http://www.lampungpost.com/index.php/home/pencarian-berita/39-nasional/41185-fmpt-desak-pemerintah-bangun-jembatan-selat-sunda.html



      FMPT Desak Pemerintah Bangun Jembatan Selat Sunda     
      Jumat, 13 July 2012 19:17  

       
      ANTI KORUPSI DANA APBN. Sejumlah pengunjuk rasa yang tergabung dalam 
Forum masyarakat peduli transportasi saat mendatangi gedung Kementrian 
Keuangan, Jakarta, Jumat (13/7). Dalam aksi ini mereka mendesak Kemenkeu dapat 
mengefektifkan APBN untuk kesejahteraan rakyat dan tidak lagi dikorupsi terus 
menerus. FOTO ANTARA


      JAKARTA (Lampost.com): Sekitar 100 warga yang mengatasnamakan Forum 
Masyarakat Peduli Transportasi (FMPT) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor 
Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat mendesak pemerintah untuk segera membangun 
jembatan Selat Sunda.


      Dalam aksinya itu, mereka membawa spanduk dan poster bergambar foto 
Menkeu Agus Martowardojo yang menggambarkan rasa kekecawaan pengunjuk rasa 
terhadap Menkeu yang berencana merevisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang 
pengembangan kawasan Selat Sunda, salah satunya pembangunan jembatan.

      "Rencana revisi Perpres No 86/2011 itu dikhawatirkan akan mengulur waktu 
rencana pembangunan jembatan Selat Sunda pada 2014 nanti," kata Koordinator 
aksi FMPT, Mohammad Wasil.

      Padahal, lanjut dia, pembangunan jembatan Selat Sunda merupakan kebutuhan 
yang mendesak untuk mengatasi persoalan kemacetan dan penyebrangan dari 
Sumatera ke Jawa atau sebaliknya, yang membutuhkan waktu relatif lama.

      Terlebih saat ini di pelabuhan Merak seringkali terjadi antrean panjang 
ribuan kendaraan hingga mencapai 15 kilometer. Ini tidak hanya merugikan 
perekonomian di Jawa maupun di Sumatera, namun dapat merugikan perekonomian 
nasional, katanya.

      Menurut Wasil, tarik ulur dan rencana revisi Perpres itu justru akan 
menjadi `bomerang` dan dapat dinilai pemerintah tidak cakap untuk membuat 
aturan karena menjadikan investasi mengatung dan investor ragu menanamkan 
modalnya dalam proyek jembatan Selat Sunda.

      "Usulan revisi Perpres tersebut sama saja mengusir investor dan 
`membunuh` harapan masyarakat Banten-Sumatera khususnya dan masyarakat 
Indonesia pada umumnya. Revisi Perpres itu akan mengakibatkan rencana 
pembangunan jembatan menjadi molor karena belum tentu kementerian terkait 
menyetujui rencana revisi tersebut," paparnya.

      Oleh karena itu, mereka menuntut agar pemerintah segera membangun 
jembatan Selat Sunda untuk selamatkan ekonomi bangsa, segera melaksanakan 
Perpres No 86/2011 dan menolak revisi Perpres tersebut oleh Menkeu Agus 
Martowardojo.

      Aksi yang digelar di pinggir Jalan Wahidin tersebut menyebabkan arus 
kendaraan di sekitar lokasi tersendat. Aparat kepolisian juga terlihat 
mengamankan aksi unjuk rasa yang berjalan damai dan mengatur arus lalu lintas 
di jalan tersebut. (ANT/L-1)
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke