http://www.suarapembaruan.com/home/dua-buruh-tewas-walikota-minta-kontraktor-tanggung-jawab/22108

Dua Buruh Tewas, Walikota Minta Kontraktor Tanggung Jawab
Minggu, 8 Juli 2012 | 22:24

Ilustrasi korban tewas [seruu][DENPASAR] Walikota Denpasar, IB Rai Dharma 
Wijaya Mantra mengatakan, tewasnya dua buruh yang tertimbun proyek parkir Pasar 
Badung, Denpasar, hendaknya menjadi tanggung-jawab pihak kontraktor proyek. 
Kontraktor harus bertanggung jawab atas musibah yang terjadi Sabtu (7/7).

“Kami akan melihat surat penjanjian kontrak kerjanya, apakah mereka dilndungi 
oleh asuransi keselamatan kerja atau tidak. Bila tidak ada perjanjian tersebut, 
maka kontraktor yang bersangkutan akan diberi sanksi sesuai ketentuan yang 
berlaku," ujar Rai Mantra ketika dikonfirmasi Minggu (8/7).

Hal yang sama juga disampaikan Wawali IGN Jaya Negara menambahkan pihak 
kontraktor perlu memperhatikan keselamatan kerja. Sebab, proyek tersebut 
bernilai Rp 6,6 miliar dan akan berlangsung selama 5 bulan yakni sampai 
Desember 2012.

Sebelumnya diinformasikan kalau dua buruh bangunan tewas dalam peristiwa 
runtuhnya proyek parkir bawah tanah di areal Pasar Badung, Sabtu (7/7). Korban 
yang tewas bernama Satir dan Sanan. Keduanya ditemukan tertimbun tanah dan 
sudah berhasil dievakuasi.

“Korban sudah dievakuasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah dan Rumah 
Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Denpasar," jelas Kapolsek Denpasar Barat Ajun 
Komisaris Polisi Leo Martin Pasaribu.

Musibah tersebut kata Leo, terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu para 
pekerja sedang membuat galian untuk pondasi sedalam 3 meter. Tanah yang digali 
tiba-tiba saja longsor dan menimpa buruh yang sedang bekerja. "Kita masih 
melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mencari tahu 
penyebab runtuhnya proyek itu," katanya. [137]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke