Ini Alasan Halida Hatta Mundur dari Gerindra TEMPO.CO – 09 JUli 2012 TEMPO.CO , Jakarta:-- Halida Hatta, Putri Proklamator Mohammad Hatta memutuskan mundur dari Partai Gerindra. Keputusan Halida cukup mengagetkan.
Sebenarnya apa yang membuat putri mantan wakil presiden itu mundur dari partai yang dibina mantan Danjen Kopassus Letjen Purnawirawan Prabowo Subianto itu? Kepada Tempo yang menghubunginya, Ahad, 8 Juli 2012, Halida Hatta mengaku sempat memendam kekecewaan kepada sejumlah orang di partainya itu. Ia juga mengaku meragukan Gerindra masih dalam garis ideologi yang benar. "Ada satu dua orang yang ingin saya tak menonjol disana," kata Halida. Halida mengatakan dirinya sempat kecewa ketika pada pemilu 2009 lalu ia tak menjadi anggota legislatif. Ketika itu, dia mengaku mendapat cukup banyak suara dari dapil DKI Jakarta II. Namun, pada akhirnya dia gagal melaju ke Senayan. "Suara saya malah dialihkan ke dapil lain," kata dia. Kekecewaan muncul karena menurut dia saat itu pimpinan DPP Partai Gerindra seakan tidak mau memperjuangkan dirinya dan merelakan kursinya diisi oleh orang lain. Namun Halida mengaku hal ini tidak menjadi masalah baginya dan bukan menjadi alasan pengunduran dirinya. "Kalau ini masalahnya saya sudah keluar dari 2009 lalu," kata dia. Keputusan mundur dari Gerindra, menurut dia, selain karena alasan pekerjaan juga karena dia sudah tak yakin lagi Gerindra berjalan di garis ideologi seperti saat didirikan dulu. Halida mengaku bahwa saat ini dalam tubuh Gerindra lebih banyak orang yang membawa kepentingan pribadinya dibanding kepentingan ideologi partai. "Kesininya saya bertanya-tanya apakah ideologi itu masih dipegang. Ada banyak orang dalam partai yang tak ideologis, tapi lebih mementingkan kepentingan pribadi," katanya. Halida mengatakan, sebagai partai baru Gerindra memang harus banyak berbenah. Menurut dia, sistem dalam partai pimpinan Prabowo Subiakto ini belum juga terbentuk. "Harus diciptakan sistem yang jelas, harus ada pengkaderan yang jelas dan yang terpenting adalah harus mengutamakan musyawarah mufakat," kata dia. FEBRIYAN Mundur dari Gerindra, Halida Hatta ke Nasdem? TEMPO.CO -- 09 Juli 2012 TEMPO.CO , Jakarta:--- Bekas Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Halida Hatta mengaku kecewa terhadap sejumlah pengurus partai tersebut. Putri proklamator Mohammad Hatta itu merasa ada sejumlah pengurus partai yang tak ingin ia tampil menonjol. »Ada banyak orang partai tak memiliki ideologi dan lebih mementingkan kepentingan pribadi,” kata Halida kepada Tempo Ahad 8 Juli 2012. Kekecewaan Halida mulai muncul karena tak terpilih dalam Pemilu 2009. Saat itu, dia mendapatkan suara cukup banyak dari daerah pemilihan Jakarta II. Tapi suaranya dialihkan ke calon Gerindra dari daerah pemilihan lain. Halida batal melaju ke Senayan. Belakangan, kekecewaannya memuncak melihat Gerindra tak lagi memiliki kejelasan ideologi dan sistem pengkaderan. Sebelumnya, bekas Ketua Gerindra Fami Fachrudin mengaku terpental dari kepengurusan karena terjadi konflik internal di partai yang menjagokan bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Prabowo Subianto sebagai calon presiden itu. Sumber Tempo di Gerindra mengatakan terjadi konflik antara sejumlah purnawirawan TNI yang masuk partai dan kelompok sipil. Mundurnya Halida dimanfaatkan oleh Partai Nasional Demokrat. Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella mengaku sedang membujuk Halida agar bergabung dengan partainya. Rio menilai karakter dan integritas Halida mirip Mohammad Hatta. »Kami membuka diri dan tangan selebar-lebarnya jika Halida mau bergabung,” katanya. Halida membantah mundur dari partai karena konflik internal. Ia mundur dari Gerindra karena alasan pekerjaan dan melihat partainya tak memiliki kejelasan ideologi seperti saat dia dirikan dulu. Ia juga mengatakan belum akan bergabung dengan Nasional Demokrat dalam waktu dekat. Meskipun demikian, ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan kader-kader partai yang pada 26 Juli mendatang berusia setahun itu. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai gonjang-ganjing yang ada dalam partai politiknya saat ini sebagai dinamika biasa. Bahkan, menurut dia, dengan dinamika seperti ini, Gerindra akan semakin kuat. "Itu dinamika biasa saja. Setiap partai politik juga mengalami hal seperti itu," katanya kepada Tempo kemarin. Sedangkan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, mengaku tak tahu soal kekecewaan Halida ini. Namun dia mengaku memahami keputusan Halida. FEBRIYAN [Non-text portions of this message have been removed]
