Indahnya Ramadhan Hijau Ala Muslim Amerika
 02 Agusuts 2012

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak kantor pemerintah dan organisasi melaksanakan program 
ramah lingkungan. Dalam bulan Ramadhan ini, Muslim di Amerika juga ikut 
melakukan program ramah lingkungan. 


Illinois merupakan negara bagian pertama di Amerika yang mengatakan, bulan 
Ramadhan, bulan puasa bagi umat Islam, sebagai bulan untuk melindungi bumi dan 
lingkungan hidup. Pada tanggal 1 Juni 2011, DPR Illinois mengesahkan, bulan 
Ramadhan atau bulan ke-9 dalam penanggalan Islam itu, sebagai “Bulan Ramah 
Lingkungan” atau “Green Month”.

Ketua Dewan Organisasi Islam Chicago atau The Council of Islamic Organizations 
of Greater Chicago (CIOGC), Dr. Zaher Sahloul mengatakan, adalah kewajiban yang 
diajarkan Islam, khususnya selama bulan Ramadhan ini, untuk melihat tantangan 
yang dihadapi dunia, seperti kemiskinan, kelaparan, perang dan pemanasan bumi. 
Baiklah kita bercermin diri pada bulan puasa ini, tidak hanya menurunkan asupan 
kalori, tapi juga menurunkan emisi gas karbon”.

Sebuah situs Islam, ProductiveRamadan.com menyebutkan, terdapat 5 langkah untuk 
melakukan ramah lingkungan pada bulan Ramadhan.

Pertama, membeli sayur-mayur dan buah-buahan yang dipanen petani setempat, 
karena membeli hasil pertanian lokal, berarti sayur-mayur dan buah-buahan itu 
tidak perlu diangkut sejauh ribuan kilometer, jarak rata-rata yang ditempuh 
truk-truk pengantar hasil pertanian itu. Berarti, semakin jauh perjalanan yang 
ditempuh, semakin besar emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.

Kedua, pertimbangkan untuk makan daging yang dijual dari tempat penjagalan, 
yang menyembelih hewan sesuai dengan hukum Islam atau yang punya sertifikat 
halal. Islam mengatur tentang cara pemeliharaan ternak yang kerap kali 
berlawanan dengan yang dilakukan oleh peternakan berskala besar. Banyak 
peternakan milik pribadi, membiarkan ternaknya berkeliaran dan merumput secara 
bebas dan tidak menggunakan hormon pertumbuhan dan antibiotik, serta memenuhi 
ketentuan halal.

Penulis artikel “Ramah Lingkungan selama Ramadhan” ini, Muaz Nasir, Sarjana S-2 
dari program studi lingkungan York University mengatakan, lebih baik lagi, 
tidak makan daging beberapa hari pada bulan Ramadhan, karena sesuai dengan 
sunnah Nabi, “Berhati-hatilah makan daging, karena bisa membuat kecanduan 
seperti minum minuman anggur.”

Ketiga, hindari penggunaan wadah yang terbuat dari styrofoam dan plastik, yang 
sehabis dipakai langsung dibuang. Wadah-wadah semacam itu tidak ramah 
lingkungan. Bayangkan saja, orang Amerika membuang 25 miliar gelas plastik 
setahunnya.

Selanjutnya, Muaz Nasir menambahkan, warga Islam yang hidup di Amerika, juga 
mengurangi pemakaian energi selama bulan Ramadhan. Banyak cara dapat dilakukan, 
di antaranya, hanya menghidupkan pendingin ruangan jika berada di rumah, 
sehingga akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan rekening listrik. Sama halnya 
dengan di masjid, menghidupkan pendingin di dalam ruangan dan menutup pintu 
masjid, serta mematikan lampu, berarti mengurangi pemakaian energi.

Terakhir, Muslim dapat melakukan upaya ramah lingkungan selama Ramadhan, dengan 
menumpang mobil bersama-sama teman atau umat lainnya, jika akan menghadiri 
sembahyang tarawih setelah berbuka puasa. Dengan demikian, maka mengurangi 
kemacetan lalu-lintas, pencemaran udara dan kesulitan mendapat tempat parkir. 
Halaman parkir di masjid-majid selalu dipenuhi oleh mobil dan para jamaah 
selama bulan Ramadhan.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke