Ref: Hebat luar biasa!

http://www.antaranews.com/berita/320755/menteri-indonesia-jadi-pusat-pengetahuan-dunia

Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia 
Selasa, 10 Juli 2012 10:32 WIB | 634 Views

 
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana. (FOTO.ANTARA)

  Indonesia akan mengumumkan diri sebagai pusat pengetahuan, titik simpul 
jaringan untuk berbagi pengalaman kepada negara-negara berkembang 

Denpasar (ANTARA News) - Indonesia akan menjadi pusat pengetahuan dunia karena 
Indonesia dinilai telah banyak memiliki pengalaman pembangunan yang bisa 
dibagikan kepada negara berkembang, kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan 
Nasional, Armida Salsiah Alisjahbana.

"Indonesia akan mengumumkan diri sebagai pusat pengetahuan (Knowledge Hubs), 
titik simpul jaringan untuk berbagi pengalaman kepada negara-negara 
berkembang," katanya pada Pertemuan Kerja Sama Selatan-Selatan di Nusa Dua, 
Selasa. 

Dia mengatakan bahwa ada tiga bidang yang bisa dibagi ke negara berkembang di 
antaranya pembangunan, demokrasi, pemerintahan dan pembangunan perdamaian, dan 
kebijakan pengelolaan ekonomi baik makro maupun keuangan mikro.

Menurutnya, Indonesia dinilai berhasil dalam isu pembangunan yang mencakup 
pengentasan kemiskinan seperti melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat 
(PNPM) Mandiri.

Selain itu, juga meliputi penerapan mitigasi bencana dan penanganan bencana 
seperti pengalaman penanganan bencana tsunami di Aceh, ketahanan pangan dan 
pembangunan sumber daya manusia.

Hal itulah yang merupakan kesuksesan Indonesia dalam program kebijakan yang 
bisa dijadikan contoh bagi negara-negara berkembang.

Indonesia, menurut Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bapenas) itu, saat ini 
bukan lagi sebagai negara berkembang namun sudah menjadi negara dengan 
pendapatan ekonomi menengah atau emerging country.

"Indonesia sekarang bukan lagi sekedar negara penerima bantuan dari negara 
donor, namun Indonesia secara bertahap menjadi negara donor pada tiga bidang 
itu," tambahnya.

Dalam pertemuan Kerja Sama Selatan-Selatan yang dibuka Wakil Presiden Boediono 
dan dihadiri 300 perserta dari 46 negara itu juga akan membahas pengembangan 
pusat pengetahuan dunia itu untuk masa depan.

Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama kali digelar di negara dengan ekonomi 
menengah yang selama ini selalu digelar di negara-negara dengan ekonomi maju.
(330/F002)  
Editor: Desy Saputra


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke