Blogtrottr
----- 原始郵件----- 
寄件者: Budaya Tionghoa 
收件者: [email protected] 
傳送日期: 2012年7月19日 19:05
主旨: [budaya_tionghua] Fwd: Blog Tionghoa: Sydney Ritenberg : Yahudi Amerika 
Pertama Yang Menjadi Member PKT



            Blog Tionghoa 
            Direktori Tulisan Member , Admin & Moderator Komunitas Budaya 
Tionghoa 
     
            Sydney Ritenberg : Yahudi Amerika Pertama Yang Menjadi Member PKT 
            Jul 19th 2012, 03:49 


            [Photo Courtesy : chinadaily.com.cn , "Mao dan Rittenberg di tahun 
1960]

            Budaya-Tionghoa.Net | Orang Amerika pertama yang bergabung ke 
Partai Komunis Tiongkok semakin mendekati usia seabad . Pada bulan depan dia 
akan berusia 91 tahun.  Tiba sebagai pakar bahasa untuk militer Amerika Serikat 
, Sidney Rittenberg , memilih tinggal pasca Perang Dunia II , untuk bergabung 
dengan revolusi Komunis

            Rittenberg tiba di Kunming setelah Jepang menyerah kalah dalam 
Perang Dunia II. Menurut China Daily , Rittenberg kelahiran 14 Agustus 1921 ini 
mulai beralih ke ideologi komunis saat dia masih dinas di militer. Dia marah 
ketika mendengar seorang penarik rickshaw menerima kompensasi hanya 14 USD dari 
pemerintah Nasionalis saat anaknya tewas oleh seorang pengemudi yang mabuk , 
seorang ahli bedah Amerika.

            Dia terkesan oleh peristiwa itu dan seiring waktu idealisme nya 
tumbuh dan berkembang dan memutuskan menetap di Tiongkok ketika tentara Amerika 
Serikat bersiap untuk kembali.  Di Tiongkok , Rittenberg yang berdarah Yahudi 
ini dikenal sebagai Li Dunbai (Ritenberg)  李敦白 , dia berjalan kaki ke gunung 
perlindungan para gerilyawan Komunis di Yan’an di tahun 1946. Dia datang untuk 
mengetahui lingkaran dalam dari para pemimpin Komunis .

            Para pemimpin kemudian menggunakan Rittenberg untuk memoles dan 
mengedit pesan-pesan mereka kedalam bahasa Inggris yang sempurna. Rittenberg 
juga menerjemahkan sebagian dari tulisan-tulisan Mao . Ritenberg berkerja juga 
di New China News Agency , Xinhua dan Radio Beijing.

            Rittenberg mengakui bahwa dia tertarik dengan Partai Komunis , 
terutama dalam memberi bantuan ke masyarakat miskin. Dalam sebuah wawancara 
bersama mediaGuardian , Ritenberg , mencatat bahwa para pemimpin dalam 
keseharian di hari awalnya ,menjalani hidup sederhana dan makan hemat.

            Kawasan Yan’an menjadi markas besar Komunis sampai tahun 1948 dan 
sekarang menjadi objek wisata , meskipun telah dibersihkan baik secara fisik 
maupun historis.

            Ritenberg sering diminta tentang kesannya terhadap Mao , yang dia 
sebut sebagai genius historis dan kriminal historis . Ritenberg seperti yang 
dikutip dari New York Times , berkesan akan Mao sebagai pribadi yang menyendiri 
, berbicara sangat lambat dan terkadang Mao juga bisa menjadi pendengar yang 
baik . Mao juga meriah dan jenaka.

            Pada tahun 1956 , Rittenberg menikah dengan seorang wanita Tionghua 
, Wang Yulin . Mereka masih menikah dan hidup di Fox Island , Washington , 
memiliki tiga putri dan seorang putra.

            Ritenberg menghabiskan waktu selama 34 tahun di Tiongkok  
(1944-1979), sejak dari kemenangan komunis dalam revolusi , horror yang terjadi 
dalam Great Leap Forward dan bencana kelaparan . Dalam berbagai wawancara , 
Ritenberg tampak sedih ,  marah dan malu dengan kerusakan yang terjadi pada 
tahun-tahun kelam dalam sejarah Tiongkok tersebut.

            Rittenberg mulai memasuki masa kelam dengan dipenjarakan dua kali 
di Tiongkok. Para revolusioner menyalahkan kekuatan seperti Inggris dan 
Perancis sebagai penyebab masalah di Tiongkok sehingga orang asing termasuk 
Rittenberg dipandang dengan penuh kecurigaan. Penahanan yang pertama adalah 
tahun 1949 dan penahanan kedua atas perintah dari istri Mao , Jiang Qing. 
Penahanan pertama karena Rittenberg dianggap sebagai bagian dari jaringan 
mata-mata . Stalin juga meminta Mao untuk menahan Rittenbeg. Selama setahun 
Rittenberg melalui hari yang kelam dalam ruang sendiri yang benar-benar gelap.

            Rittenberg mempunyai kesan terhadap Jiang Qing yang dikatakannya 
sebagai wanita yang fantastis , sebaliknya istri Rittenberg berpendapat bahwa 
Jiang Qing adalah wanita yang mengerikan” seperti yang dikutip dari New York 
Times .  Rittenberg menghabiskan waktu di penjara dengan total 16 tahun.

            Terhadap kesannya saat dipenjara , Rittenberg mengatakan seperti 
yang dikutip dari BBC : “Saya merasa benar-benar sakit. Ini seperti anda 
mempunyai kekasih dan telah berhubungan asmara selama beberapa tahun yang luar 
biasa . Seketika , wanita itu tampak dipengadilan dan menuduh anda memperkosa”.

            Ritenberg belum juga kehilangan rasa cintanya terhadap Komunis 
Tiongkok dan ketika ketua Mao melancarkan Revolusi Kebudayaan di tahun 1966 , 
Rittenberg ikut dalam histeria pada masa itu. Pada tahun 1967 , Rittenberg 
memimpin “Dr. Norman Bethune - Yan’an Rebel Group” dengan anggota 70 orang. Dia 
memimpin perjuangan politik diChina Radio Internasional (CRI).

            Di tahun 1968 , beberapa member  “Dr. Norman Bethune-Yan’an Rebel 
Group” ditahan , diantaranya adalah Israel Epstein dan Rittenberg. Ironisnya , 
Rittenberg di tahan karena dituduh punya hubungan dekat dengan Liu Shaoqi , 
yang sebelumnya menjadi sasaran kritik dari Rittenberg sendiri.

            Rittenberg dibebaskan pada tahun 1977 , dan dikembalikan ke Amerika 
Serikat pada tahun 1979 untuk satu liburan dan dia menulis sebuah essay untuk 
Times.

            Di tahun 1993 , Rittenberg menulis sebuah buku berjudul The Man Wo 
Stayed Behinddengan bantuan Amanda Bennet. Ritenberg dan istrinya membuka 
perusahaan konsultan bernama Rittenberg and Associates . Rittenberg  juga 
banyak dicari perusahaan raksasa yang hendak melakukan bisnis di Tiongkok , 
sebagai konsultan. Daftar kliennya termasuk Intel , Nextel , Microsoft dan 
sejenisnya.

            Michal Bristow dari BBC menulis bahwa Rittenberg dalam usia ke 89 
tahun lalu ,  tidak pernah menghilangkan rasa cintanya terhadap Tiongkok dan 
rakyatnya . “I Am American but I Am China’s American” kata Sydney seperti yang 
dikutip dari China Daily

            Huang Dada

            Web : 
http://web.budaya-tionghoa.net/the-history-of-china/republik-rakyat-tiongkok-people-republic-of-china/2181-sydney-ritenberg-yahudi-amerika-pertama-yang-menjadi-member-pkt-
 

            REFERENSI : 

            Bristow , Michael., (30 Juni 2011) , “Sydney Ritenberg : Chairman 
Mao’s Favourite American” , BBC McDonald , Mark., (10 Juli 2012) , “The Man Who 
Stayed Behind In China Comes Into Focus” , New York  Times Wu Qiyao , (05 Juli 
2012) , “Building Trust , Step by Step” , China Daily

            Budaya-Tionghoa.Net | Mailing List Budaya Tionghua | Facebook Group 
Budaya Tionghoa

           
     
            You are receiving this email because you subscribed to this feed at 
blogtrottr.com.

            If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe 
from this feed, or manage all your subscriptions  
     





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke