INVESTASI
Foxconn Siap Bangun Pabrik di Jawa Tahun Ini
Kamis, 26 Juli 2012 | 07:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Niat produsen komponen elektronik asal Taiwan, Foxconn 
Technology Group berinvestasi di Indonesia semakin mendekati kenyataan. Menteri 
Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan kunjungan perwakilan Kementerian 
Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ke 
Taiwan pekan lalu mendapatkan hasil positif. 

Hidayat mengatakan, rupanya pihak Foxconn membutuhkan lahan seluas 500 hektar 
di Indonesia. Tidak lagi 1.000 hektare seperti permintaan sebelumnya. "Mereka 
menyatakan 500 hektar sudah cukup dan pembangunannya pun akan dilakukan secara 
bertahap," katanya kemarin. 

Untuk tahun ini, dia bilang, Foxconn menargetkan membebaskan lahan seluas 50 
hektare. Investasi dengan total nilai diprediksi sebesar 10 miliar dollar AS 
ini direncanakan dilakukan selama 10 tahun. 

Dia menargetkan tiang pancang pembangunan pabrik Foxconn tersebut bisa 
dilakukan tahun ini atau maksimal awal tahun depan. Untuk lokasi pabriknya 
masih di Pulau Jawa. Namun Hidayat masih enggan membocorkan lokasi pasti pabrik 
tersebut. 

Lokasi di Jawa sendiri tak lepas dari fasilitas infrastruktur yang dibutuhkan 
Foxconn. Selain akses jalan dan listrik, dia bilang Foxconn juga butuh akses 
menuju bandara. "Mereka ingin bisa melakukan pengiriman logistik lewat udara," 
katanya. 

Untuk produksi pada tahap pertama, Foxconn akan memproduksi komponen untuk 
telepon genggam. Dengan begitu, kebutuhan komponen ponsel impor bisa digantikan 
oleh komponen buatan dalam negeri. 

Dalam rencana investasi ini, Foxconn membutuhkan ribuan teknisi untuk pabrik 
mereka. Lalu dalam 10 tahun bisa menciptakan efek berantai sehingga secara 
total menciptakan jutaan tenaga kerja. 

Namun isu minimnya gaji karyawan Foxconn di China, diyakini tidak akan terjadi 
di Indonesia. Lantaran standar gaji buruh di negara lain terbilang lebih 
tinggi. Sementara standar gaji pekerja di Indonesia masih tergolong murah. 
"Saya rasa isu gaji pekerja tidak jadi masalah," ujar dia. 

Melihat nilai investasi yang besar, menurut Hidayat tidak tertutup kemungkinan 
Foxconn meminta insentif. (Tehdi Mahadi /Kontan)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke