http://www.equator-news.com/utama/20120816/gereja-katedral-santo-yosef-rampung-2013


Kamis, 16 Agustus 2012 
Gereja Katedral Santo Yosef Rampung 2013 

Gubernur Kalbar Cornelis meresmikan pemasangan kubah Gereja Katedral Pontianak 
Pontianak – Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak yang sedang dalam pembangunan 
dipastikan rampung awal 2013. Gereja yang berlokasi di jantung Kota Pontianak 
yang mampu menampung 30 ribu jemaat itu disebut-sebut termegah di Indonesia.

“Pembangunan konstruksi diperkirakan selesai November 2012 ini. Dipastikan awal 
2013 semua sudah rampung,” ungkap Ketua Umum Pembangunan Gereja Katedral Santo 
Yosef Pontianak Ny Frederika Cornelis, Rabu (15/8), dalam sambutan acara 
pemasangan kubah oleh Gubernur Cornelis.

Proses pemasangan kubah diawali misa syukur umat Kristiani. “Misa syukur ini 
adalah bentuk syukur atas pernyataannya. Sehingga sampai saat ini sudah masuk 
pada penutupan rangka kubah. Sudah tradisi kita mengucap syukur kalau 
pembangunan gereja sudah masuk dalam tahap tersebut,” kata Frederika.

Ia menyampaikan ribuan terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah mendukung 
pembangunan. Pertama, Gubernur Kalbar yang memberikan dukungan mulai dari dana 
hibah dan dukungan moril. Para simpatisan dan pengurus gereja serta pastor yang 
telah membantu dalam pembangunannya.

“Waktu pelaksanaan pemancangan tiang pertama 22 Juni 2011 lalu. Artinya sampai 
saat ini pembangunan sudah berjalan 14 bulan. Arsiteknya asli putra Kalbar 
dengan gaya klasik gothic,” jelasnya.

Frederika menggambarkan, gereja katedral yang sedang dibangun menggunakan kubah 
besar di atasnya terdapat kubah kecil. Konstruksinya menggunakan kerangka ruang 
dan menerapkan konstruksi canggih.

“Di Indonesia baru ada di Kalbar yang menggunakan kubah sebesar ini. Jika imam 
menyampaikan khotbah maka suara kedengaran oleh imama. Tata cahaya oleh tenaga 
ahli dari Philip,” jelasnya.

Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 65 miliar. Sampai saat ini sudah terkumpul 75 
persen dan 30,3 persennya bantuan pemprov. Panitia pembangunan mampu 
mengumpulkan Rp 10 miliar.

Di tempat yang sama Gubernur Cornelis mengatakan pembangunan gereja katedral 
sudah kehendak Allah. Karena usianya sudah ratusan tahun.

“Pembangunan ini menjadi tanggung jawab bersama. Bagaimana membangun katedral 
ini supaya kelihatan layak. Pantas paling tidak 300 tahun ke depan,” katanya.

Cornelis mengakui gaya bangunan itu adalah pilihannya ketika arsitek yang 
menawarkan kepadanya. “Saya memilih dan saya minta di dalamnya ada ornamen 
Dayak. Kalau perlu ada Yesus yang berbentuk Dayak,” ujarnya.

Cornelis mengutip kitab suci, Yesus pernah mengatakan kepada murid-muridnya 
yang tinggal sebelas orang sebelum naik ke surga. “Sampaikan kabar gembira ini 
kepada suku bangsa yang ada di muka bumi ini, dan barang siapa yang selamat 
ikutlah Aku. Aku adalah satu-satunya jalan keselamatan. Jika Anda sudah 
mengikut Yesus Anda tidak boleh takut-takut. Tidak boleh tanggung-tanggung 
yakinkan Yesus adalah juru selamat.”

Menurut Cornelis, kekurangan dana akan dikumpulkan dengan kerja keras. “Tidak 
usah takut mengeluarkan perpuluhan. Penghasilan misalnya 10 miliar setahun 
keluarkanlah 2 miliar. Jika penghasilan 10 juta setahun keluarkanlah 1,5 juta. 
Itu adalah perpuluhan,” kata tentang dana dari jemaat.

Kumpulan dari perpuluhan-perpuluhan inilah membangun gereja ini. Gereja ini 
kokoh kalau umatnya juga kokoh, umatnya juga kuat. “Demikian juga para donator, 
para pengusaha para pegawai sipil, TNI, dan Polri yang sudah berpartisipasi. 
Para petani dan penambang yang sudah berpartisipasi,” katanya. (kie)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke