Ref:  Sugiri Syarief, kepala BKKPN pusatKamis, 28 Juni 2012 | 17:41,  bahwa  27 
Juta Keluarga Miskin Bergantung Hidup Pada Usaha Mikro,  
(http://www.suarapembaruan.com/nasional/27-juta-keluarga-miskin-bergantung-hidup-pada-usaha-mikro/21835
 )  Kalau dihitung bahwa keluarga hanya terdiri dari suami dan isteri 
(diabaikan hitungan pada anak dewasa yang berada dalam tanggunan mereka) maka 
jumlah penduduk miskin di NKRI adalah 54 juta orang, Jadi MDG rendah atau 
kenhidupan buruk masih  menjadi beban  bagi sangat banyak penduduk.

http://www.suarapembaruan.com/nasional/status-capaian-mdgs-rendah/22278

Status Capaian MDGs Rendah
Sabtu, 14 Juli 2012 | 8:19

 Ikrar Nusa Bhakti [google] 



[JAKARTA] Kemajuan pencapaian tujuan pembangunan milenium atau Millenium 
Development Goals (MDGs)Indonesia masih buruk. Sekalipun targetnya mulai 
diupayakan tercapai namun tetap saja status pencapaiannya masih rendah.

Padahal kesepakatan yang ditandatangani 147 kepala pemerintah dan negara saat 
konferensi tingkat tinggi millenium di New York tahun 2000 mengamanatkan 8 
butir tujuan MDGs harus dicapai tahun 2015.

Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ikrar Nusa Bhakti menilai 
akan banyak tantangan untuk mencapai penyempurnaan 8 tujuan tersebut di tahun 
2015, yang hanya tersisa tiga tahun lagi.

"Program-program pemerintah akan terganggu di antara tahun 2013-2014 karena 
adanya pemilu. Dibutuhkan peran besar pemerintah daerah dan kementerian agar 
berupaya membuat pencapaian MDGs tidak bergantung birokrasi dalam hal ini 
presiden," katanya di sela Seminar Nasional Road Map Menuju MDGs 2015 di 
Indonesia sekaligus rapat kerja tahunan perguruan tinggi negeri wilayah barat 
bidang ilmu sosial di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Jumat (13/7).

MDGs mengamanatkan delapan tujuan yakni pengentasan kemiskinan, pemerataan 
pendidikan dasar, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, pengurangan 
angka kematian anak, peningkatan kesehatan ibu hamil, melawan HIV/AIDS, malaria 
dan penyakit lain, menjamin keberlangsungan lingkungan hidup serta 
mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. 

Ikrar menegaskan amanat MDGs soal kesehatan, pendidikan dan sarana prasarana 
tumbuh kembang anak pun jangan sekadar kebijakan palsu dan lip service saat 
kampanye. Daerah yang telah mengantongi otonomi daerah pun harus menyadari 
bahwa MDGs bukanlah kebijakan pemerintah pusat semata tetapi kebijakan negara 
Indonesia.

"Jadi jangan dilihat dari pendekatan sektoral dan birokratis saja. Harus ada 
kesadaran bangsa MDGs untuk kepentingan dan kemajuan bangsa," ucapnya.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Terbuka Tian Belawati memandang komitmen 
Indonesia untuk menuju pencapaian milenium development goals (MDGs) dinilai 
berada di jalurnya, tetapi capaian targetnya masih jauh dari harapan.

Menurutnya tidak semua sasaran MDGs belum tercapai, ada beberapa capaian yang 
cukup menggembirakan. Seperti angka partisipasi pendidikan dasar yang mencapai 
100 persen hingga ke daerah serta pendidikan tinggi menuju 30 persen dalam 
partisipasi kasar dilihat dari segi akses pun mulai tercapai.

"Pendidikan itu penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan 
kemiskinan. Harus diperhatikan juga, ketika pendidikan tinggi tercapai tapi 
kalau tidak ada lapangan pekerjaan maka hanya menciptakan pengangguran 
terdidik. Sektor lain pun harus bergerak paralel," ungkapnya.

Universitas Terbuka (UT) pun secara tidak langsung menjadi gender mainstreaming 
atau menghadirkan pengarusutamaan gender. Bagi Tian, perempuan harus 
diberdayakan. Akses perempuan untuk memperoleh pendidikan dan memilihnya harus 
dibuka seluas-luasnya oleh sistem pendidikan nasional dan juga keluarga.

Saat ini UT memiliki 585.000 mahasiswa 67 persen di antaranya perempuan dan 33 
persennya laki-laki. Kendala menimba ilmu yang selama ini menghadang ibu rumah 
tangga kini tereduksi dengan hadirnya UT sejak tahun 1984. Sebab UT menerapkan 
pola pembelajaran mandiri tanpa perlu bertatap muka antara mahasiswa dan dosen. 
Sehingga ibu rumah tangga tepat bisa mengurus keluarga sambil berkuliah. [R-15]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke