Kisah Perburuan Penipu Online
http://www.gatra.com/ilmu-dan-teknolagi/41-ilmu-dan-teknologi/15038-kisah-perburuan-penipu-online-
Monday, 09 July 2012 12:48
Situs berbahaya yang dirancang penjahat virus DNSChanger ini diseting untuk 
mencuri data informasi personal Anda. Mereka juga memanfaatkan kunjungan Anda 
ke situs palsu untuk meraup keuntungan dari iklan. Sejak ditemukan pada 2007, 
penipu online ini telah meraup keuntungan hingga US$14 juta.

Skema penipuan ini dimulai pada 2007. Para pembuat dan pengoperasi program 
penipu online ini antara lain Vladimir Tsastsin, Timur Gerassimenko, Dmitri 
Jegorow, Valeri Aleksejev, Konstantin Poltev dan Anton Ivanov dari Estonia 
serta Andrey Taame dari Rusia.

Mereka dituduh menggunakan beberapa nama perusahaan untuk melakukan penipuan. 
Berdasarkan dokumen pengadilan yang dilansir dari Wired, mereka membuat agensi 
iklan palsu dalam melancarkan kejahatannya.

Agensi iklan palsu ini mengontak pengiklan online yang mau membayar komisi 
untuk tersangka. Setiap pengguna yang menekan iklan perusahaan ini akan 
dialihkan ke situs para penjahat.

Untuk mengoptimalkan keuntungan, terdakwa menginfeksi komputer dengan malware 
DNSChanger agar memastikan pengguna mengunjungi situs mitra iklan online mereka.

Malware ini mengalihkan pengaturan server DNS pada komputer korban ke situs 
yang memberi komisi kepada terdakwa. Tujuh penjahat ini dihukum dengan 27 pasal 
penipuan online dan kejahatan terkait komputer. (HP)



Pastikan Komputer Anda Bebas Virus DNSChanger

Monday, 09 July 2012 12:36
Mematikan sementara server DNS menjadi langkah terakhir Operasi Ghost Click. 
Kontrak server perlindungan bagi komputer yang terinfeksi virus ini berakhir 
pada 9 Juli 2012. Ketika tiba batas waktu terakhir, komputer disebut-sebut 
tidak akan mampu menjalin koneksi dengan internet. "Perpanjangan kontrak belum 
diminta," ujar juru bicara FBI, Jenny Shearer seperti dilansir dari Huffington 
Post, pekan lalu.

Nah, dikhawatirkan, ketika FBI mencabut koneksi server, maka tamatlah koneksi 
internet Anda. Tapi, ini hanya terjadi ketika komputer Anda masih mengalami 
infeksi. Untuk itu, sebelum tiba-tiba internet Anda mati, deteksi dulu komputer 
Anda dari infeksi DNSChanger.

Sebab, meskipun hari ini tidak terbukti jaringan internet mati, namun ancaman 
DNSChanger tetap mengontai. Jika Anda ingin memastikan PC Anda bebas dari 
malware DNSChanger, Anda perlu secara manual mengecek alamat IP dari server DNS 
yang dikontak PC Anda ketika menjelajah dunia maya. Apalagi Indonesia tidak 
memiliki situs khusus untuk mengecek infeksi DNS.

Cara pengecekan komputer di Indonesia akan lebih rumit dari hanya membuka situs 
seperti yang bisa dilakukan pengguna komputer di AS. Ikuti langkah yang 
disiapkan PCWorld ini apabila Anda menggunakan Windows 7:

1. Buka tombol menu Start pada bagian pojok kiri bawah.

2. Masuk ke menu untuk menjalankan aplikasi Command Prompt atau ketik cmd pada 
kolom pencarian. Setelah menemukan kolom Command, tekan Enter.

3. Kotak teks besar akan muncul. Telusuri ke bawah hingga menemukan baris yang 
bertuliskan “DNS Servers”.

4. Salin sejumlah angka yang menunjukkan identitas server DNS yang komputer 
Anda akses.

Apabila ada lebih dari satu barisan angka, artinya PC Anda mengakses lebih dari 
satu server DNS. Ikuti langkah berikut untuk pengguna Mac:

1. Buka menu Apple yang biasanya terletak pada pojok kiri layar.

2. Pilih System Preferences.

3. Tekan ikon Network untuk membuka menu Network Settings.

4. Masuk ke Advanced Settings. Salin serangkaian angka yang terdaftar pada boks 
DNS Server.

Setelah Anda mendapatkan alamat IP dari server DNS yang komputer Anda gunakan, 
segera menuju ke situs pengecekan DNS dari FBI. Anda bisa menulis alamat IP 
pada kolom pengecekan DNSChanger yang dibuat FBI ini.

Piranti lunak FBI ini akan memberi tahu apabila komputer Anda menggunakan 
server DNS jahat ini untuk mengakses internet. Apabila komputer Anda terinfeksi 
DNSChanger, Anda perlu anti-rootkit untuk mengobati infeksi.

Langkah penyembuhan ini menyulitkan karena perlu proses panjang. Jangan lupa 
buatlah cadangan data penting komputer terlebih dulu agar tidak hilang. Format 
hard drive Anda dan instal ulang sistem operasi komputer.

Jika Anda tidak mau memformat ulang PC, gunakan saja anti-rootkit yang 
disediakan gratis. Anda bisa memilih piranti lunak yang ditawarkan DCWG, 
seperti anti-rootkit dari Kaspersky Labs ini.

TDSSKiller dari Kaspersky bertujuan untuk menghancurkan malware ini. Anda juga 
bisa mendeteksi dan mencegah infeksi DNSChanger. (HP)

Kirim email ke