From: Sunny 
Sent: Thursday, August 23, 2012 12:25 PM
To: [email protected] 
Subject: Re: [dpr-indonesia] Jangan Pernah Minder jadi Pembantu

  

Ketua Umum NU datang ke Hong Kong untuk memberitahukan jangan malu? Apakah malu 
itu isu utama yang dihadapi oleh TKI/TKW ?  Di Hong Kong dan negeri-negeri 
kafir lainnya di Asia Timur boleh dibilang hukum berlaku dan bila ada persoalan 
antara buruh dan majikan mengenai kondisi kerja dan upah bisa diajukan ke 
pengandilan, tersedia bantuan hukum dengan cuma-cuma, dan lagi di Hong Kong 
para pekerja (TKW/TKI) seminggu sekali ada hari libur. Bandingkan saja dengan 
Timur Tengah di mana terdapat ratusan ribu TKI. Apakah ada perlindungan memada? 
Pidato  Bung Karno pada tahun 1945 disebutkan bangsa babu dan kuli, tahun  2012 
kita ekspor yang disebutkan oleh Soekarno 67 tahun lalu dengan istilah lebih 
manis. Bukankah NU sebagai partai agama, sepatutnya pergi ke Malaysia atau 
Timur Tengah untuk memperjuangkan kondisi buruh dari Indonesia.

Sebagai sedikit tambahan alangkah baiknya Anda melihatt  video footage ini : 
http://www.youtube.com/watch?v=rq64_GiA-uo dan ini 
http://www.youtube.com/watch?v=yP1VHtqJSSs

Nikmatilah lagu ini : http://www.youtube.com/watch?v=JI_F5yumhaU&feature=related



From: Ronny F. Sompie 
Sent: Thursday, August 23, 2012 6:14 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: [dpr-indonesia] Jangan Pernah Minder jadi Pembantu

  

pemikiran yang sangat negatif, kalau seperti itu komentarnya atas apa yag 
disampaikan oleh Ketum PBNU. Justru Ketum PBNU memberikan penguatan sikap 
mental dan kepribadian para TKI di Hongkong, agar mereka akan lenoh sabar, 
rendah hati, semangat bekerja dan percaya diri bukan minder. Semangat seperti 
ini akan membangun keinginan mereka para TKI untuk berpikir lenih maju.

Dikirim dari iPad saya

Pada 21 Agt 2012, pukul 16:53, "Sunny" <[email protected]> menulis:


    
  Ref: Mungkin maksudnya, janga kamu beraspirasi hebat-hebat, senanglah kamu 
menjadi pembantu, karena itu takdirmu. Sekali bangsa tetap bangsa kuli!

  
http://nasional.inilah.com/read/detail/1896007/ketum-pbnu-jangan-pernah-minder-jadi-pembantu

  Ketum PBNU: Jangan Pernah Minder jadi Pembantu

  1 
   
  inilah.com/Ardhy Fernando
  Oleh: Firman Qusnul Yakin
  nasional - Minggu, 19 Agustus 2012 | 23:16 WIB 



  INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) 
KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada para buruh migran untuk tidak pernah malu 
jika bekerja sebagai pembantu. Hal tersebut diungkapkannya di hadapan puluhan 
ribu Buruh Migran Indonesia (BMI) saat berkhutbah sekaligus memimpin shalat 
Idul Fitri di Victoria Park, Hongkong, Minggu (19/8/2012).

  "Jangan pernah minder menjadi pembantu. Karena di mata Allah, derajat kita 
sebagai manusia sama," ujar Said, dalam siaran persnya.

  Menurutnya setiap perbedaan golongan dapat disikapi dengan keharmobisan 
dengan cara saling menghargai satu dengan yang lainnya. Dalam menjaga 
keharmonisan di kehidupan manusia merupakan sebuah kewajiban yang mesti 
diterapkan.

  Di depan 60 ribu jamaah yang hadir, dirinya juga mengatakan keharmonisan 
didasari dari manusia dalam bahasa Arab yang berarti insan. Sementara subjeknya 
adalah Anas untuk laki-laki dan Anisa untuk kaum perempuan, yang berarti sama 
yaitu intim dan harmonis.

  Atas dasar tersebutlah menjaga keharmonisan dalam kehidupan bukan lagi 
sekedar kewajiban manusia, melainkan kodrat yang wajib dijalankan. "Manusia 
dilahirkan memiliki hawa nafsu. Hal itulah yang menjadikan kodrat menjaga 
keharmonisan seringkali tidak dijalankan," tambahnya.

  Kehadiran Said Aqil sebagai imam dan khatib salat Idul Fitri merupakan 
kehendak berbagai organisasi BMI di ada di Hong Kong. Dan keinginan tersebut 
mendapatkan respon positif dari Konsulat Jendral Indonesia, yang memfasilitasi 
keinginan tersebut. [ton]



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke