http://www.tribunnews.com/2012/07/20/gaya-presiden-sby-memang-seperti-itu

Gaya Presiden SBY Memang Seperti Itu
Tribunnews.com - Jumat, 20 Juli 2012 12:15 WIB

 Kompas Jogja/FERGANATA INDRA RIATMOKOPresiden Susilo Bambang Yudhoyono memukul 
bedug setelah berpidato pada acara Peringatan Hari Lahir ke-78 Gerakan Pemuda 
Ansor di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (16/7/2012) malam. Dalam 
acara tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus membuka kegiatan The 
1st International Islamic Financial Inclusion Summit yang berlangsung hingga 18 
Juli mendatang. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO 




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Syaifudin, dapat 
memahami Presiden SBY tak tegas mengambil sikap terhadap para menterinya yang 
tak becus membagi energi dalam tugas pemerintahan dan partai politik (parpol).

Dengan karakter yang ditampilkan selama memimpin, dapat dimaklumi bila Presiden 
SBY hanya bisa mengimbau mengundurkan diri kepada menteri yang lebih 
mementingkan parpol dibandingkan tugas negara.

"Presiden kita memang sytle dan gayanya seperti itu, santun, sangat hati-hati, 
dan menjaga perasaan, meskipun itu terhadap pembantu-pembantunya sekalipun, 
terhadap menteri-menterinya," kata Lukman di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan, 
Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Lukman merasa yakin sebenarnya SBY tahu kemutlakkan kewenangan dan hak-haknya 
sebagai presiden ada di tangannya, termasuk memberhentikan menteri-menteri. 
Namun, saat ini Presiden SBY tak melakukan itu.

Karena Presiden SBY hanya mengimbau mengundur diri sebagaimana gayanya selama 
ini, lanjut Lukman, maka selanjutnya yang dituntut adalah sensitifitas atau 
kepekaan dari para menteri yang merasa tersindir imbauan itu.

Jika para menteri yang merasa tersindir pernyataan sang presiden tak juga 
berubah, maka sudah seharusnya SBY lebih tegas menggunakan hak dan 
kewenangannya dengan memberhentikannya.

"(Para menteri itu) harus bisa lebih menangkap apa sebenarnya yang (Presiden 
SBY) kehendaki. Kalau dengan sinyal-sinyal seperti itu ternyata tidak ada 
perubahan dan pengaruh, presiden harus bisa lebih tegas kalau merasa 
menteri-menterinya terlalu mengganggu ritme jalannya roda kabinet dan 
pemerintah, presiden harus tegas mengganti menteri-menteri yang dinilai sudah 
enggak sesuai lagi dengan harapannya," tegas politisi PPP itu seraya mengatakan 
hanya Presiden SBY yang tahu menteri-menteri yang lebih sibuk mengurusi 
parpolnya.

Berita lainnya 

  a.. SBY: Kita Akui Masih Banyak Kekurangan 
  b.. Biaya Perjalanan Dinas Kementerian Rp 23,9 Triliun 
  c.. Biaya Persiapan Rapat Presiden SBY Rp 546 Juta


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke