BODOHNYA MANUSIA2 PEJABAT  INDONESIA - TERMASUK PEJABAT2 MILITERNYA (KARENA
KERJANYA HANYA KORUPSI DAN CARI KEDUDUKAN SERTA TIDAK SANGGUP BEKERJA SECARA
PROFESSIONAL  ...., maka segalanya sampai TUGAS maha penting  untuk MENYUSUN
DAN PELAYANAN TUGAS ADMINISTRASI dan MANAGEMENT  PORTAL GEO SPASIAL NEGARA-
DISERAHKAN  DISERAHKAN PERUSAHAAN AMERIKA ! 

note : Kendatipun Amerika (CIA ) sudah lama mempunyai dan selalu memonitori
dan menguasai SELURUH DATA TENTENAG INDONESIA ( saya pun pernah mendapatkan
/ menyadap Kopienya dari Sumber terkait.... ). SUNGGUH MENGHERANKAN ........

 
-------Original Message-------
 
From: [email protected]
Date: 20.8.2012 9:42:12
To: [email protected]
Subject: [inti-net] Data Rahasia Pertahanan Indonesia Dikuatirkan Terkuak
 
  
Informasi Geospasial 
Data Rahasia Pertahanan Indonesia Dikuatirkan Terkuak 
Penulis : Yuni Ikawati 

JAKARTA, KOMPAS.com- Indonesia merupakan satu dari dua negara di dunia
-selain Lituania- yang memiliki portal informasi geospasial. Melalui portal
ini siapapun di dunia dapat mengaksesnya secara gratis lewat internet untuk
berbagai tujuan. Antara lain mengolahnya menjadi suatu peta tematik.

Portal yang beralamat di http://tanahair.indonesia.go.id. ini juga menjadi
sarana untuk berbagi data spasial. Selain kemanfaatan yang bersifat positif,
layanan online ini pun dikuatirkan menjadi pintu untuk mengungkap lokasi
pertahanan militer yang dirahasiakan pemerintah Indonesia selama ini.

Rahasia negara itu dalam bentuk data spasial juga dapat terkuak, karena
pembuatan dan Management atau Pelayanan portal tersebut diserahkan kepada
pihak asing, yaitu perusahaan Amerika Serikat, ESRI (Environmental Systems
Research Institute).

Demikian terungkap dalam acara talkshow "Ina-Geoportal: Satu Peta, Satu
Solusi" yang diadakan Badan Informasi Geospasial (dulu Badan Koordinasi
Survei dan Pemetaaan Nasional), di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi
Bandung, Sabtu (11/8/2012) lalu.

Acara yang merupakan bagian dari peringatan Hakteknas (Hari Kebangkitan
Teknologi Nasional) ke-17 itu menampilkan pembicara Sekretaris Menristek Dr
Mulyanto, Kepala BIG Dr Asep Karsidi, dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat
Prof Dr Deny Juanda Puradimaja.

Menanggapi hal itu, Asep Karsidi mengatakan, untuk membangun portal yang
handal, termasuk pengamanannya, BIG harus menggandeng mitra yang
berpengalaman di bidang Sistem Informasi Geografis (GIS). ESRI dipilih
karena perusahaan perangkat lunak GIS ini tergolong kelas dunia.

Perusahaan yang mulai beroperasi tahun 1969 di California Amerika Serikat
ini antara lain membuat ArcGIS Desktop. Sistem GIS ini digunakan oleh 80
persen pengguna GIS di dunia.

Selain itu, ESRI telah membangun GIS berbasis web sehingga hanya perlu
penyesuaian untuk diaplikasikan pada Ina Geoportal. Aplikasi GIS ini
berfungsi sebagai "mesin" bagi Ina Geoportal.

Adapun konten dan bagian lain portal ini dikembangkan oleh BIG dan instansi
terkait lainnya, seperti Kementerian PU, Kementerian Kehutanan, serta BPN. 
Bila BIG mengembangkan sendiri dengan kapasitas di dalam negeri, akan
memakan waktu lama bahkan mungkin tidak akan terwujud," papar Asep.

Tetap terjaga

Kerahasiaan data yang terkandung di dalamnya tetap terjaga, karena ada
klasifikasi dan kata kunci (password) tersendiri untuk data yang bersifat
rahasia. Meskipun begitu, akhir tahun ini BIG akan menjalin kerjasama dengan
National Geospatial-Intelligence Agency (NGA), untuk proteksi data yang
bersifat strategis.

Badan milik pemerintah federal Amerika Serikat ini misi utamanya
mengumpulkan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi geospasial
intelijen (GEOINT) dalam mendukung keamanan nasional negara ini.

NGA sebelumnya dikenal sebagai National Imagery and Mapping Agency (NIMA)
yang menjadi bagian dari Departemen Pertahanan AS. Selain itu NGA adalah
komponen kunci dari Komunitas Intelijen AS.

Lebih lanjut Asep mengungkapkan, dengan adanya UU Nomor 4 tahun 2011
Indonesia sesungguhnya telah terlindungi dari kemungkinan penyalahgunaan
data geospasial yang merugikan bangsa.

Ina Geoportal berbasis sistem tertutup namun memungkinkan terhubung ke
sistem operasi terbuka melalui intersepsi. Hal ini memungkinkan pengembangan
aplikasi lebih lanjut oleh komunitas di Indonesia.

Pembangunan Indonesia Geospasial portal atau disebut Ina Geoportal dapat
segera terbangun, karena melibatkan instansi terkait. Inilah yang membuat
Indonesia unggul dibandingkan negara lain yang hanya ditangani satu lembaga.

Menurut Dodi Sukmayadi, Kepala Pusat Sistem Jaringan dan Standardisasi Data
Spasial BIG, dengan menggunakan satu data dasar geospasial, maka
memungkinkan pengembangan layanan informasi geospasial berbasis komputasi 
awan". Aplikasi yang dapat dijalankan adalah penyusunan tata ruang nasional,
provinsi hingga kabupaten, dan layanan pencarian posisi dengan GPS (Global
Positioning System). 

Editor :
Marcus Suprihadi
http://tissueone.blogspot.com
http://biznetter.blogspot.com/


 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke