Taufiq Kiemas: Indonesia Negeri Ajaib Penulis : Sandro Gatra | Jumat, 3 Agustus 2012 | 07:39 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas meyakini bahwa menjelang pemilu presiden 2014 akan banyak muncul calon presiden baru di luar tokoh-tokoh lama. Tokoh-tokoh yang bakal muncul itu, menurut dia, di luar perkiraan banyak pihak. "Saya yakin. Indonesia kan negeri ajaib," kata Taufiq di rumah dinasnya di Jakarta, Kamis ( 2/8/2012 ) malam, ketika ditanya perkiraannya apakah akan muncul capres baru di 2014 . Taufiq memberi contoh ketika Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Megawati Soekarno Putri, yang adalah istri Taufik, muncul lalu menjadi pemimpin negara. Saat itu, kata dia, tidak ada yang menyangka keduanya bakal menjadi pemimpin. Politisi senior PDI Perjuangan itu menambahkan, seluruh partai politik harus memberi ruang kepada tokoh baru termasuk tokoh di luar parpol. Dia tak setuju jika ketua umum parpol menjadi satu-satunya tokoh yang akan diusung menjadi capres. Ketika ditanya kriteria capres seperti apa yang dibutuhkan jika melihat kondisi bangsa, Taufiq menjawab, "Kriterianya siap bertanggungjawab aja. Biar dari politisi, dari akademisi, kalau ngga bertanggungjawab susah juga." Berdasarkan hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei, tokoh-tokoh lama masih mencuat sebagai capres di 2014 . Contohnya Megawati, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla. Elektabilitas tokoh baru yang disurvei disebut masih di bawah elektabilitas tokoh lama. Editor : Egidius Patnistik http://www.suarapembaruan.com/home/ketua-mpr-minta-sby-wujudkan-mimpi-rakyat/23052 Ketua MPR Minta SBY Wujudkan Mimpi Rakyat Jumat, 3 Agustus 2012 | 8:15 Taufiq Kiemas [google][JAKARTA] Ketua MPR RI Taufiq Kiemas berbuka bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman dinasnya di komleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (2/8). Presiden SBY saat itu tidak didampingi oleh Ibu Hj Ani Yudhoyono. Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri juga tidak kelihatan. Dalam sambutannya, Taufiq Kiemas berharap dalam sisa pemerintahannya ini, Preisiden SBY bisa mewujudkan mimpi-mimpi rakyat untuk hidup sejahtera, dan mengurangi kesusahan. “Semoga Bapak Presiden SBY untuk dua tahun ke depan bisa mewujudkan mimpi-mimpi rakyat untuk hidup sejahtera, aman, dan nyaman. Jangan sampai rakyat ini susah terus,”tandas Taufiq singkat. SBY pun berharap sama, agar semu pejabat negara bekerja untuk rakyat, menciptakan keamanan dan kenyaman bersama dalam kebhinnekaan. “Alhamdulillah kita mampu keluar dari krisis yang menimpu dunia khususnya Eropa akhir-akhir. Karena itu, ini harus kita jaga bersama, agar bangsa ini ke depan lebih mampu menyejahterakan rakyat, dan presiden baru nanti lebih berhasil dan lebih sukses dari saya,” ujarnya. Jaga Toleransi Sementara itu, Mahfudh MD dalam sambutannya berharap, masalah toleransi dan kebhinnekaan yang sudah dijamin oleh semua agama, khususnya Islam, harus dipelihara bersama. “Jangan sampai bangsa yang besar dan sudah berabad-abad hidup berdampingan dengan keagungan toleransi ini, ternoda akibat ulah segelintir kelompok Islam radikal yang meresahkan masyarakat selama ini. Bahwa kelompok ini hanya 2 persen dari jumlah mayoritas muslim yang ada di negeri ini,” tutur Mahfudh. Mahfudh meminta agar penyelengaraan negara ini dilakukan dengan jujur dan bersih. Sebab, dengan perilaku yang bersih dari korupsi hidup ini akan tenang dan nyaman di dunia maupun di akhirat kelak. Ia menyontohkan sahabat Umar bin Khattab, yang sepanjang hidupnya hidup sederhana bahkan beliau nyaman tidur meski hanya dengan pelapah daun kurman. “Jadi, meski rumah kita mewah kalau diperoleh dengan cara yang haram, maka hidup kita akan panas, menderita, bahkan akan selalu dihantui dengan ketakutan dan ancaman terutama dari kepolisian atau KPK. Oleh sebab itu, hiduplah dengan kekayaan yang diperoleh dengan cara yang halal, benar dan tidak merugikan bangsa dan negara ini,” tambah Mahfudz. Pada kesempatan itu hadir Wapres Boediono,Wakil Ketua MPR RI Hajrijanto Y Thohari, Lukman Hakim Saifuddin, Melani Leimina Suharly, dan sejumlah menteri seperti Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso serta Pramono Anung, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Perhutanan Zulkifli Hasan, Menpera Djan Faridz dan lain-lain. [L-8] [Non-text portions of this message have been removed]
