Ref: Kalau Syiah yang seiman tetapi beda aliran dinyatakan sesat oleh MUI, jadi sesuai pernyataan ini maka agama-agama yang lebih sesat lagi sebab bukan seiman. Lambat atau cepat mereka yang sesat ini akan menjadi korban kesesatan untuk dimusnahkan. Pemusnahan ini sudah dilakukan menghabis kaum Nasrani di Sulawesi dan Maluku beberapa waktu lalu, besok lusa akan tentu tiba waktunya untuk diteruskan, apalagi disirarkan oleh golongan tertentu bahwa kaum Nasrani tidak mempunyai andil dalam mendirikan NKRI. Bila demikian halnuya maka tentu sekali NKRI tidak berkewajiban untuk melindungi mereka yang tidak punya andil dan bukan seiman.
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/08/31/344789/284/1/MUI-Tegaskan-Aliran-Syiah-Tajul-Muluk-sebagai-Aliran-Sesat MUI Tegaskan Aliran Syiah Tajul Muluk sebagai Aliran Sesat Penulis : Hafizd Mukti Jumat, 31 Agustus 2012 23:50 WIB REUTERS/Sigit Pamungkas/zn SAMPANG--MICOM: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, Jawa Timur, menegaskan ajaran Syiah yaang dibawa oleh Tajul Muluk adalah aliran sesat. Ajaran yang dibawa oleh Tajul Muluk dianggap memenuhi 10 fatwa MUI tentang kepercayaan yang sesat. "Ada 10 fatwa MUI tentang aliran sesat, masuk semua sama ajaran Tajul," ujar Ketua MUI Sampang Achmad Buchori Ma'sum di Pendopo Kantor Bupati Sampang, Madura, Kamis (30/8). Buchori menjelaskan, kesesatan aliran Tajul antara lain perbedaan akidah yang tidak mengikuti Alquran dan As Sunnah, termasuk kalimat syahadat yang berbeda. Selain itu, Syiah Tajul meyakini adanya wahyu yang turun sesudah Alquran dan mengingkari auntentifikasi kebenaran Alquran. "Tajul kan sudah terbukti di persidangan membawa dan menyebarkan alisan sesat, itu sudah jelas. Sunni sudah benar di sini, yang lain harus ditutup. Tajul ini ibarat kanker. Daripada menyebar ke yang lain lebih baik dipotong," katanya. Buchori membantah ada motif pertarungan pengaruh kiai di Sampang termasuk hilangnya penghasilan. "Hal itu tidak ada hubungannya, kiai tidak takut kehilangan kerjaan. Tidak pula ada kewajiban bagi warga untuk membayar kiai yang hadir dalam acara-acara," tegas dia. Menurut Buchori, beredar informasi kalau Tajul kerap menggunakan uang untuk menarik massa. Saat ditemui di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sampang, Tajul Muluk membantah tudingan menggunakan uang untuk menarik santri. "Uang dari mana? Anda bisa lihat rumah saya seperti apa, saya seperti ini saja. Tuduhan kalau Alquran saya berbeda tidak terbukti. Syahadat saya sama dengan yang lain, puasa sama, naik haji pun sama," ujar Tajul. Tajul mengajukan banding atas vonis 2 tahun atas pasal penistaan agama yag dijatuhkan pada 12 Juli di Pengadilan Negeri Sampang, Jawa Timur. "Saya benar-benar di dzalimi. Ini pembunuhan karakter," singkatnya. (Pit/MG/OL-04) +++++ http://www.mediaindonesia.com/read/2012/08/08/344771/284/1/Waduh-Sikap-Intoleransi-Punya-Payung-Hukum Waduh, Sikap Intoleransi Punya Payung Hukum Penulis : Vini Mariyane Rosya Jumat, 31 Agustus 2012 21:49 WIB ANTARA/ Dhoni Setiawan/zn a.. JAKARTA--MICOM: Sikap intoleransi terhadap kaum minoritas dianggap dipelihara oleh produk perundang-undangan yang tidak netral dan mendukung kebebasan beragama. Ketua LBH Jakarta Febi Yonesta di Jakarta, Jumat (31/8) mencontohkan UU Nomor 1/Pnps/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama Terhadap Undang Undang Dasar 1945 menjadi legitimasi penyerangan terhadap kaum Syiah di Sampang, Jawa Timur. "Putusan PN Sampang yang memvonis ajaran Tajul Muluk seorang pemimpin kelompok Syiah di Sampang sebagai ajaran sesat menjadi alasan penyerangan terhadap kelompok Syiah. Ini contoh nyata keputusan yang diambil pemerintah dan peradilan berbuntut lebih buruk," papar Yonesta. Ironisnya, lanjut Yonesta, kasus tersebut terjadi tak lama setelah Indonesia menerima rekomendasi dari Dewan HAM PBB untuk menghapus segala bentuk intoleransi terhadap kaum minoritas. "Belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk menjalani rekomendasi dalam rapat Universal Periodic Review tersebut, kasus Sampang justru muncul. Ini lagi-lagi bukti kegagalan pemerintah dalam bidang HAM," tandasnya. Mantan Ketua LBH Jakarta Nurkholis Hidayat berharap LBH Jakarta akan semakin mengukuhkan diri sebagai rumah bagi kelompok minoritas. LBH Jakarta harus dapat menjadi tempat yang aman korban intoleransi. "Kalau dulu masa demokrasi terkukung, LBH menjadi rumah bagi aktivis yang melawan rezim Soeharto, sekarang LBH harus menjadi lokomotif pluralisme menjadi rumah bagi kaum minoritas yang tertindas, kebebasan beragama, dan berkeyakinan," ungkap Nurkholis Nurkholis mengakui, dalam lima tahun terakhir jumlah kasus intoleransi terhadap kelompok minoritas termasuk sedikit, namun kasus-kasus yang ada berbahaya bagi keutuhan NKRI. "Ditambah lagi dengan ketidaktegasan pemerintah yang akhirnya justru meningkatkan frekwensi intoleransi terhadap kaum minoritas," sesalnya. (Vni/OL-04) [Non-text portions of this message have been removed]
