Senin, 23 Juli 2012 | 07:38 WIB
Jokowi Tak Mau Didikte Prabowo dan Mega 

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Joko Widodo, 
mengaku tak mau didikte oleh partai pengusungnya jika kelak terpilih sebagai 
gubernur. Kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra yang 
mengusungnya, jauh-jauh hari pria yang kini menjadi Wali Kota Solo itu 
menegaskan dirinya tipikal orang yang tak bisa disetir partai.

“Jika saya menjadi gubernur, saya akan bekerja untuk masyarakat, bukan untuk 
kelompok atau partai,” kata Jokowi, sapaan Joko Widodo. 

Mendengar pernyataan itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
Megawati Soekarnoputri, misalnya, langsung tertawa. “Lha, saya kan kenal Anda,” 
kata Mega seperti ditirukan sumber Tempo. “Itulah mengapa saya minta Pak Jokowi 
maju.” Jokowi mengangguk. Percakapan itu pun selesai. Setelah itu, melalui 
Rapat Kerja Daerah Khusus, pencalonan Jokowi dikerucutkan. 

Tak cuma kepada Mega, Jokowi juga menegaskan hal itu kepada Prabowo, Ketua 
Dewan Pembina Gerindra, ”untuk menolak didikte”. Pernyataan itu disampaikan 
kepada Prabowo Subianto di MidPlaza, Sudirman, dua hari sebelum pendaftaran. 
Jokowi datang setelah ditelepon Hashim. 

Dalam pertemuan itu, hadir pula Muhammad Taufik. Saat itu Jokowi mengaku sudah 
tahu Gerindra mengusungnya. “Kan, mereka sudah banyak bicara di media,” katanya.

Setelah menyatakan kesediaannya, Jokowi kembali menekankan sikapnya untuk bisa 
bekerja buat masyarakat Jakarta. Dia juga meminta partai melepasnya agar bisa 
bekerja untuk Jakarta. Menurut Jokowi, saat menyampaikan itu, tak ada yang 
merasa keberatan. “Mereka memahami sikap saya dan tak ada yang keberatan,” 
ujarnya. Selengkapnya baca Majalah Tempo.

WIDIARSI AGUSTINA, AHMAD RAFIQ, ANANDA THERESIA, IRA SUFA, SUNDARI




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke