PKL Indonesia Segera Miliki Koperasi
http://www.gatra.com/ekonomi/46-ekonomi/15116--pkl-indonesia-segera-miliki-koperasi
Wednesday, 11 July 2012 03:25 

Jakarta - Permodalan merupakan kendala utama Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam 
mengembangkan usahanya. Mengatasi hal itu, Asosiasi Pedagang Kaki Lima 
Indonesia (APKLI) segera meresmikan koperasi PKL."Saya sampaikan, per Juli 
2012, koperasi PKL akan segera beroperasi," kata Ketua Umum Dewan Pengurus 
Pusat (DPP) APKLI, Mahsun M Biomed, usai melantik jajaran pengurus Badan 
Kemitraan serta Lembaga Advokasi dan Sertifikasi DPP APKLI di kantornya, 
bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2012) malam.

Menurutnya, koperasi tersebut akan memberikan akses permodalan kepada PKL yang 
berbunga rendah dan terjangkau, sehingga PKL mempunyai daya saing tinggi 
terhadap pasar modern yang kian terus menjamur di tiap penjuru negeri ini. 
"Mereka akan mendapat akses modal yang jauh lebih murah dan terjangkau. Jadilah 
PKL tidak akan pernah takut bersaing dengan pasar modern karena kita punya 
sistem dan kita injek dengan sistem modern. Jumlah PKL itu 28 juta, sampai 
2016, 10 juta akan kita akseskan untuk dapat kredit murah dengan bunga yang 
terjangkau," ujarnya.

Menurut Mahsun, dalam menjalankan program yang telah dilaksanakan untuk membina 
dan mengembangkan PKL di tanah air yang jumlahnya mencapai 28 juta itu, APKLI 
telah melakukan advokasi kebijakan pemerintah dan memberikan pelatihan 
manajemen. "Yang sudah terealisir adalah advokasi kepada kebijakan pemerintah. 
Kemudian, kami sudah berikan triger dan bansos, berupa grobak di 20 daerah," 
ujarnya.

Diungkapkannya, lapak di seluruh Indonesia berjumlah 25 juta unit dan menyerap 
90 juta tenaga keraja dan menyumbang 80 persen per tahun terhadap transaksi 
ritel. "Delapan puluh (80) persen transaksi ritel per tahun secara nasional 
disumbang oleh PKL. Bahkan, PKL teruji tahan terhadap krisis, sebagaimana yang 
terjadi tahun 1998," ujarnya.

Atas dasar itu, Mahsun berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang 
memberdayakan, menata, dan memberikan pendampingan kepada PKL. "Kami tidak 
pernah mengeluh kepada pemerintah, kami juga tidak ingin ada langkah-langkah 
yang sifatnya fisikli kekerasan. Tapi kami ingin membuka pemerintah berdialog, 
berkomunikasi dengan APKLI dalam rangka pendampingan, pemberdayaan, dan 
penataan PKL," pungkasnya. [IS]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke