http://www.shnews.co/detile-6722-paniai-mencekam-delapan-warga-dilaporkan-hilang.html

Paniai Mencekam, Delapan Warga Dilaporkan Hilang 
Odeodata H Julia | Kamis, 23 Agustus 2012 - 15:51:54 WIB

Dibaca : 31 
Share 


(dok/SH)Warga tidak berani keluar rumah. 
JAYAPURA – Situasi Kota Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai, Papua hingga 
Kamis (23/8) siang ini dilaporkan masih mencekam. Warga Paniai memilih diam di 
dalam rumah karena masih ketakutan. 

Koordinator Nasional Papua Solidarity (NAPAS) Marthen Goo yang dihubungi SH, 
siang ini mengungkapkan, delapan orang warga sipil yang ditangkap di beberapa 
tempat hingga kini belum dipulangkan. 

Warga sipil yang ditangkap di Kampung Iyabutu di antaranya Lukas Nawipa, Silas 
Yogi (PNS Pemkab Paniai), Ibron Gobay, Aloysius Degey (guru), Derek Kodeta 
(ketua Mudika), Abik Aloysius, dan Derek Kodeta (pengemudi kapal cepat). 

Sementara itu, Pendeta Yandri Nawipa yang ditangkap Rabu (22/8) pagi telah 
dipulangkan sekitar pukul 23.00 WIT tadi malam. “Dari mereka yang ditangkap 
pada 21 Agustus itu hanya Pak Pendeta yang dipulangkan. Yang lainnya belum 
diketahui nasibnya,” katanya. 

Sementara itu, pada 22 Agustus penangkapan kembali dilakukan aparat keamanan, 
yaitu terhadap Marinus Gobai, seorang PNS Pemda Paniai dan Akulian Degey, warga 
sipil. Keduanya ditangkap saat hendak pulang ke rumahnya. Namun, hingga kini 
mereka belum dilepaskan. 

Marthen menjelaskan, situasi dan kondisi Kabupaten Paniai masih mencekam. 
Aparat keamanan masih terus melakukan upaya teror. Ia membantah pernyataan dari 
Dinas Kesehatan Provisi Papua yang menyatakan telah ada pemulangan pasien ke 
Rumah Sakit Umum (RSU) Paniai. 

“Saat kejadian awal sasaran utamanya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 
Paniai. Aparat keamanan memaksa seluruh pasien keluar, tetapi sampai sekarang 
tidak tahu posisi pasien itu di mana, termasuk apakah ada korban meninggal atau 
tidak,” katanya. 

Kemenkes Akui 

Pelayanan di RSUD Paniai dipastikan terganggu pascapenembakan anggota Brimob di 
Kabupaten Paniai. Ini karena jumlah petugas medis di rumah sakit sangat 
sedikit. Aparat keamanan melakukan razia terhadap seluruh penduduk dan tidak 
dapat membedakan bahwa di antara mereka terdapat tenaga medis yang akan datang 
ke rumah sakit. 

Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Supriyantoro 
kepada SH, Kamis (23/8) pagi ini mengakui pelayanan kesehatan menjadi tidak 
optimal karena ada pengetatan pengamanan pascapenembakan. Selain itu, 
berdasarkan informasi yang diberikan Kepala Staf Kodam (Kasdam) Cenderawasih, 
ada sejumlah oknum yang merasa marah. 

“Secara umum karena penyerangan, terjadi pengamanan yang ketat. Sehingga tidak 
membedakan petugas rumah sakit atau bukan,” katanya. Namun, ia memastikan, saat 
ini, dokter dan petugas medis yang ada tetap melayani pasien. Selain itu, tidak 
ada pencabutan infus terhadap pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. 

“Ada oknum yang marah, ditambah dengan petugas yang berangkat dari rumahnya mau 
ke RS tidak bisa tembus,” katanya. Ia menambahkan, kurangnya tenaga medis yang 
ada di rumah sakit membuat pelayanan tidak optimal. “Pastilah terganggu. Tidak 
optimal. Tapi tidak tutup sama sekali,” katanya. 

Jenazah Yohan Dievakuasi 

Jenazah almarhum Brigadir Polisi Yohan Kasimatau, anggota Polres Paniai, yang 
tewas di tembak oleh TPN/OPM pada Selasa (21/8), Kamis pagi dijadwalkan 
dievakuasi dari Nabire ke Sentani, Kabupaten Jayapura, setelah sehari sebelunya 
dievakuasi dari Enarotali, Kabupaten Paniai ke Nabire. 

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Yohanes Nugroho, Kamis, mengatakan, 
jenazah Brigpol Yohan hari ini diperkirakan tiba di Bandara Sentani, Kabupaten 
Jayapura. "Diperkirakan hari ini jenazah tiba dari Nabire, kira-kira pukul 
14.00 Wita," kata Nugroho via pesan pendek. 

Ia tidak menjelaskan pesawat jenis apa yang akan membawa jenazah polisi asal 
Depapre, Kabupaten Jayapura itu saat akan dievakuasi dari Nabire ke Sentani. 
Namun, informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, Brigadir Polisi Yohan 
Kasimatau diterbangkan dari Nabire ke Sentani menggunakan pesawat Merpati, dan 
akan langsung dibawa ke rumah duka di Depapre, Kabupaten Jayapura. 

Saat ini sejumlah wartawan media cetak lokal dan nasional tengah berada di 
sekitar Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menanti kedatangan jenazah Brigpol 
Yohan yang akan dilepas Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw. 

Brigadir Kasimatau ditembak TPN/OPM dari kelompok Jhon Yogi, saat ia sedang 
mencuci mobil di kawasan ujung lapangan terbang Enarotali, yang juga dekat 
dengan tempat bersandarnya kapal cepat. 

Saat peristiwa penembakan, rekan korban, Gustab Wartanoi, sedang pergi membeli 
makanan. Korban ditembak di bagian dada sebelah kiri dan langsung meninggal di 
tempat kejadian perkara (TKP), dan senjata jenis V2 milik korban langsung 
diambil TPN/OPM. (Tutut Herlina/Ant) 

(Sinar Harapan) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke