Ref: Pusat NKRI dengan dibiayai 70% dari APBN harus dipakai secepat mungkin, 
kalau tidak bisa habis dimakan rayap.

http://www.antaranews.com/berita/330489/pemerintah-harus-percepat-proyek-tol-trans-jawa

Pemerintah harus percepat proyek tol trans Jawa
Jumat, 31 Agustus 2012 16:09 WIB | 

 
Ilustrasi. Jalan tol. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)


Jakarta (ANTARA News) - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh 
Indonesia (Gapmmi) meminta pemerintah mempercepat pembangunan jalan tol 
trans-Jawa.

Langkah itu diperlukan untuk memperlancar distribusi barang sehingga biaya tak 
terduga yang dikeluarkan produsen dalam negeri bisa berkurang, kata Ketua Umum 
GAPMMI, Adhi S. Lukman, di Jakarta, Jumat. 

Saat ini, kata dia, untuk mengangkut barang dari Jakarta ke Surabaya 
menggunakan truk paling cepat waktu tempuhnya 36 jam. Jika jalan tol trans-Jawa 
dirampungkan, waktu tempuh itu bisa menjadi 24 jam. 

Kehadiran jalan tol, menurut Adhi, dapat menurunkan biaya transportasi domestik 
secara signifikan karena tarif layanan logistik sangat tergantung pada biaya 
transportasi, seperti BBM dan suku cadang, yang menghabiskan 60--70 persen dari 
total biaya.

"Ini belum termasuk biaya-biaya ekstra yang selama ini harus dikeluarkan. 
Seandainya melalui jalan-jalan arteri, baik itu pungutan liar maupun kondisi 
jalan yang rusak, membuat pengiriman barang bakal terlambat," paparnya.

Apabila truk cepat sampai, lanjut Adhi, akan lebih produktif karena angkutan 
barang yang semula dalam satu bulan hanya melayani 10 kali. Dengan adanya jalan 
tol, bisa 15 kali.

"Bila dikonversikan ke biaya produksi akan lebih murah. Jasa logistik terkadang 
harus melalui beberapa daerah sebelum sampai ke tujuan," ujarnya.

Adhi menambahkan regulasi sendiri ada beberapa kategori resmi, tetapi terkadang 
masih ditemui tumpang tindih, sedangkan yang membuat biaya tinggi adalah 
regulasi yang tidak resmi.

"Ruas pantura Jawa yang menjadi jalur utama distribusi barang di Jawa terus 
mengalami kerusakan. Pengusaha logistik adalah pihak yang ikut merasakan dampak 
kerusakan infrastruktur jalan tersebut, padahal distribusi barang dan jasa 
sangat tergantung pada fasilitas infrastruktur yang lengkap dan memadai," 
katanya menandaskan.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke