Informasi Geospasial 
Data Rahasia Pertahanan Indonesia Dikuatirkan Terkuak 
Penulis : Yuni Ikawati 

JAKARTA, KOMPAS.com- Indonesia merupakan satu dari dua negara di dunia -selain 
Lituania- yang memiliki portal informasi geospasial. Melalui portal ini 
siapapun di dunia dapat mengaksesnya secara gratis lewat internet untuk 
berbagai tujuan. Antara lain mengolahnya menjadi suatu peta tematik.

Portal yang beralamat di http://tanahair.indonesia.go.id. ini juga menjadi 
sarana untuk berbagi data spasial. Selain kemanfaatan yang bersifat positif, 
layanan online ini pun dikuatirkan menjadi pintu untuk mengungkap lokasi 
pertahanan militer yang dirahasiakan pemerintah Indonesia selama ini.

Rahasia negara itu dalam bentuk data spasial juga dapat terkuak, karena 
pembuatan dan pengelolaan portal tersebut diserahkan kepada pihak asing, yaitu 
perusahaan Amerika Serikat, ESRI (Environmental Systems Research Institute).

Demikian terungkap dalam acara talkshow "Ina-Geoportal: Satu Peta, Satu Solusi" 
yang diadakan Badan Informasi Geospasial (dulu Badan Koordinasi Survei dan 
Pemetaaan Nasional), di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung, Sabtu 
(11/8/2012) lalu.

Acara yang merupakan bagian dari peringatan Hakteknas (Hari Kebangkitan 
Teknologi Nasional) ke-17 itu menampilkan pembicara Sekretaris Menristek Dr 
Mulyanto, Kepala BIG Dr Asep Karsidi, dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat 
Prof Dr Deny Juanda Puradimaja.

Menanggapi hal itu, Asep Karsidi mengatakan, untuk membangun portal yang 
handal, termasuk pengamanannya, BIG harus menggandeng mitra yang berpengalaman 
di bidang Sistem Informasi Geografis (GIS). ESRI dipilih karena perusahaan 
perangkat lunak GIS ini tergolong kelas dunia.

Perusahaan yang mulai beroperasi tahun 1969 di California Amerika Serikat ini 
antara lain membuat ArcGIS Desktop. Sistem GIS ini digunakan oleh 80 persen 
pengguna GIS di dunia.

Selain itu, ESRI telah membangun GIS berbasis web sehingga hanya perlu 
penyesuaian untuk diaplikasikan pada Ina Geoportal. Aplikasi GIS ini berfungsi 
sebagai "mesin" bagi Ina Geoportal.

Adapun konten dan bagian lain portal ini dikembangkan oleh BIG dan instansi 
terkait lainnya, seperti Kementerian PU, Kementerian Kehutanan, serta BPN. 
"Bila BIG mengembangkan sendiri dengan kapasitas di dalam negeri, akan memakan 
waktu lama bahkan mungkin tidak akan terwujud," papar Asep.

Tetap terjaga

Kerahasiaan data yang terkandung di dalamnya tetap terjaga, karena ada 
klasifikasi dan kata kunci (password) tersendiri untuk data yang bersifat 
rahasia. Meskipun begitu, akhir tahun ini BIG akan menjalin kerjasama dengan 
National Geospatial-Intelligence Agency (NGA), untuk proteksi data yang 
bersifat strategis.

Badan milik pemerintah federal Amerika Serikat ini misi utamanya mengumpulkan, 
menganalisis, dan mendistribusikan informasi geospasial intelijen (GEOINT) 
dalam mendukung keamanan nasional negara ini.

NGA sebelumnya dikenal sebagai National Imagery and Mapping Agency (NIMA) yang 
menjadi bagian dari Departemen Pertahanan AS. Selain itu NGA adalah komponen 
kunci dari Komunitas Intelijen AS.

Lebih lanjut Asep mengungkapkan, dengan adanya UU Nomor 4 tahun 2011 Indonesia 
sesungguhnya telah terlindungi dari kemungkinan penyalahgunaan data geospasial 
yang merugikan bangsa.

Ina Geoportal berbasis sistem tertutup namun memungkinkan terhubung ke sistem 
operasi terbuka melalui intersepsi. Hal ini memungkinkan pengembangan aplikasi 
lebih lanjut oleh komunitas di Indonesia.

Pembangunan Indonesia Geospasial portal atau disebut Ina Geoportal dapat segera 
terbangun, karena melibatkan instansi terkait. Inilah yang membuat Indonesia 
unggul dibandingkan negara lain yang hanya ditangani satu lembaga.

Menurut Dodi Sukmayadi, Kepala Pusat Sistem Jaringan dan Standardisasi Data 
Spasial BIG, dengan menggunakan satu data dasar geospasial, maka memungkinkan 
pengembangan layanan informasi geospasial berbasis komputasi "awan". Aplikasi 
yang dapat dijalankan adalah penyusunan tata ruang nasional, provinsi hingga 
kabupaten, dan layanan pencarian posisi dengan GPS (Global Positioning System). 

Editor :
Marcus Suprihadi
http://tissueone.blogspot.com
http://biznetter.blogspot.com/

Kirim email ke