan itu, Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amalia Sari Gumelar, pada sambutannya menggarisbawahi, peranan perempuan sesungguhnya sangatlah luas dalam ekonomi, tidak hanya untuk memperkuat ketahanan dan mengurangi dampak gonjang ganjing ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Karenanya, Asia-Pasifik perlu menelorkan “Formulasi kebijakan yang komprehensif untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan bagi pengusaha UKM Mikro dan super-mikro.” lanjutnya. Hal ini mengingat ragamnya perbedaan budaya, ekonomi, pendidikan dan lingkungan antara ekonomi maju dan ekonomi berkembang yang menjadi faktor pendorong perempuan dalam membuka usaha. Usaha Mikro dan Super-Mikro lazimnya dibuka untuk mencukupi hidup atau menjadi bagian dari tulang punggung ekonomi keluarga, dan bukan semata-mata aktualisasi diri perempuan. Inovasi dalam ekonomi pada akhirnya harus juga menguntungkan para pengusaha Mikro dan Super-Mikro ini. Pada akhir sambutannya, Linda Amalia Sari Gumelar mengundang para delegasi untuk hadir pada 2013 APEC Women Economy Forum di Indonesia, karena pada akhirnya “tidak ada Ekonomi yang dapat melakukan upaya pemberdayaan perempuan secara terpisah dan menyendiri.” “Oleh karenanya saya mengharapkan adanya keberlanjutan di tahun 2013 mendatang untuk terus tukar menukar informasi dan memperkuat kerjasama dan kemitraan yang produktif dari semua ekonomi anggota APEC dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam ekonomi.” Duta Besar RI di Moscow memperhatikan bahwa pertemuan telah berlangsung dengan sangat baik. Rusia selaku tuan rumah terlihat siap dalam penyusunan substansi dan penyelenggaraan acara. Partisipasi Menteri dan 3 pembicara dari kalangan swasta Indonesia mendapatkan respon yang sangat positif. "Perempuan Indonesia merupakan prime mover dari pembangunan ekonomi yang merakyat. Melalui APEC, Indonesia dapat memperkenalkan prestasi perempuan Indonesia kepada kawasan Asia-Pasifik.” [PR/O-1] [Non-text portions of this message have been removed]
