Ref:  Air berlimpah-berlimpah jatuh dari langit, membuat banjir, tanah longsor 
dsb, tetapi kekurangan air bersih, barangkali rezim berkuasa melatih rakyat 
untuk menyesuaikan diri dengan keadaan gurun pasir.

http://www.tempo.co/read/news/2012/07/03/206414442/Pulau-Jawa-Krisis-Air


Sejumlah warga mengangkat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di kawasan 
Rajawali, Makassar, Sabtu (12/5). TEMPO/iqbal Lubis

 
Antri Mendapat Air Bersih

Selasa, 03 Juli 2012 | 13:35 WIB
Pulau Jawa Krisis Air  
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Bandung - Indonesia memiliki sumber daya air terbesar kelima di 
dunia. Namun, menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, ketersediaan air 
di Pulau Jawa dalam kondisi kritis. Bahkan sudah terjadi impor air secara tak 
langsung.

Potensi cadangan sumber daya air Indonesia sekitar 3.900 miliar meter kubik per 
tahun. Potensi itu berada di 5.886 aliran sungai dan 521 danau. "Jumlah potensi 
air yang dapat dimanfaatkan sekitar 690 miliar liter per tahun," ujarnya saat 
orasi ilmiah di Aula Barat ITB, Selasa, 3 Juli 2012.

Sebanyak 82 persen air permukaan secara nasional berada di Pulau Kalimantan, 
Papua, dan Sumatera. Sedangkan Pulau Jawa cuma punya 4 persen atau 124 ribu 
liter per detik. Jumlah itu tak sebanding dengan total penduduk Jawa dan Madura 
sebanyak 138 juta jiwa berdasarkan Sensus Penduduk 2011. Populasi itu separuh 
lebih dari total jumlah penduduk Indonesia, atau 58 persen. "Ketersediaan air 
tahunan di Pulau Jawa untuk penduduk dan industri serta irigasi tidak 
tercukupi," ujarnya.

Setiap penduduk Pulau Jawa hanya mendapat sekitar 1.210 liter air per tahun. 
Dengan konsep water footprint, yaitu konversi kebutuhan atau produksi pangan 
dan barang, Pulau Jawa secara tak langsung telah mengimpor air, yaitu dengan 
masuknya beras impor. "Dari hasil perhitungan indeks pemakaian air di seluruh 
Indonesia, Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT telah mencapai kondisi yang 
mengkhawatirkan," ujarnya.

Djoko tak menjelaskan spesifik langkah pemerintah untuk mengatasi masalah air 
tersebut. Ia mengajak kalangan akademisi untuk membantu memikirkan dan 
bertindak. Salah satunya menyiapkan banyak insinyur teknik hidrologi. "Di 
fakultas teknik sudah sedikit yang mau belajar teknik hidro, padahal air itu 
tantangan masalah ke depan," ujar alumnus dari UGM tersebut.

ANWAR SISWADI

Berita Terkait
  a.. Krisis Air Bersih Ancam Kabupaten Tangerang 
  b.. Krisis Air Mengancam Bali 
  c.. Tanggapan PALYJA Soal Seretnya Air Bersih di Kampung Marlina 
  d.. Seretnya Air Bersih di Kampung Marlina 
  e.. Mayoritas Industri di Tangerang Gunakan Air Tanah 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke