http://www.suarapembaruan.com/home/pasangan-lanjut-usia-tewas-dihakimi-massa-di-aceh/22503

Pasangan Lanjut Usia Tewas Dihakimi Massa di Aceh
Senin, 23 Juli 2012 | 8:13

Ilustrasi tewas dianiaya dan rumahnya dibakar [google][BANDA ACEH] Pasangan 
suami istri lanjut usia, Ahmad Johan (73) dan Maimunah benti Abdullah (70), 
tewas setelah dihakimi ratusan massa di Desa Cot Saleut, Kecamatan Peusangan 
pada, Sabtu (21/7) dini hari. 

Korban amuk massa itu dituduh melakukan praktik dukun santet di desa tersebut. 
Selain membunuh pasangan usia lanjut itu, warga juga membakar rumah korban. 

Insiden pada Sabtu dini hari itu terjadi setelah serombongan massa menjemput 
Maimunah binti Abdullah yang sedang tidur nyenyak dari rumahnya. 

Sedangkan suaminya, Ahmad Johan sedang tidur di rumah istri ketiganya, 
Nurhayati. Istri pertama Ahmad Johan sudah meninggal. Ahmad walau beristri tiga 
sangat akur dalam keluarga dan tinggalnyapun saling berdempetan rumah. 

Kapolres Bireuen melalui Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi membenarkan insiden 
itu terjadi pada, Sabtu (21/7) lalu, dan pihaknya telah memeriksa beberapa 
orang yang diduga sebagai pelaku dalam aksi pembunuhan massa tersebut. 

Pembunuhan sadis yang menewaskan pasangan suami istri itu, menurut polisi, 
sebagian besar dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. 

Namun aparat telah mengantongi sejumlah nama pelaku, yang dicurigai sebagai 
dalang dan aparat akan memeriksa sejumlah nama yaang dinyakini terlibat dalam 
pembunuhan itu. 

Salah seorang anak korban Syatariah mengatakan, ibu dan ayahnya digertak saja 
sudah meninggal, kenapa mereka tega membunuh orang tuanya dengan cara sadis 
seperti itu, dan semua orang menonton dan bersorak ria, tidak ada yang 
menolong, meskipun orangtuanya sudah tidak berdaya lagi. 

Menurutnya, sebelum dibunuh malam itu, sejumlah massa mendatangi rumah mami 
keduanya, Maimunah yang dituduh mengamalkan ilmu santet. Massa juga ikut 
membawa ayah kandungnya. 

“Saat mereka dibawa saya takut sekali dan tidak dibenarkan untuk melihat. 
Mereka memukul ayah dan ibu saya. Anggota keluarga yang lain melarang saya 
keluar takut jadi korban juga, “ ujarnya. [147]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke