Shinta Nuriyah Abdurachman Wahid pada acara peluncuran Abdurrahman Wahid Center 
dan diskusi Agama dan Toleransi di Persimpangan Jalan di Universitas Indonesia, 
Depok, Jawa Barat, Rabu 18 Juli 2012. TEMPO/Subekti
    Dialog Antaragama

Jum''at, 27 Juli 2012 | 13:17 WIB
Negara Dinilai Absen Lindungi Minoritas  

TEMPO.CO, Purbalingga - Mantan ibu negara, Sinta Nuriyah Wahid, menilai negara 
saat ini sudah tidak mampu melindungi kaum minoritas. Aksi demo banyak terjadi 
dimana-mana. Pembakaran dan penyegelan rumah ibadah pun marak terjadi. 

"Mereka kaum minoritas yang juga saudara kita mestinya ikut dilindungi. Namun 
yang terjadi justru sebaliknya. Negara sudah mengalami krisis kebangsaan," kata 
Sinta Nuriyah, istri Presiden Abdurrahman Wahid, dalam dialog multikultur 
bertema Puasa sebagai Perisai Kemiskinan di Pendopo Dipokusumo Pemkab 
Purbalingga, Kamis, 26 Juli 2012 malam.

Acara buka puasa itu dihadiri Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko, Wakil Bupati 
Sukento Ridho Marhaendrianto, tokoh agama dari agama Islam, Kristen, Katolik, 
Hindu dan Buddha, para pedagang kaki lima (PKL), tukang becak, pengamen, 
pemulung, dan tukang parkir serta kelompok marjinal lainnya.

Sinta Nuriyah yang juga ketua Yayasan Puan Amal Hayati mengatakan ketika 
Indonesia dijajah Belanda, semua komponen masyarakat ikut berjuang merebut 
kemerdekaan. Masyarakat bersatu dengan semboyan "hidup atau mati" sehingga 
tentu juga berhak atas negara Indonesia. "Tetapi yang terjadi, sekarang banyak 
anarkisme terhadap kelompok minoritas." 

Sinta mengajak kepada seluruh umat untuk hidup rukun, saling tolong-menolong, 
saling menghormati dan saling menghargai. Inilah yang sejatinya juga menjadi 
hakekat puasa. Puasa mengajarkan tidak hanya menahan lapar dan nafsu, tetapi 
puasa mengajarkan nilai moral dan budi pekerti yg luhur. Jangan sampai puasanya 
hanya ritual tahunan yang jika bulannya saat berpuasa, ya, ikut puasa, tetapi 
tidak mengerti hakekat puasa yang sesungguhnya. Lalu apa hanya menggugurkan 
puasa saja," katanya.

Selain melakukan buka puasa bersama di pendopo kabupaten, Sinta juga menggelar 
acara sahur bersama di Rumah Sakit Rehabilitasi Mental Bungkanel, tempat 
Sumanto eks-kanibal dirawat.



Kirim email ke