Apa tidak sekali gus memesan PELURU2 MERIAM "BEKAS PAKAI"  dari TANK LEOPARD
----  ( Berani tanggung  "  Tidak  Bisa Meledak lagi " .......
 
 
 
 
-------Original Message-------

From: ASAHAN
Date: 24.8.2012 19:48:59
To: [email protected];  SASTRA PEMBEBASAN;  SANTRI KIRI;  Salim
Said;  [email protected];  [email protected]; 
[email protected];  Group Diskusi Kita; 
[email protected];  AKSARA SASTRA
Subject: [mimbar-bebas] Re: #sastra-pembebasan# Ini Alasan Komisi I Setujui
Pembelian Tank Leopard
 
  
 
----- Original Message ----- 
From: ASAHAN 
To: [email protected] ; SASTRA PEMBEBASAN ; SANTRI KIRI ; Salim
Said ; [email protected] ; [email protected] ;
[email protected] ; Group Diskusi Kita ;
[email protected] ; AKSARA SASTRA 
Sent: Saturday, August 25, 2012 1:20 PM
Subject: Fw: #sastra-pembebasan# Ini Alasan Komisi I Setujui Pembelian Tank
Leopard


Saya memang pernah bilang bahwa Pemerintah Belanda tidak akan pernah menjual
murah barang bekas (tweede hand) mereka kepada siapapun, apalagi kepada
bekas negeri jajahan mereka seperti Indonesia. Langkah duta besar Indonesia
untuk Belanda yang ingin menemui ketua fraksi Partai Buruh (PVDA) untuk
meloby agar Parlemen Belanda setuju, adalah langkah diplomatik yang salah
dan  hina: sang Duta diltolak dan penjualan tank Leopard tetap tidak
disetujui Parleman Belanda.Tapi alasan Belanda  yang katanya takut kalau
Indonesia akan melanggar HAM dengan tank-tank y\ng maha berat itu, adalah
alasan munafik semata. Contohnya teramat menonjol: soal Munir (salah satu
pelanggaran HAM berat), Pemerintah Belanda diam seribu bahasa, apalagi soal
pelanggaran HAM mahaberat oleh suharto (G30S), Pemerintah Belanda membisu
hinga saat ini. Dan juga harus diingat,  Belanda (1947) menyerang kembali
negara Indonesia yang telah berdiri dan mengumumkan kemerdekaannya pada
tahun 1945, lalu disusul oleh peristiwa kapten Westerling yang membunuhi 40
000 rakyat Sulawesi ,mereka juga diam sejuta bahasa. Dan juga harus dicatat,
pernyerangan Belanda terhadap Indonesia, itu justru dilakukan pada saat
Partai Buruh Belanda sedang berkuasa yang juga Belanda baru dua tahun
sebelumnya dibebaskan dari kungkungan dan penindasan Fasis Jerman Hitler 
yang kemudian Belanda ingin menindas kembali rakyat Indonesia.
Penolakan bertemu dengan duta besar Indonesia tentu dimaksudkan agar  tank
bekas mereka akan dinaikkan lebih tinggi lagi harganya karena merasa
Indonesia sangat butuh dan bernafsu besar.Tapi dua pihak menemui kegagalan:
Belanda menyesal karena kemunafikannya sendiri, ingin mengejar untung
berlipat ganda dengan menjual barang rongsokan. Indonesia menunjukkan
kedunguannya dan kehinaannya dengan maksud menjilat tuan bekas jajahannya
agar dapat barang murah yang sesungguhnya mahal berlipat ganda itu.
Kesimpulan: meskipun sial dan munafik, Belanda tetap saja cerdik sedangkan
Indonesia(pemerintahnya), meskipun besar negerinya (gemuk air) tetap saja
dungu dan sering tertipu.
Tapi beralihnya Indonesia ke Jerman yang katanya tank Jerman lebih murah 
dan baru, sama sekali bukan berita baik untuk rakyat Indonesia. Milyardan
dollar akan dihabiskan untuk membayar tank Leopard Jerman. Untuk apa
tank-tank pembunuh dan penghancur itu dibeli Pemerintah Indonesia? Untuk
manakut-nakuti Malaysia? Mereka tidak akan takut. Paling tidak mereka punya
puluhan ribu TKI di negeri mereka untuk mereka sandra yang membikin semua 
Leopard Indonesia" tidak bisa jalan.
Yang pasti, semua tank-tank yang bergigi baja itu untuk menakut-nakuti
rakyat Indonesia agar tidak berani demonstrasi, tidak berani mendirikan
Partai pelopor mereka sendiri, tidak berani protes yang dianggap berlebihab
dan ekstrim. Dan kalau tidak juga mempan ditakut-takuti, sudah pasti akan
ditembak sungguh-sungguh dan kekejaman terror jaman suharto akan pasti
diulangi.
 
Karnanya sangat benar kalau pembelian tank-tank yang akan menindas rakyat
itu seharusnya ditentang dengan berbagai cara. Rakyat butuh beras dan bahan
bakar dan bukan senjata-senjata yang akan menembaki dan menghanguskan mereka

ASAHAN.
 
 
----- Original Message ----- 
From: GELORA45 
To: GELORA_In 
Sent: Friday, August 24, 2012 4:05 AM
Subject: #sastra-pembebasan# Ini Alasan Komisi I Setujui Pembelian Tank
Leopard


  
Ini Alasan Komisi I Setujui Pembelian Tank Leopard
Penulis : Sandro Gatra | Kamis, 23 Agustus 2012 | 22:20 WIB
militar.org.uaTank Leopard 

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembelian
tank Leopard oleh pemerintah setelah ada perubahan beberapa hal yang sempat
dikritisi Komisi I. Perubahan itu diketahui dalam rapat antara pihak Komisi
I dengan pihak pemerintah pekan lalu.

Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin mengatakan, awalnya para politisi
Komisi I termasuk dirinya menolak rencana pembelian tank Leopard bekas dari
Belanda lantaran berat tank mencapai 64 ton. Tank itu dinilai tak cocok
dengan kondisi geografis di Indonesia. Selain itu, harga jual terlalu mahal
untuk tank bekas, yakni 2,5 juta euro per unit.

Alasan lain, kata Tubagus, tidak ada transfer teknologi kepada BUMN di
Indonesia seperti PT Pindad. Kemudian, tambah dia, berdasarkan penjelasan
yang diterima Komisi I, pemerintah akhirnya akan membeli tank baru dari
Jerman dengan harga antara 700 ribu euro sampai 1,5 juta euro atau
tergantung persenjataan yang dipasang.

Selain itu, tambah politisi PDI Perjuangan itu, pembelian murni antar negara
dan tidak melibatkan makelar atau pihak ketiga. Hal lain, berat tank disebut
hanya 40 ton atau medium tank.

"Karena langsung dari pabrik, maka melibatkan BUMN seperti PT Pindad dalam
TOT (transfer of technology). Dengan informasi seperti itu, maka Komisi I
menganggap sudah tidak ada masalah lagi dengan rencana pembelian tank
Leopard. Tapi perlu dikonfirmasi langsung lagi dengan Kemenhan atau TNI,"
kata Tubagus melalui pesan singkat, Kamis (23/8/2012). 

Editor :
I Made Asdhiana

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke