Ref: Kalau tidak diperintahkan tidak diselidiki?  hehehe

http://www.antaranews.com/berita/330504/presiden-perintahkan-polri-selidiki-penembakan-di-solo

Presiden perintahkan Polri selidiki penembakan di Solo
Jumat, 31 Agustus 2012 17:04 WIB | 1365 Views

 
Dokumen foto polisi memeriksa lokasi penembakan Pos Polisi Singosaren Plaza, 
Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8) malam. (ANTARA/Andika Betha)

  "Saya sendiri juga heran ada gejala apa ini?" 

Jakarta  (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kepala 
Kepolisian Negara RI (Kapolri) segera menindaklanjuti peristiwa penembakan atas 
anggotanya di Solo agar kasus tersebut dapat segera diungkap dan dituntaskan.

Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, kepada wartawan di Kompleks Istana 
Presiden Jakarta, Jumat mengatakan bahwa Kepala Negara telah mendengar 
informasi tersebut, dan segera meminta ada penyelidikan dan penyidikan yang 
dilakukan aparat penegak hukum.

"Presiden telah mendengar dan menerima informasi kasus penembakan oleh orang 
tidak dikenal di Kota Solo itu semalam, dan telah diinstruksikan kepada Kapolri 
dan jajaran kepolisian untuk menindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan 
terhadap orang tidak dikenal yang melakukan penembakan di Solo itu," kata 
Julian.

Ia mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap 
pelaku penembakan sehingga dalam waktu dekat bisa segera disampaikan kepada 
publik mengenai latar belakang aksi penembakan itu.

"Kita tahu bahwa beberapa kali terakhir ada kasus penembakan, pelemparan 
granat, dan aksi yang diklasifikasikan bisa meresahkan masyarakat di sana, 
tentu pihak Kepolisian diminta untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di 
Kota Solo," katanya.

Julian juga mengatakan, bila pihak kepolisian memerlukan unsur-unsur aparat 
penegak hukum lainnya, tentunya baik TNI maupun kalangan intelijen akan 
memberikan bantuannya.

"Kalau dianggap diperlukan, misalnya TNI, tentu dalam hal ini kepolisian 
ataupun TNI dan juga tentu intelijen akan bekerja lebih aktif intens untuk bisa 
paling tidak kasus-kasus tidak terjadi lagi di Solo," katanya.

Saat ini, motif gangguan terhadap ketentraman masyarakat di Kota Solo belum 
diketahui, namun demikian bila pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan 
dan penyidikan maka akan disampaikan informasi tersebut kepada masyarakat. 

Julian juga mengatakan dari keterangan pihak kepolisian hingga saat ini belum 
ada indikasi keterkaitan antara peristiwa di Solo dengan pelaksanaan pemilihan 
kepala daerah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, karena Wali Kota Solo, 
Joko Widodo (Jokowi), menjadi salah seorang calon gubernur ibukota RI.

Joko Widodo di Balai Kota Solo mengatakan, motif penembakan di Solo belum jelas.

"Ya adanya kejadian yang beruntun di Solo, dan terakhir pada Kami malam sampai 
meminta korban Bripka Dwi Data Subekti yang meninggal dunia ditembak orang tak 
di kenal. Sampai sekarang belum diketahui motifnya. Ya, apa bila masalah ini 
bisa terungkap dan ada kaitannya dengan Pilgub DKI Jakarta, itu sangat 
terlalu," katanya.

Mengenai masalah terjadinya peristiwa yang beruntun mulai dari teror di Pos 
Penjagaan Polisi di Solo sampai meminta korban jiwa meninggal dunia, kini masih 
terus dilakukan penyelidikan oleh pihak aparat kepolisian.

"Kita tunggu dulu aja dari hasil penyelidikan oleh aparat kepolisian. Ya tolong 
aparat kepolisian diberi waktu untuk melakukan penyelidikan agar bisa 
mengungkap kasus tersebut secara jelas," kata Jokowi.

Ia mengemukakan, hampir tujuh tahun dirinya menjabat Wali Kota Surakarta juga 
tidak pernah ada kejadian apa-apa, tetapi akhir-akhir ini ada masalah tersebut.

"Saya sendiri juga heran ada gejala apa ini? Terus terang, saya belum 
mengetahui ada maksud apa di belakang kejadian ini," katanya.

Menyinggung mengenai situasi Kota Solo setelah adanya penembakan tersebut, 
Jokowi mengatakan, situasinya kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan 
seperti biasa.

"Saya tadi pagi-pagi sudah keliling kota, dan toko-toko di pusat perbelanjaan 
juga sudah buka seperti biasa," ujarnya.

Untuk membantu menciptakan keamanan, ia akan mengaktifkan lagi patroli 
masyarakat (Limas) untuk melakukan patroli di setiap kampung. Di Solo ada 2.000 
lebih Limas, dan ini akan diberdayakan. Sementara ini setiap hari telah 
menurunkan tiga Limas per kelurahan.
(T.P008/E011) 
Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

+++++++

http://www.thejakartaglobe.com/lawandorder/police-officer-gunned-down-in-third-cop-attack-in-solo-this-month/541470?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=jgnewsletter



Police Officer Gunned Down in Third Cop Attack in Solo This Month
Farouk Arnaz & Markus Junianto Sihaloho | August 31, 2012



A police officer was fatally shot Thursday night in the third attack on a Solo 
police station by unknown assailants this month, police said. 

Second Adj. Insp. Dwi Data Subekti was gunned down when two unknown assailants 
opened fire on a police station on Jalan Dr. Rajiman from the back of a 
motorcycle at 9:15 p.m. Thursday. The shooters fled the scene. 

Dwi was rushed to Solo’s PKU Muhammadiyah Hospital for treatment. He was 
pronounced dead upon arrival. 

The officer’s remains have been transferred to Moewardi Solo Hospital for an 
autopsy. 

Police officers swept Solo and surrounding districts immediately after the 
shooting, stopping motorcycles matching the description of the getaway vehicle, 
police said. The officers refused to describe the vehicle used in the shooting. 

“We’re indeed focusing on checking motorcycles, especially those of the same 
type with the one used by the perpetrators,” the police chief of the nearby 
district of Karanganyar, Adj. Sr. Comr. Nazirwan Adji Wibowo, said in 
Karanganyar on Friday.

Police are currently investigating two other recent attacks on police stations 
in Solo. 

On August 17, unknown shooters opened fire on another police station, injuring 
two officers. One day later, a grenade was thrown at a different police 
station. No one was injured in that attack, police said. 

It is unknown who is behind the spate of police attacks, but an investigator 
with the National Police’s anti-terrorism squad Densus 88 who declined to be 
named said it was likely the work of a terrorist organization. 

“We’re currently concentrating on investigating terrorist network operating in 
Solo,” he said.

Radical terrorist organizations have historically attacked police officers in 
Indonesia for following laws they consider counter to Shariah law. 

Jakarta gubernatorial candidate and Solo Mayor Joko “Jokowi” Widodo cancelled 
campaign appearances in Jakarta to address the inciden 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke