Ref: Kalau diikuti saran Yang Mulia Menteri Perdagangan NKRI itu baru namanya 
benar-benar berpuasa.

http://www.tribunnews.com/2012/07/20/mendag-jangan-makan-gula-dan-beras-jika-harga-tak-mau-naik

Ramadan 2012
Mendag: Jangan Makan Gula dan Beras Jika Harga Tak Mau Naik
Tribunnews.com - Jumat, 20 Juli 2012 10:46 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga bahan kebutuhan pokok di pasaran terus meroket 
seiring datangnya bulan Ramadan. Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan pun 
mengimbau kepada masyarakat agar merubah pola makan agar harga komoditi tidak 
terus mengalami kenaikan.

Gita menyarankan agar masyarakat tidak makan gula dan beras.

“Sebaiknya kita tidak makan gula atau beras secara berlebihan karena ini akan 
memicu kenaikan harga komoditas tersebut. Selain itu, kelebihan konsumsi suatu 
bahan pangan tertentu juga sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan,” katanya 
saat ditemui di pasar
Tomang Barat (Pasar Kopro), Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Menurut Gita, hal penting lainnya yang harus dilakukan masyarakat adalah sistem 
pertukaran informasi antara masyarakat yang
terdiri dari pedagang dan pembeli dan pemerintah mengenai ketersediaan bahan 
pokok di titik-titik distribusi.

“Masyarakat perlu secara aktif memberitahu kami jika terjadi kelangkaan di 
titik-titik tertentu agar kami dapat segera berkoordinasi dengan para pelaku 
usaha untuk mengisi kekosongan tersebut,” pesan dia.

Kepada masyarakat Gita juga berpesan agar selama bulan puasa dan lebaran tidak 
melakukan pembelian bahan
kebutuhan pokok secara berlebihan.

“Pembelian yang berlebihan akan memicu kenaikan harga. Masyarakat seharusnya 
tidak perlu khawatir karena pemerintah akan terus
menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok,” tegasnya.

Pemerintah lanjut Gita juga berkomitmen untuk secara intensif memantau 
perkembangan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar selama 
bulan puasa dan lebaran.

Hal ini tidak lain bertujuan agar harga sembako tetap terjangkau dan tidak 
semakin liar baik menjelang puasa dan lebaran nantinya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke