Brimob kembali membunuh petani by @iwan_nurdin

Biadab, sehari setelah presiden minta dibentu tim bersama justru brimob tembak 
mati anak-anak dalam konflik tanah ogan ilir, Korban yang tewas 1 orang anak2 
bernama angga bin darmawan umur 12 tahun kelas 1 smp 
tertembak di kepala. Korban kritis Rusman bin alimin. Dan 5 
orang lainnya. Korban tertembak 5 orang, 2 perempuan, 1 bernama jesica 
umur 16 tahun, 1 orang ibu2, dan 1 rusman bin alimin. Kondisi kritis.

[Presiden: Atasi Konflik Agraria PTPN VII, Bentuk Tim Terpadu 
http://t.co/WcpQB0Fj] [@WalhiSumsel: Info; pkl 16 wib, Bentrok Brimob dengan 
Petani ogan ilir dikabarkan 2 orang tewas akibat tembakan peluru Brimob]

Kemarin,(26/7) brimob menyerang dan melakukan pengeledahan rumah 
penduduk di desa sri bandung dan menangkap 3 orang warga. Hari ini Siang
 menjelang jumat ratusan brimob kembali mengulangi tindakan intimidasi 
dan kekerasan tersebut, Mereka mendatangi dan sweeping di 3 desa yaitu 
Betung, Sri Tanjung, dan desa Sri Kembang dan menangkap 2 petani 
Sritanjung

Pukul 16.00 Brimob bersenjata lengkap dg 7 truck 
kembali mendatangi desa Limbang Jaya. Warga yg melihat Brimob memasuki 
desa, memancing penduduk beramai ramai
 mendatangi dan menanyakan maksud mereka. Melihat banyaknya warga, 
brimob langsung mengeluarkan tembakan kearah warga. Bentrokpun terjadi. 
Karena tembakan yg membabi buta, seorang anak umur 12 tahun, kelas 1 
SMP, nama Angga bin Darmawan tewas tertembak di kepalanya. Saat itu 
korban baru saja keluar dari permainan PS karena mendengar keramaian.

Saidi yang melihat angga tewas langsung mencoba mengangkat mayat Angga.
 Namun Brimob mendatangi dia menodongkan senjata kepada saidi untuk 
segera melepaskan mayat tersebut, Saidi meminta brimob menembak dia. 
Namun hal tersebut tidak dilakukan brimob dan brimob tersebut langsung 
pergi

Warga yang alami luka tembak dan kritis sedikitnya 5 
orang, satu orang bernama rusman bin alimin (kritis). Saat ini ratusan 
brimob dengan senjata lengkap masih berada di simpang desa Tanjung 
Pinang.


Kronologi bentrok 22 Desa dengan Aparat polisi, Brimob dan penangkapan 12 warga 
oleh Brimob, Pada Konflik Agraria 
Antara PTPN VII dengan 22 desa Ogan Ilir. 

Upaya perjuangan
 Petani dari 22 desa di kabupaten Ogan ilir, Sumatera selatan untuk 
mengambil tanah, yang dirampas oleh PTPN VII telah dilakukan sejak lama.
 Aksi aksi massa dengan mendatangi Kantor Pemerintah yang ada di 
Kabupaten dan provinsi telah berulang kali dilakukan namun dalam setiap 
kesempatan mediasi yang di fasilitasi oleh pihak legislatif maupun 
Eksekutif di Kabupaten dan Propinsi tersebut tidak pernah dapat 
menyelesaikannya.

Alasan yang diutarakan oleh Pemerintah dan 
Legislatif seirama dengan alasan dari PTPN VII yang menyebutkan 
Perusahaan ini milik negara, sehingga untuk melepaskan tanah yang jika 
tidak mau disebut dengan mengembalikan tanah rakyat yang mereka rampas 
tersebut hanya dapat dilakukan pemerintah Pusat yang dalam hal ini 
adalah Kementerian BUMN RI.

Hal ini akhirnya membuat Petani 
yang selama ini tergabung dalam gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB) 
berinisiatif dan menyepakati untuk mengelar aksi di Jakarta, sedikitnya 
600 orang petani pada tanggal 1 – 6 Juli lalu melakukan aksi di kantor 
lembaga negara da kementerian negara salah satunya adalah kementeria 
BUMN. Namun pada saat itu Pihak Kementerian tidak dapat memutuskan dan 
mereka mengagendakan kepada perwakilan warga untuk memfasilitasi 
Pertemuan Mediasi antara PTPN VII dengan Perwakilan masyarakat pada 16 
Juli 2012.

Sesuai tanggal yang dijanjikan oleh Pihak 
Kementerian BUMN  sedikitnya 80 orang perwakilan masyarakat yang 
didampingi oleh WALHI Sumsel pada Jumat, 14 Juli 2012 berangkat 
kejakarta menggunakan Angkutan Darat.

Tanggal 16 Juli sekitar 
pukul 8.00 Wib pagi, masyarakat yang sudah sampai dijakarta sejak satu 
hari yang lalu, sudah bersiap siap untuk pergi kekantor Kementerian BUMN
 sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh BUMN kepada masyarakat Pukul 
10.00 wib. Namun saat warga dan beberapa perwakilan organisasi 
WALHI,KPA,ELSAM,SPI, dan SAWIT Watch akan berangkat ke kementerian BUMN.
 Mereka mendapat Konfirmasi ulang dari Pihak BUMN yang mengatakan bahwa 
pertemuan diundur Pukul 15.30 Wib.

Saat Pukul 15.30 Wib warga 
sudah berada di Kemeterian BUMN namun acara mediasi Konflik belum juga 
dimulai, baru di mulai pada Pukul 16.00 Wib, Warga pesimis pertemuan ini
 akan menghasilkan sebuah hasil karena dilihat waktu yang sudah sangat 
sore.

Saat mediasi terjadi PTPN VII dan BUMN diwakili oleh 
Sekretaris menteri,Deputi Menteri BUMN bidang industri primer, Direktur 
Utama PTPN VII, dan Direksi PTPN VII.

Perdebatan 
terjadi,beberapa masukan dan usulan dari Perwakilan warga dan beberapa 
Organisasi pendamping kepada Pihak BUMN dan PTPN VII tidak diterima oleh
 mereka (ditolak), dan perusahaan tetap ngotot meminta agar masalah ini 
diselesaikan di Pengadilan.

Adapun usulan Warga adalah sebagai berikut :
1. Dibuatnya team penyelesaian Konflik Agraria dengan tugasnya 
melakukan pendataan ulang dan pengukuran ulang terhadap lahan PTPN VII 
secara keseluruhan sesuai dengan HGU.
2. Membuka data dan dokumen bukti bukti lahan baik yang dimiliki warga maupun 
yang dimiliki PTPN VII.

Pertemuan dihentikan dan masing masing membubarkan diri.

Pukul 19.00 Wib, sekitar 80 orang perwakilan berjalan pulang ke palembang 
dengan menggunakan jalan Darat. 

Hari Pertama, Selasa 17 Juli 2011.

Pukul 08.00 wib beberapa staf Walhi sumsel menerima SMS dari seorang 
wartawan yang mennanyakan tentang kondisi di desa desa yang berkonflik 
dengan PTPN VII, karena mereka mendapatkan informasi bahwa kondisi 
didesa memanas. Menjawab hal itu staf walhi tersbut mengatakan bahwa 
kondisi dilapangan tidak terjadi apa apa, dan mungkin itu hanya isu, 
karena malam tanggal 16/7 Walhi pun mendapatkan BBM dari seorang 
wartawan dan menanyakan juga hal seperti itu, dan mengatakan bahwa ada 
banyak polisi berdatangan mengamankan pabrik.

Disaat yang sama
 pukul 08.00 wib kondisi dilapangan, Muncul titik api di lahan lahan  
tebu yang telah di panen oleh PTPN VII. Tanpa diketahui apa penyebabnya.

08.30 Wib, Tak lama dari munculnya titik titik api di lahan tebu yang 
telah dipanen tersebut, Ratusan polisi dengan menggunakan mobil truck 
berdatangan ke lokasi dan mulai berjaga jaga dilahan.

Melihat 
ratusan polisi berdatangan ke lokasi, beberapa warga desa ketiau yang 
sebelumnya berada di posko warga yang ada di dekat pabrik cinta manis, 
membubarkan diri dan bergerak untuk pulang kerumah.

Pukul 
09.00 Wib, Di desa Betung satu buah alat berat yang sedang dikemudikan 
oleh karyawan PTPN VII, dihadang oleh 6 orang tak dikenal, kemudian 
membakarnya. Pada saat itu warga desa betung sedang menjalankan 
aktifitas sehari hari yaitu ke kebun masing masing untuk menyadap karet,
 guna menyiapkan bekal untuk kepasar mingguan besok hari..

Pukul 13.30 Wib, Warga melihat ada sekelompok orang yang tidak dikenal 
dan mengunakan penutup muka melakukan penyerbuan terhadap pabrik PTPN 
VII yang berada di desa Ketiau

Disaat Penyerbuan oleh kelompok
 orang yang tidak dikenal tersebut terjadi, Humas GPPB yang bernama 
Rusdi, yang saat itu sedang berada di perjalanan pulang ke desa, dari 
mengikuti mediasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN dijakarta. Di 
hubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Putra dari desa 
payalingkung. Orang ini meminta agar Rusdi dapat mengerahkan massa dari 
desa desa lain untuk menuju pabrik, dan menurut keterangan Putra di 
telpon tersebut, sebelum menelpon telah berkoordinasi dengan koordinator
 desa payalingkung. Namun rusdi tidak mengiyakan dan orang tersebut pun 
langsung menutup telepon.

Rusdi mencoba mengkroscek permintaan
 tersebut kepada koordiantor desa payalingkung dengan menelpon beliau, 
dalam obrolan telpon tersebut Kordes Desa payalingkung mengatakan bahwa 
tidak ada anggota dari petani payalingkung yang bernama Putra, dan 
berkoordinasi dengan dia, serta tidak ada petani payalingkung yang 
melakukan penyerbuan ke pabrik PTPN VII.

Pukul 15.00 wib 
akibat provokasi dari kelompok orang tak dikenal, beberapa orang petani 
yang melihat kejadian pun terpncing oleh provokasi orang yang memakai 
penutup muka tersebut, Bentrok antara Petani dengan aparat pun tak dapat
 di hindari, namun dalam bentrokan tersebut massa petani masih sedikit 
dan tidak ada warga yang membawa senjata rakitan ataupun kecepek.

Tembakan Gas air mata terus menerus di keluarkan oleh Pihak Kepolisian,
 akibat nya dilokasi tersebut di penuhi oleh pekatnya asap dari 
terbakarnya kebun tebu yang telah dipanen dan asap dari gas air mata 
Polisi.

Pukul 15.30 Saat bentrok terjadi anwar sadat Walhi 
sumsel yang saat itu sedang berada di bandara Soekarno hatta jakarta dan
 Rusdi tahar yang merupakan salah satu anggota DPRD sumsel yang juga 
warga desa sri bandung (salah satu desa yang berkonflik), dihubungi oleh
 Direskrimsus Polda Sumsel, Kapolres Ogan ilir dan Danrem untuk datang 
ke lokasi bentrok, guna menenangkan warga dan menemui mereka.

Anwar sadat mengatakan bahwa dia tidak dapat kesana karena sedang berada
 di bandara Soeta untuk pulang ke palembang sore ini, Namun Berbeda 
dengan Rusdi tahar setelah mendapatkan telpon tersebut dia sedang 
kunjungan kerja di halan Linstas Timur, namun karena berulang kali 
ditelpon akhirnya setelah Kunker Rusdi Tahar langsung menuju Lokasi 
bentrok.

Pukul 16.20 Wib Rusdi Tahar Sampai dilokasi bentrok. 
Dia pun langsung keluar dari Mobil dan mengambil Toa meminta warga untuk
 mundur. Warga pun mulai mundur perlahan dan disaat itu Brimob bergerak 
maju kedepan, namun disaat warga mundur, aparat semakin ramai dan 
menyusup kemudian terlihat 2 orang warga di pukuli oleh aparat Rusdi 
Tahar berusaha mencegah tetapi akhirnya Rusdi Tahar malah ditangkap dan 
di pukuli oleh Aparat baik yang berpakaian Preman, maupun berpakaian 
Dinas resmi.dan langsung dimasukan kemobil bersama 4 orang petani 
lainnya.

Melihat dan mendengar kabar Rusdi Tahar dan beberapa 
Petani lainnya di tangkap oleh Polisi, Warga yang tadinya sudah mundur, 
kembali maju dan setelah itu massa semakin banyak,bentrok pun tidak bisa
 terhindari.

Pukul 16.30 Wib, Disaat Bentrok antara Petani dan
 Aparat Polisi dan Brimob sedang terjadi, tiba tiba dikabarkan bahwa 
rumah atau yang biasa di sebut warga dengan workshop yang jaraknya 
sekitar 4 – 5 KM dari Lokasi bentrok berlangsung, terbakar tanpa 
diketahui siapa Pelakunya.

Pukul 17.00 wib. Ditempat lain, 
saat Hand Phone Anwar sadat Direktur Walhi Sumsel sedang tidak aktif 
karena sedang berada di Pesawat untuk pulang. Beberapa Petani yang tidak
 ikut dalam bentrokan dan sedang berada di rumah, menerima SMS dan 
informasi dari nomor yang tidak dikenal, mengabarkan bahwa Anwar sadat 
ditangkap Polisi. Hal itu menimbulkan reaksi dari Petani dan secara 
bersama sam akan menuju lokasi bentrok, namun Pimpinan Massa mencoba 
menenangkan massa, dengan mengatakan bahwa kita harus mengkonfirmasi
ke anwar sadat, tapi HP sadat stidak aktif, warga pun mengirimkan SMS. Belum 
ada gerakan dari massa.

Pukul 18.00 Wib, Anwar sadat sampai di Palembang dan ketika 
menghidupkan HP nya dia mendapat beberapa sms dari warga yang menanyakan
 kebenaran informasi yang mereka dapat. Namun Sadat langsung mengatakan 
bahwa hal itu tidaklah benar, dia sedang menuju perjalanan ke kantor 
WALHI. Dan sadat langsung meminta agar warga tidak mendekati lokasi 
bentrok dan meminta mereka pulang kerumah masing masing.

Pukul
 18.30 Wib,Bentrokan meredah terjadi negosiasi antara perwakilan massa 
yang meminta Aparat segera melepaskan teman teman mereka yang ditangkap 
polisi. Desakan warga berhasil, Polisi membebaskan Rusdi tahar dan 4 
Orang lainnya. Saat berada di tengah massa, terlihat Luka lebam di wajah
 dan di tangan,begitupun dengan 2 orang lainnya yang alami pecah di 
bagian bibir dan hidung.Sedangkan 2 petani lainnya mengalami luka bocor 
di kepala dan muka lebam yang menurut pengakuan nya ketika berada 
didalam mobil mereka di Pukuli mka dan kepalanya dengan benda yang 
membuat kepalanya terluka robek,. Dan sempat diancam ditembak di bagian 
pahanya dengan tiga tembakan hadiah dari PTP Cinta manis, jika berani 
melihat aparat yang sedang menyiksanya.selain itu diapun ditelanjangi 
dan uang disaku celana sebesar 3,2 juta hilang.

Pukul 18.40 – 
19.00 Wib, Warga yang sedang berkumpul di Posko desa Sri Bandung diminta
 oleh Rusdi Tahar untuk membubarkan diri, warga pun bubar dan kembali 
kerumah masing.

Suasana lokasi pun tenang kembali namun api di beberapa lahan tebu dan Workshop 
yang dibakar masih terlihat menyala.

Hari Kedua, Kamis, 18/7/2012

Pagi hari kondisi kondusif warga menjalankan aktifitasnya sehari-hari. 
Namun terlihat dari beberapa Karyawan PTPN VII yang tinggal di Mess yang
 ada di rayon 3 mulai mengosongkan mess dan mengangkut barang barang 
mereka keluar.

Pukul 13.30 Wib,Warga berkumpul di posko yang 
ada di desa Sri bandung untuk berbincang bincang dengan beberapa 
Jurnalis dari berbaai media yang saat itu datang untuk menjalankan 
tugasnya mencari berita.

Pukul 13.50 Wib, saat warga sedang 
aksinya menjawab pertanyaan wartawan, tiba tiba warga di kejutkan dengan
 munculnya kobaran api di mess karyawan di rayon 3 tidak diketahui 
disebabka oleh apa, namun sebelumnya pagi sampai siang hari Mess 
tersebut telah dikosongkan terlebih dahulu oleh Karyawannya.

Tidak ada tindakan dari perusahaan untuk segera memadamkan kebakaran yang 
terjadi di Mess karyawan tersebut.

Pukul 19.00 Wib, Perwakilan warga melakukan pertemuan bersama dengan 
Walhi dan Organisasi lainnya. Dalam pertemuan tersebut, warga diminta 
oleh Anwar sadat untuk tenang dan melakukan aktifitas seperti biasa dan 
tidak terpancing oleh ulah provokator dan beberapa oknum, yang 
menginginkan agar bentro ini terjadi sehingga warga tidak fokus lagi 
terhadap perjuangan atas lahan yang selama ini Dirampas oleh PTPN VII.

Selain itu warga bersama walhi sumsel bersepakat untuk besok hari pukul
 14.00 wib akan mengelar Konferensi pers di Kantor Walhi Sumsel terkait 
dengan kronologis yang sebenarnya dilapangan, yang sangat jauh berbeda 
dengan apa yang diberitakan oleh perusahaan melalui Konferensi persnya 
dan di beritakan banyak media cetak dan televisi tanpa memberikan ruang 
tanggapan dan pemberitaan bagi masyarakat.

Dalam pertemuan 
tersebut di identifikasi ada beberapa Anggota Kepolisian sehingga warga 
meminta anggota tersebut untuk keluar dari pertemuan tersebut.

Setelah pertemuan massa pun bubar  kerumaha masing masing.

Hari ke Tiga, Kamis Tanggal 19/7/2012.

Pagi hari suasana kondusif warga menjalankan aktifitasnya sehari hari 
beberapa perwakilan warga dari GPPB bersiap siap untuk berangkat ke 
palembang bersama beberapa korban penganiayaan pada hari pertama 
kejadian.

Pukul 11.30 Wib, Beberapa Jurnalis mengkonfirmasi 
kepada Hadi jatmiko Kadiv PPER Walhi Sumsel melalui BBM menanyakan soal 
sms yang mereka terima dari Nomor 0823 7683 8959 yang isinya ”Informasi :
 Hari ini sekitar 200 massa akan
datang ke Polres Ogan ilir. Massa 
telah menyiapkan parang, pedang, celurit, kayu dan kecepek.. massa juga 
ada tim untuk menculik para preman yang berkeliaran di PTPN Cinta Manis”

Hadi menjawab bahwa itu berita HOAX dan pasti disebarkan orang yang 
tidak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh keadaan. Warga hari ini 
fokus ingin melakukan konferensi pers di Walhi Sumsel tidak ada 
keinginan untuk melakukan aksi. Apalagi melakukan aksi dengan membawa 
senjata.

Pukul 12.30 Wib, 2 Orang Wartawan datang ke Walhi sumsel dan menanyakan hal 
yang sama dengan wartawan sebelumnya.

Kondisi didesa masih tenang beberapa orang perwakilan warga sudah diperjalanan 
menuju ke Palembang.

Pukul 14.00 Wib, Ratusan brimob menyerang secara membabi buta ke desa 
Sri bandung. Dan tanpa diketahui alasannya, mereka menghancurkan posko 
yang didirikan warga sejak beberapa bulan lalu di atas lahan yang sedang
 di konflikan, pada saat yang sama di posko yang hanya berupa tenda 
tersebut terdapat 20 orang petani. dan tanpa alasan ratusan Brimob 
tersebut langsung menangkap 20 petani namun 8 orang berhasil lari 
menyelamatkan diri dan sisanya sebanyak 11 orang petani di tangkap.

Selain itu Brimob yang berjumlah ratusan orang tersebut merusak 
sedikitnya 15 unit motor milik warga yang sedang diparkirkan di dekat 
posko tersebut.

Pukul 15.00 Wib, sekitar 4 dari 8 orang yang 
lolos dari penangkapan tersebut dengan kondisi badan penuh lumpur dan 
bekas pukulan, memberitahukan kepada warga yang sedang berada di desa 
sribandung, bahwa 12 orang Warga ditangkap dan dipukuli oleh Brimob 
ketika sedang berada di Posko.

Warga yang mendengar tetang 
penangkapan tersebut langsung Emosi dan mendatangi tempat kejadian, 
disana mereka melihat brimob dengan senjata lengkap masih berada 
dilokasi. Warga berhadap hadapan dengan Brimob dengan posisi terus 
saling mendekati.

Kondisi lapangan kembali mencekam.

Disaat yang sama di Palembang tepatnya di Walhi Sumsel  dilakukan 
Konferensi Pers untuk menjelaskan peristiwa yang sebenarnya terjadi di 
lapangan, namun karena kondisi dilapangan memanas. Sehingga konferensi 
pers di Percepat dan anwar sadat, bersama warga dan stafnya langsung 
menuju lokasi. Yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan.

Pukul 
17.00 – 17.15 Wib. Gubernur Sumsel Alex Nurdin mendatangi lokasi di Desa
 Sri Bandung, warga pun segera mendekati Gubernur untuk berdialog. Dalam
 dialog warga minta agar gubernur melepas 12 orang warga yang ditangkap,
 namun gubernur mengatakan tidak bisa karena itu harus melalui proses 
hukum.

Lalu gubernur meninggalkan warga untuk menuju mess 
perusahaan namun disaat itu Polisi yang menggunakan pakaian preman dan 
brimob menembaki warga dan mengeluarkan gas air mata, hal itu membuat 
warga mundur dan menunduk, setelah itu maju warga menyerang dengan 
melempari aparat polisi dengan kayu yang mereka temukan dilokasi. Hal 
ini membuat Gubernur yang tadinya sedang berjalan berhenti.

Beberapa rombongan Gubernur meminta polisi dan aparat brimob yang melakukan 
penembakan ke arah warga berhenti melakukannya.

Namun hal itu tidak meredam kericuhan yang terjadi. Dan baru terhenti 
ketika warga melihat rombongan Walhi sumsel  yang dipimpin oleh Anwar 
Sadat datang
kelokasi.

Pukul 18.00 Wib, Rombongan Walhi 
Sumsel menemui Gubernur sumsel yang saat itu berada di dekat mess 
Perusahaan untuk bernegosiasi guna meminta gubernur segera melepaskan 
warga yang di tangkap namun jawaban gubernur sama dengan jawaban yang 
diterima masyarakat saat berdialog sebelumnya. Namun gubernur akan 
melakukan pengukuran terhadap lahan diluar HGU.

Pukul 18.30 Wib, negosiasi tidak membuahkan hasil warga tetap tidak bisa 
dilepaskan, gubenur meninggalkan lokasi.

Sadat menemui warga yang masih menunggu dan mengatakan bahwa Gubernur 
tidak bisa melepaskan warga yang ditangkap dan meminta warga untuk bubar
 dan kembali kerumah masing masing. Untuk warga yang motornya diambil 
oleh pasukan brimob dan polisi agar segera mengambilnya.  Informasi 12 
warga sudah berada di Polres Ogan Ilir. 

Nama nama Warga/petani yang ditangkap dan mengalami penyiksaan yang dilakukan 
oleh Brimob Polda :

Tanggal 17 juli 2012 (hari Pertama )

1. Rusdi tahar (anggota DPRD Sumsel yag juga warga desa sri bandung) ( lami 
Luka lebam di muka dan luka di tangan )
2. Firman bin Kowi (32 tahun) (luka lebam di muka, bibir pecah )
3. Eef (28 tahun) (8 jahitan dikepala karena di pukul benda keras, 
ditelanjangi, uang 3,2 juta hilang diambil polisi, dan diancam di tembak
 3 peluru hadian dari cinta manis kalau melihat polisi melakukan 
pemukulan)
4. Muslimin ( luka Lebam di Muka bibir dan hidung keuarkan darah)
5. fasili ( Luka lebam di muka bibir dan hidung keluarkan darah)

Tanggal 19 juli 2012 (Hari Ketiga )

1. Maulana 45 tahun,
2.Herman 50 tahun,
3.Mahdi (25),
4. Suhaidi (38),
5.Hakim (36),
6.Wawan(25),
7.anwar(60),
8.matisa (50),
9.Basri (55),
10.Mardi (76),
11.asmin fauzi,
12. sukri (53)

9 orang di ditetapkan jadi tersangka dengan undang undang darurat 
membawa Senjata tajam. 3 Orang lainnya dilepaskan karena tidak terbukti 
bersalah hal ini juga dikarenakan desakan aksi yang dilakukan sedikitnya
 3000 massa pada hari jumat di depan POLDA sumsel kemarin sedangkan utk 9
 orang ini diminta kepolisian untuk mengirimkan surat penanguhan.

22 Juli 2012 (hari kelima)

1. Den ahmat (65 tahun)
2. Maryana ( 55 tahun)
3. Yuda (28 tahun)
4. Duwi (21 tahun)
5. M. Parel (bayi berumur 1,5 tahun)

Di tangkap Brimob Sumsel dengan tuduhan melewati jalan PTPN VII saat mereka 
pulang dari kebun.

berita terkait :
http://walhi-sumsel.blogspot.com/2012/07/kronologis-bentrok-antara-brimob-dengan.html

http://walhi-sumsel.blogspot.com/2012/07/brimob-lepaskan-tembakkan-bertubi-tubi.html

http://walhi-sumsel.blogspot.com/2012/07/bentrok-aparat-warga-di-ptpn-vii-cinta.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke