Saya sependapat dengan bung Teddy. Megawati kurang berpandangan jauh. Hal itu bisa dimengerti karena di masa pemerintahannya ketika dia jadi Presiden, dia punya kewajiban membayar hutang Indonesia dengan syarat-syarat berat dari IMF.Megawati memiliki POLITIK BALAS DENDAM dengan cara tidak setuju memberikan pinjaman (hutang) pada IMF.
Banyak Pers di Belanda sangat keberatan kalau Pemerintah mereka menggelontorkan baillout puluhan milyar euro pada sejumlah negara Eropah yang bangkrut dan runtuh ekonominya terutama Griekenland. Hal itu bisa dimengerti karena Belanda sendiri sedang mengalami resesi ekonomi yang serius yang telah diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Belanda kepada rakyatnya. Memberikan pinjaman hutang kepada negara lain dalam keadaan negeri sendiri sedang mengalami kesulitan ekonomi yang serius, bisa sulit dimengeri banyak orang yang rakyat Belanda sendiri langsung menderita akibatnya (a.l. pemotongan hingga penghapusan jaminan sosial,meminimalkan layanan kesehatan, bahkan hingga mengurangi jatah belanja pertahanan yang sangat besar yang a.l. jual 20 tank "leopard" hingga mengurangi secara drastis ongkos-ongkos pertahanan Angkatan Laut mereka, dll,dll,dll...hampir di segala bidang kehidupan dan budaya. Tapi Pemerintah Belanda tetap memutuskan untuk mengeluarkan uang puluhan juta milyard euro "demi menyelamatkan Eropah" yang juga sebagai "solidaritas" yang tentu saja harus melalui perdebatan sengit di Tweede Kamer (Parlemen) mereka. Keluhan-keluhan dalam Pers mereka a.l. : Mengapa Griekenland yang bangkrut, rakyat Belanda yang harus menanggung" atau ada lagi seperti: "Bank-bank yang menghamburkan uang hingga menghancurkan ekonomi dunia, tapi rakyat yang harus membayar dan menghidupkan mereka kembali" dll.dll,dll... Berpihak kepada rakyat adalah selalu benar dan bagi kaum kiri dan progressif sedunia, adalah wajib. Tapi di dunia kita yang sekarang hanya ada satu sistim yang berdominasi: SISTIM KAPITALISME NEOLIBERAL. Sistim itu sedang bangkrut, sedangkan sistim lain tidak ada karena sistim sosialis sudah diruntuhkan oleh Gorbachov sendiri. Karenanya kalau sistim kapitalis yang sekarang hancur hingga sistim ekonomi dan politik dunia mengalami kevakuman , akan terjadi chaos yang luar biasa, anarchisme merajalela dan kekacauan yang tak bisa dikendalikan. Tapi apakah sistim kapitalisme Neoliberal yang sekarang sedang bangkrut harus kita selamatlan? . Penyelamatan itu bukan kewajiban rakyat karena rakyat adalah korban sistim kapitalisme Neoliberal. Sayangnya rakyat belum siap untuk ambil alih kekuasaan dan menggantinya dengan sistim yang menguntungkan rakyat. Realitas ini terpaksa membuat semua orang harus berpandangan jauh dan melihat realitas yang ada. Sebagian terbesar rakyat sedunia sedang hidup dalam sistim kapitalisme Neoliberal karenanya, mau tidak mau harus menerima(meskipun untuk sementara) kenyataan yang sekarang. Kembali ke sikap Pemerintah Indonesia. Kalau Pemerintah Indonesia menolak untuk memberikan pinjaman kepada IMF, itu tidak menguntungkan posisi rakyat Indonesia: di masa datang Indonesia punya kemungkinan menerima POLITIK BALAS DENDAM IMF (umpamanya dengan tidak dikasi pinjam atau dikasi pinjam tapi dengan bunga yang teramat tinggi dengan bermacam syarat-syarat lainnya yang merugikan rakyat). Tapi kalau Pemerintah Indonesia bersedia memberikan pinjamaman uang pada IMF, maka itu bisa pula diartikan sebagai BALAS DENDAM POLITIK Indonesia terhadap IMF yang di segi Indonesia punya sifat ksatria dan terkesan dewasa. Di lain segi bisa pula diartikan bahwa Indonnesia (rakyat) turut mengesahkan kebangkrutan sistim ekonmi Kapitalisme Neoliberal. Politik balas dendam lain dengan balas dendam politik yang ini agaknya tidak bisa dimengeri oleh seorang Megawati. ASAHAN. ----- Original Message ----- From: TS Sent: Tuesday, July 10, 2012 7:17 AM Subject: Re: Megawati: untuk apa beri pinjaman ke IMF Saya kira nasib Indonesia dengan negara-negara lain sama terutama dengan negara anggota Uni Eropah (termasuk Ceko), dimana dalam negeri saja keuangan berat tapi wajib memberikan bantuan untuk Yunani yang terperosot kedalam hutang. Apalagi IMF adalah merupakan bagian dari kerja sama internasional dimana Indonesia sebagai anggota mau atau tidak mau mesti memberikan bantuannya, karena kita tidak akan pernah tahu kapan Indonesia akan membutuhkan bantuan IMF lagi. Dan saya katakan sama dengan pinjaman atau bantuan Uni Eropah kepada negara-negara bermasalah di Uni Eropah karena dana tersebut tentunya merupakan pinjaman, sehingga tentunya tidak akan mengganggu cadangan devisa negara yang ada. Saya kira langkah pemerintah Indonesia ini merupakan langkah politik ekonomi Indonesia yang positif. Kenapa saya katakan demikian? Disetiap pinjaman pasti ada bunganya, nah daripada uang tersebut ditumpuk dan ditambun didalam negara kemakan oleh inflasi ya sebaiknya digunakan (diputar) melalui pinjaman tadi, saya kira pemerintah tidak akan rugi. Mengatakan untuk apa memberikan pinjaman untuk IMF adalah pernyataan populis yang justru menyudutkan Indonesia di dunia internasional. salam Teddy 2012/7/10 Salim Said <[email protected]> ---------- INI JUGA MENARIK UNTUK KITA DISKUSIKAN. http://www.antaranews.com/berita/320701/megawati-untuk-apa-beri-pinjaman-ke-imf Megawati: untuk apa beri pinjaman ke IMF Senin, 9 Juli 2012 23:23 WIB | 1067 Views Megawati Soekarnoputri (FOTO ANTARA) Untuk apa memberi pinjaman ke IMF. Utang luar negeri Indonesia saja masih besar, kasihan rakyat yang menanggungnya," Berita Terkait a.. Megawati tidak pikirkan menang kalah di pilkada DKI b.. Empat anak mantan presiden nyanyi bersama c.. Megawati harapkan Pilkada DKI jurdil d.. Megawati: Jokowi-Basuki bisa memperbaiki Jakarta e.. Megawati tidak sepakat dikotomi tua-muda Video Terkait Widjojo, Putra Terbaik Bangsa Habibie Minta SDM Dibayar ... Jakarta (ANTARA News) - Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri mempertanyakan rencana Pemerintah Indonesia yang akan memberikan bantuan pinjaman maksimal satu miliar dolar AS kepada Dana Moneter Internasional (IMF). "Untuk apa memberi pinjaman ke IMF. Utang luar negeri Indonesia saja masih besar, kasihan rakyat yang menanggungnya," ujar Megawati di Jakarta, Senin petang. Megawati yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut meminta pemerintah untuk lebih peduli terhadap nasib rakyat. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pemerintah Indonesia masih mempertimbangkan bantuan pinjaman kepada IMF untuk membantu penyelesaian krisis Eropa. Dengan bantuan pinjaman tersebut, Indonesia mengharapkan agar lembaga keuangan internasional tersebut tak hanya membantu negara-negara Eropa, tetapi juga negara Asia dan Afrika. IMF telah menghimpun bantuan sebesar 430 miliar dolar AS. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia berencana memberikan bantuan pinjaman maksimal satu miliar dolar AS. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan G20 yang dilangsungkan di Meksico beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota berkomitmen meningkatkan kekuatan IMF di aspek permodalan. Pinjaman ke IMF tersebut bukan berasal dari APBN, melainkan dari suatu pengelolaan dana yang merupakan bagian dari cadangan devisa negara. (I025/D007) Editor: Ruslan Burhani COPYRIGHT © 2012 ------------------------------------ Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : [email protected] Kunjungi situs INTI-net http://groups.yahoo.com/group/inti-net Kunjungi Blog INTI-net http://tionghoanet.blogspot.com/ http://tionghoanets.blogspot.com/ Tulisan ini direlay di beberapa Blog : http://jakartametronews.blogspot.com/ http://jakartapost.blogspot.com http://indonesiaupdates.blogspot.com *Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan* CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE ! http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/inti-net/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
