http://www.suarapembaruan.com/home/dahlan-siap-bongkar-bumn-terindikasi-korupsi/22322

Dahlan Siap Bongkar BUMN Terindikasi Korupsi
Senin, 16 Juli 2012 | 14:45

Ilustrasi korupsi. [google]



[JAKARTA] Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan pengelolaan semua BUMN harus 
semakin transparan agar kinerja perusahaan semakin bagus.

"Kalau ada temuan penyimpangan yang mengindikasikan korupsi, tidak terkecuali 
di Telkom, harus dibongkar. Bongkar sajalah," kata Dahlan, usai melakukan uji 
coba mobil listrik, di Gedung Kemenristek, Jakarta, Senin.

Dahlan menanggapi keterangan dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran 
(FITRA) bahwa terdapat 24 BUMN yang berpotensi sebagai lembaga negara yang 
korup.

Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, mengatakan 
temuan indikasi korupsi tersebut berdasarkan analisis hasil audit BPK tahun 
2005-2011.

Dari 24 perusahaan pelat merah tersebut, dianilisis bahwa potensi terkorup 
adalah PT Telkom Tbk, disusul PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Jasa Marga 
Tbk.

Selanjutnya PT Bahana PUI, PT PLN, PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, 
PT Pertamina, PT Danareksa, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Potensi kerugian negara dari 24 BUMN tersebut diperkirakan Rp4,9 triliun dan 
305 juta dolar AS.

Khusus di Telkom, FITRA menjelaskan penyimpangan anggaran yang merugikan negara 
diperkirakan mencapai Rp12 miliar dan 130 juta dolar AS.

Menanggapi hal itu, Dahlan Iskan mengaku tidak kaget atas laporan FITRA 
tersebut.

"Hah cuma segitu (24 BUMN, red) seharusnya lebih dari itu," ujarnya.

Meski demikian mantan Dirut PT PLN ini mengakui masih tidak mengetahui tolak 
ukur disebutkan terjadi penyimpangan atau korupsi.

"Antara koruspi dana anggaran beda tipis terutama soal pengelolaannya," 
tegasnya.

Ia menjelaskan, ada direksi yang administrasinya bagus, tapi mereka itu tidak 
korupsi.

"Banyak orang yang tidak korupsi tapi administrasinya kurang sempurna tapi 
dianggap korupsi," ujarnya.

Terkait nama besar Telkom yang masuk dalam daftar terindikasi potensi korupsi, 
Dahlan menuturkan, seharusnya tidak seperti itu.

"Saya tidak harus panggil mereka (manajemen Telkom), karena sudah kewajiban 
mereka bagaimana agar perusahaan itu bersih," katanya. [Ant/L-9]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke