Agenda Dibalik Pencitraan Menteri BUMN Dahlan Iskanoleh TrioMacan2000
Eng ing eeeng..saya pernah jelaskan tentang kehebatan akun @ratu_adil.
Bagaimana dia bisa tahu dan bocorkan hasil Rapat Istana terkait
Petral. Tanggal 15 Mei 2012, tidak sampai 18 jam setelah rapat rahasia
Presiden, 5 Menteri dan Dirut Pertamina, @ratu_adil bisa bocorkan ke publik.
Rapat mendadak dan rahasia di istana itu sebenarnya khusus membahas 3 hal :
* Isu miring seputar pengangkatan Direksi Pertamina,
* Isu tentang rencana pengalihan Impor BBM RI dari Petral dan,
* Isu2 Korupsi di Pertamina dan Petral yg dilontarkan akun
@TrioMacan2000.
Khusus tentang info korupsi yg dituduhkan TM2000, sebelumnya Presiden SBY
sudah perintahkan Staf Khusus Istana untuk print twit2 TM2000. Disisi
lain, Presiden juga sudah menerima laporan dugaan korupsi itu dari satu
Lembaga Intelejen Negara. SBY cukup info untuk bahas di rapat. Makanya
sangat mengejutkan SBY dan Istana ketika rapat rahasia itu bisa bocor ke publik
melalui twit2 @ratu_adil .
SBY
marah besar. Menteri2 yg hadir dalam rapat rahasia itu saling curiga dan jadi
sasaran kemarahan Presiden. Siapa yang membocorkan? Kenapa berani? Motifnya?
SBY sempat curigai Jero Watjik yg bocorkan
rapat rahasia itu dgn laporkan hasil rapat ke Hatta Rajasa (yang saat
itu berhalangan hadir). Sebab itu ketika hari sabtu saat SBY ketemu
Hatta Rajasa, SBY tanya pada Hatta apakah dia bocorkan rapat penting
itu. Hatta kaget!! Hatta bantah keras dan katakan dia tidak pernah
bocorkan rapat rahasia itu dan rapat2 lain yang mana pun. SBY percaya.
Hatta ga mgkin bohong.
Lalu SBY tugaskan Lembaga
Intelejen untuk cari tahu siapa sesungguhnya yg jadi pembocor rapat
rahasia itu. Sebelum Lembaga Intelejen bekerja dan dapat hasilnya, akun
TM2000 sempat dituduh sebagai pembocor dan berkomplot dgn @ratu_adil. Akibatnya
Admin TM2000 sempat "diculik" Staf Istana dan "diinterogasi" terkait kebocoran
rahasia negara itu. Hasilnya : CLEAR.
Saya bisa buktikan bahwa saya tidak ada hubungan dgn @ratu_adil . Saya juga
bisa buktikan bahwa saya hanya meretwit kembali twit2 @ratu_adil. Namun,
kegusaran SBY tidak berlangsung lama. Lembaga Intelejen sudah beri
laporan ke Presiden tentang siapa itu Admin @ratu_adil sang pembocor.
Selain menyampaikan data2 tentang Admin @ratu_adil ke Presiden, juga
disampaikan analisa tentang motif dan tujuan pembocorannya.
Tadi malam saya dapat bocoran tentang hasil laporan ke Presiden tsb. Saya
fikir ada baiknya publik tahu melalui twitterland sebagai pencerahan.
Dari hasil laporan Lembaga Intelejen ke Presiden tsb disebutkan bahwa
Admin @ratu_adil adalah orang dekat Dahlan Iskan sendiri. Saya menduga orang yg
dimaksud adalah salah seorang penulis naskah tulisan Dahlan Iskan yg sering
dimuat di media massa. Disebutkan ada beberapa motif Dahlan
Iskan membocorkan rapat istana yg sangat rahasia ke publik. Diantaranya
: memojokan SBY. Selain memojokan SBY, juga utk menghantam Menteri2
lain, menaikan citra Dahlan Iskan sekaligus jadi bumper agar dia tidak
dipecat SBY.
Selain bocorkan rapat istana itu, Dahlan Iskan melalui orang2 dekatnya juga
meniupkan isu rencana pengunduran dirinya dari
kabinet. Isu itu ditiupkan dgn kesan dan giring opini publik bahwa
Dahlan Iskan sudah siap mundur namun BATAL karna dicegah oleh orang2 dekatnya.
Dalam rapat rahasia SBY, Menteri2 dan Dirut Pertamina itu, diumbar kemarahan
SBY yg merasa dirinya telah dilecehkan @iskan_dahlan.
Sekian..
Berita Terkait :
Ada Mafia yang Lebih Besar yang Ingin Rebut Bisnis Migas - Istana Negara
By @ratu_adil
Wow, libur-libur dapat info menarik dari Istana Negara.. Kultwit aah
Meneg BUMN Dahlan Iskan mempertimbangkan akan MUNDUR dari Kabinet
Indonesia Bersatu, Pertimbangan mundur Dahlan Iskan ini dipicu oleh
pertemuan Selasa malam (15/05) di Istana Negara
Selain Meneg
BUMN Dahlan Iskan dan Presiden SBY sebagai tuan rumah; turut hadir dalam
pertemuan tadi malam : Yaitu Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero
Wacik, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Dirut Pertamina Karen
Agustiawan
Ada 2 Agenda dalam pertemuan di Istana Negara tadi malam
Pertama, Pengangkatan dan Pemberhentian Komisaris/Direksi Pertamina
Kedua: Membahas isu2 yang beredar di social media dan pernyataan sejumlah
anggota DPR terkait pengadaan BBM
Di awal pertemuan, Jero Wacik mengeluh terkait pemilihan Komisaris dan
Direksi Pertamina : "Bapak Presiden, soal Dewan Komisaris dan Direksi
Pertamina, Pak Dahlan tidak melibatkan saya," kata Jero Wacik, Dahlan
sontak menyahut, "Mohon maaf Bapak Presiden, saya baru tahu kalau
pertemuan ini mempermasalahkan kewenangan saya," Jero Wacik pun
membalas, "Betul itu kewenangan Pak Dahlan, tapi tolong saya diajak
bicara karena tataran kebijakan energi ada di kami," Dahlan membalas
lagi, "Pergantian Direksi BUMN adalah Konsep 'the dream team', saya
sudah sampaikan dalam sidang kabinet,"
Seperti diketahui, Meneg
BUMN Dahlan Iskan memang tengah menggodok konsep "the dream team" yang
intinya supaya BUMN itu maju. "BUMN tidak maju apabila direksinya tidak
kompak," jelas Dahlan di Istana Negara tadi malam
Asumsi Dahlan
Iskan, untuk bisa kompak, BUMN harus dibentuk tim yang kuat melalui
konsep "The Dream Team", Direksi BUMN yang pintar belum tentu sebuah tim
yang kuat. Harus ada diskusi antara Kementerian BUMN dengan
masing-masing Dirut BUMN," Direktur utama BUMN, lanjut Dahlan, merupakan
pihak yang mengajukan nama untuk diperiksa, apakah ada yang tidak
memenuhi syarat, Misalnya tidak pernah fit and proper test atau ada
catatan dibidang integritas. Itu diproses dan disampaikan ke Dirutnya,"
kata Dahlan, Soal Tim Penilai Akhir (TPA), lanjut Dahlan, hanya berlaku
bagi Direktur Utama BUMN tertentu, TPA ketuanya Presiden, apabila
Presiden setuju berarti TPA setuju," ujar Dahlan Iskan
Kembali
ke Istana Negara, Presiden SBY mengatakan, "Soal Direksi Pertamina, saya
dianggap seperti tidak ada," katanya .... Duaarr, bagai disambar petir
Dahlan terhenyak dengan perkataan Presiden SBY, semua yang hadir menahan
nafas, Dahlan pun menunggu apa yang akan disampaikan Presiden SBY,
Dahlan seketika menyadari, Menko Perekonomian Hatta Rajasa tidak ikut
hadir dalam pertemuan tersebut
Kenapa bisa terjadi perseteruan antara SBY dengan Dahlan Iskan? #Tebak2an
Berkaitankah dengan Hatta Rajasa?
Mari kita simak sedikit ke belakang alias flashback.. Anggap saja ada prequel
Pada 8 Maret 2012, Dahlan mencopot Wakil Komisaris Utama Pertamina Umar
Said dan Komisaris Triharyo Susilo. Umar Said berusia lebih dari 70
tahun. Meski UU BUMN tidak mensyaratkan soal usia komisaris, namun
efektifitas pengawasan dipertanyakan. Sebelum berhenti, Umar Said
dijuluki sebagai DON Pertamina. Apapun yang dilakukan oleh Dewan Direksi
Pertamina harus se-izin Said, Sebagai contoh, pada 2010 ada tender
pembangunan RFCC Kilang Cilacap (Proyek Cilacap) berkolaborasi dengan
Komisaris Triharyo Soesilo, Said kemudian membatalkan hasil tender yang
telah dimenangkan oleh SK Engineering dari Korea
Kemudian Said
dan Triharyo mengusung sebuah konsorsium perusahaan untuk memenangkan
tender tersebut. Perusahaan tersebut adalah konsorsium PT Rekayasa
Industri dengan partnernya SK Engineering Company dan Toyo Engineering.
Dengan berbagai cara, Said dan Triharyo berusaha untuk memenangkan
konsorsium Rekayasa Industri, Hingga saat ini, belum ada info kelanjutan
proyek RFCC Cilacap tersebut
Tapi duet Said dan Triharyo
memang kerap ikut campur masalah keorganisasian dan personalia
Pertamina. Selama kurun waktu Said di Pertamina, sudah beberapa kali
organisasi Pertamina diubah terus sesuai dengan Said dan Triharyo, Yang
sangat mencolok adalah perubahan organisasi yang berhubungan dengan
pembelian minyak Pertamina. Unit yang melakukan pembelian di Pertamina
adalah Integrated Supply Chain (ISC). Organisasi ini dari awalnya tidak
dapat dibereskan dengan baik karena berbagai kepentingan ada didalamnya
ISC dibentuk 5 tahun lalu atas rekomendasi Said dengan referensi dari
konsultan McKinsey yang dibayar Pertamina USD 100 juta, Pembentukan ISC
merupakan perubahan yang cukup mendasar bagi organisasi Pertamina di
sektor hilir
Sejak adanya organisasi ISC, perencanaan Pertamina
menjadi tidak fokus, ISC jadi alat untuk memuluskan berbagai perusahaan
untuk mensuplai kebutuhan minyak Pertamina oleh Said danTriharyo,
Karena alasan tertentu, Said dan Triharyo di tahun 2010 berniat merombak
membubarkan ISC dan memindahkannya ke bawah Direktur Umum, Kebijakan
ini dinilai aneh, karena sangat tidak sesuai dengan kompentensi Direktur
Umum Pertamina
Pengadaan minyak harus mempunyai keahlian dan
diposisikan dalam Direktorat yang tepat, Tindakan Said dan Triharyo
cenderung tidak dilandaskan pada pemikiran yang matang dan tepat, tapi
lebih pada alasan bisnis pribadi
Mungkin banyak orang bertanya-tanya mengapa Umar Said bisa menjadi demikian
berkuasa di Pertamina
FYI, Said selalu menyatakan dirinya bahwa dia adalah wakil dari
Presiden SBY di Pertamina. Faktanya Said adalah tim sukses Presiden SBY
dalam pemilu 2009 bersama Jenderal Sutanto. Karena "posisi"-nya dan
kedekatannya dengan partai Demokrat itulah banyak sekali orang yang
percaya dan akhirnya merasa takut kepada Said
Fakta mengenai
Triharyo atau dikenal koleganya di ITB sebagai Hengky adalah saudara
ipar dari Sri Mulyani, Sebelumnya, Triharyo menjabat sebagai Dirut PT
Rekayasa Industri sebagai kontraktor RFCC
Kembali ke situasi
Istana, Apakah betul pemicu kemarahan Presiden SBY yang menganggap
seolah-olah tidak ada, terkait dengan Said?
"Bu Karen, apakah
betul Direksi Pertamina yang baru masukan dari Ibu, seperti yang
dikatakan Pak Dahlan?" tanya Presiden SBY, Dirut Pertamina kemudian
menjawab, "Betul Pak, kami serahkan beberapa nama untuk diperiksa
kementerian," kata Karen
"Beredar isu pengangkatan Direktur
Pemasaran dan Niaga dan Direktorat Pengolahan tak lepas dari tekanan
pengusaha?" kata Presiden SBY
Dahlan mungkin berpikir keras "Apakah Presiden SBY sudah memiliki calon lain
diluar nama yang diajukan Dirut Pertamina?"
Jero Wacik, Gita Wirjawan dan Sudi Silalahi kontan menghela nafas sembari
menatap Dahlan yang sedang menunggu jawaban
"Kami telah memeriksa keduanya berdasarkan integritas dan kapabilitas, keduanya
profesional," tegas Dahlan
Seperti diketahui, pada 18 April 2012 Dahlan merombak dan mengangkat Direksi
Pertamina yaitu:
Chrisna Damayanto sebagai Direktur Pengolahan, Hanung Budya Yuktyanta
sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga, Evita Maryanti sebagai Direktur
SDM, Luhur Budi sebagai Direktur Umum, Hari Kulyarto sebagai Direktur
Gas
Chrisna sendiri pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam
kasus Zatapi yang sudah di SP3 oleh Mabes Polri di tahun 2010, Sedangkan
Hanung adalah bekas Deputi Pemasaran dan Niaga era Ahmad Faisal, Faisal
dan Budya adalah konseptor awal konversi Migas di era SBY - JK,
Sebetulnya Faisal berpeluang besar menggantikan Ari Soemarno tapi
kandas, karena lebih dekat dengan JK, selain itu ideologinya pro
Soekarno, Sebelum menjadi Deputi, Hanung pernah menjadi Dirut Petral,
Namun pada masa SBY-Boediono, Hanung dipindahkan menjadi Dirut Badak NGL
Petral adalah anak perusahaan Pertamina yang tengah jadi sorotan dan
disebut-sebut terkait dengan Mafia Minyak Muhammad Reza Chalid. Petral
sempat mengundang pers di kantornya, Singapura pada Februari 2012.
Sehubungan dengan Petral ini, Presiden SBY bertanya "Bu Karen, bagaimana
Anda menjawab tuduhan Petral sarang korupsi, "Bapak Presiden, kami
sudah mendengar tuduhan tersebut, kami telah undang media, tepat pada
saat tender berlangsung," kata Karen, Karen menjawab, "Petral telah
diaudit lembaga audit internasional. Kami telah umumkan tadi pagi untuk
opsi pembelian langsung ke produsen"
Selasa pagi, Karen
mengatakan, Pertamina akan mengimpor minyak mentah dan BBM secara
langsung ke produsen mulai kuartal III 2012, "Kami mesti memastikan
langkah tersebut tidak menimbulkan risiko dalam prinsip kehati-hatian,"
lanjut Karen, Dalam kontrak pembelian langsung, lanjut Karen, memang
memerlukan pembicaraan antar pemerintah (G2G) terlebih dahulu
Karen juga mengatakan, Pertamina akan mengupayakan penyerapan minyak
mentah domestik secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan kilang BBM,
"Melalui upaya tersebut, kami ingin meningkatkan ketahanan pasokan
energi nasional dan mendukung optimalisasi kinerja Petral," kata Karen,
Menurut dia, sistem pengadaan minyak mentah dan BBM yang dilakukan
Petral selama ini telah berjalan dengan baik dan sesuai GCG, Namun,
lanjut Karen, Pertamina akan terus melakukan perbaikan secara
berkesinambungan
Sementara terkait dugaan Petral sarang
korupsi, (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sudah siap
menindak lanjuti "Kami mendukung proses hukum ! Tapi kami lawan
politisasi Petral," tegas FSPPB
Kembali ke Istana, Mensesneg Sudi Silalahi menyela pembahasan soal Petral
tersebut
"Untuk menanggapi soalan Petral, Bapak Presiden bisa menerbitkan Inpres
BBM dan Refinery," kata Sudi Silalahi, Menteri Perdagangan Gita
Wirjawan pun menyepakati itu, "Menteri Perdagangan melalui Pusat
Perdagangan Indonesia siap mengambil alih kewenangan Petral," kata Sudi,
Gita tidak mengiyakan, karena publik pun sedang menyoroti Pusat
Perdagangan Indonesia dalam hal impor gula
Silang pendapat saat
ini soal pembelian minyak mentah ada 2, pertama pembelian langsung
melalui NOC atau kedua pembelian melalui makelar
Apalagi isu Petral sangat seksi, banyak pihak bermain
Saya yakin bahwa isu Petral bukan soal Muhammad Reza Chalid semata,
Karena sekarang opsinya lebih condong Petral dibubarkan atau dipindah ke
Indonesia dengan bentuk lain
Pertanyaan kemudian adalah jika Muhammad Reza Chalid disingkirkan dari Petral,
siapa yang akan diuntungkan?
Pernyataan Sudi Silalahi di Istana Negara Selasa Malam merupakan titik
terang jawaban siapa yang bermain dalam kasus Petral, Kasus Petral jelas
didesain oleh Istana untuk merebut bisnis impor minyaknya Muhammad Reza
Chalid dan Hatta Rajasa
Ada kepentingan yang lebih besar di
balik kasus Petral, ini bukan soal korupsi semata. Ada Mafia yang lebih
besar yang ingin merebut bisnis migas Muhammad Reza Chalid, yaitu Istana
Negara. Hampir dapat dipastikan, jika Petral dibubarkan, akan terjadi
tender pengimpor migas yang pesertanya pemain2 migas raksasa Asing
Kembali ke Istana, pertemuan belum menghasilkan keputusan apapun.
Presiden SBY pun mempersilahkan tamu2nya pulang. Rabu (16/05) Hatta
Rajasa mengaku tidak diundang Istana dalam pertemuan Selasa Malam
Kenapa Hatta Rajasa yang berada di atas Menteri BUMN dan Perdagangan tidak
diundang?
Permainan apa yang sedang dilancarkan Istana dalam kasus Petral yang njelimet
dan penuh kepentingan itu?
Bagaimana nasib Dahlan Iskan di tengah permainan ini?
Mungkin Dahlan Iskan akan berkata "Politik itu Sadis ! Tapi Minyak lebih Sadis
!"
Sekian dulu serial twit ini, terima kasih atas waktunya :)
[Non-text portions of this message have been removed]