Harian komentar
16 Juli 2012

      Kerukunan Beragama dan Penghayatan Iman Umat Belum Mendalam 
     



Manado, KOMENTAR
Keberhasilan Gubernur Sulut SH Sarundajang dalam mendapatkan penghargaan gelar 
doctor honoris causa (HC) dari Universitas islam Negeri (UIN) Maulana Ibrahim 
Malang patut diapresiasi. Namun demikian bukan berarti kerukunan beragama dan 
penghayatan agama di Sulawesi Utara sudah baik. 

Demikian disampaikan Rohaniwan Katolik Pastor Yance Mangkey MSC kepada harian 
ini, Minggu (15/07) kemarin.
“Penghargaan yang diteri-ma SHS tersebut merupakan wujud pengakuan atas 
keru-kunan beragama di Sulut. Namun demikian harus diakui bahwa kerukunan 
beragama dan penghayatan agama dari umat beragama belum mendalam,” ujarnya. 


Terbukti, lanjut mantan Rektor Universitas De La Sale ini, masih sering terjadi 
diskriminasi dalam pandangan dan penghayatan hi-dup beragama satu dengan yang 
lain. “Perasaan dan pandangan bahwa agama saya yang paling benar dan agama dia 
yang salah masih sering muncul, sehingga membatasi hubungan dian-tara umat 
beragama. Ini bias jadi bom waktu han-curnya kerukunan beragama di Sulut. 
Karena itu ha-puslah sekat perbedaan agama dan bangunlah sikap melampaui 
perbedaan itu. Kerukunan beragama harus lebih mendalam jangan hanya dipermukaan 
saja,” pintanya.


Selain itu, pastor asal Tomohon yang lama berkarya di Roma ini menilai 
degradasi iman dan moral umat beragama masih terjadi. Terbukti dengan banyaknya 
kasus korupsi yang terjadi dan tindak kriminal lainnya yang terjadi selama ini 
justru dilakukan oleh orang-orang beragama dan yang rajin berhadiah.


“Penghayatan agama ja-ngan hanya luarnya saja dilihat bagus tapi di dalamnya 
juga. Artinya harus lebih dalam lagi untuk meng-angkat iman dan moral kita agar 
tidak lagi terdegradasi,” papar Sekretaris Provinsial MSC yang bertahun-tahun 
berkarya di Roma ini. 


Dengan kata lain, tegasnya, kerukunan beragama dan penghayati agama di Sulut 
jangan hanya sekedar say halo atau hanya terlihat me-narik di luarnya saja.(imo)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke