Ref: Peraturan rezim neo-Mojopahit harus diperinci dan pertegas seperti 
dikatanan  bahwa “Umat Islam harus jadikan Syiah musuh” ( 
http://www.hidayatullah.com/read/24540/31/08/2012/umat-islam-harus-jadikan-syiah-musuh-bersama.html).
 Alternatif terbaik ialah NKRI ditamatkan riwayatnya, karena selama ini tidak 
membawa faedah kepada rakyat di kepulaun Nusantara, harta kekayaan alamnya 
dirampok untuk kepentingan klik neo-Mojopahit dan konco-konco kaum elitnya. Ada 
pendapat yang lebih baik dan berguna?

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/01/173426870/Relawan-Diusir-Dari-Pengungsian-Syiah-Madura





Seorang warga Syiah korban konflik SARA menangis di pengungsian Gedung Olah 
Raga,Sampang, Madura, Senin, (8/27). TEMPO/Fully Syafi

Foto Terkait
 
Anak-anak dan Lansia Ikut jadi Korban Penyerangan Syiah di Sampang

Sabtu, 01 September 2012 | 17:28 WIB
Relawan Diusir Dari Pengungsian Syiah, Madura
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Sampang -Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan 
(kontras) menyayangkan pengusiran relawan dari gedung olah raga Sampang oleh 
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sampang, Madura, Jawa 
Timur, Sabtu, 1 September 2012. "Mestinya pemkab Sampang bekerja sama dengan 
relawan mengurusi kebutuhan pengungsi syiah, bukan mengusir," kata Koordinator 
Kontras Surabaya, Andi Irfan kepada Tempo.

Menurut Andi, sejak hari pertama warga syiah di pengungsian, tidak banyak 
bantuan yang diberikan pemerintah Sampang kepada pengungsi syiah. Sementara 
kebutuhan, seperti susu bayi, pakaian, air meniral dan lainnya kebanyakan 
disumbang masyarakat. "Pemerintah mestinya tidak bersikap tertutup," katanya.

Selain melarang relawan, Andi melanjutkan, pengungsi syiah dilarang menerima 
tamu di dalam GOR. "Bantuan untuk pengungsi juga harus mendapat izin sekarang, 
sebelumnya tidak," ujarnya.

Aksi pengusiran tersebut terjadi Sabtu siang pukul 12.00, Kepala Dinas Sosial 
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sampang Malik Amrullah meminta relawan dan 
wartawan yang tengah berada dalam GOR keluar dengan alasan mengangu pengungsi. 
Sejumlah wartawan dan relawan menolak. Kericuhan pun terjadi. "Pokoknya relawan 
dan wartawan tidak boleh di dalam titik," kata Malik.

Pantauan di lapangan, relawan dan wartawan tidak menghiraukan larangan itu. 
"Wartawan dan relawan masih di dalam, saya wawancara tidak ada yang larang," 
kata Kamal, salah satu jurnalis televisi nasional. 

MUSTHOFA BISRI

+++++

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/01/173426855/Dua-Tokoh-Besar-Syiah-Aceh

Sabtu, 01 September 2012 | 15:52 WIB
Dua Tokoh Besar Syiah Aceh  
Besar Kecil Normal 

TEMPO.CO, Jakarta -Dua aliran Syiah dan Sunni atau Ahlulsunnah berebut pengaruh 
sejak pertama kali masuk Indonesia melalui Aceh. Sejumlah tokoh besar lahir 
dari dua aliran yang kemudian berebut pengaruh itu. Profesor Hasjmy, dalam buku 
Syiah dan Ahlulsunnah, menyebutkan tokoh besar itu antara lain Hamzah Fansury 
dan Syamsuddin Sumatrany yang beraliran syiah. Tokoh ''lawan'' aliran mereka 
adalah Syek Nuruddin Ar Raniry serta Syekh Abdur Rauf Syiah Kuala yang 
ahlulsunnah. 

Siapa dua tokoh Syiah ini? 

Hamzah Fansury
Professor Syed Muhammad Naguib Al-Attas dalam buku The Mysticsm of Hamzah 
Fansury menyebutkan tokoh syiah ini lahir di Barus, Aceh, walau tak ada bukti 
kuat mengenai lokasi kelahirannya. Ia hidup pada masa pemerintahan Sulthan 
Alaiddin Riayat Syah IV Saiyidil Mukammil (997-1011 Hijriah/1589-1604). 

Dari sebuah syairnya, Hamzah dipercaya berasal dari Fansur, sebuah kampung 
dekat kota Singkel. Pada masanya daerah ini merupakan ‘pusat kegiatan ilmu’ di 
Aceh bagian selatan. Dia dikatakan sebagai pengikut thariqat Saiyid Abdul Kadir 
Jailani. 

Hamzah belajar di Aceh dan mengembara ke Jawa, Malaya, India, Persia, Arabia 
dan sejumlah wilayah lainnya. Dia ahli bahasa Melayu, Jawa, Urdu, Persia, Arab 
dan bahasa Aceh tentunya. Ahli filsafat, tasauwuf, manthiq, sejarah, fiqh, 
serta ahli lainnya. Karyanya antara lain: Asraarul Arifin Fi Bayani Ilmia Suluk 
Wat Tauhid, Syarabul Asyiqin, Al Muntahi, dan Ruba’i Hamzah Fansury, Syair 
Burung Unggas.

Syamsuddin Sumatrany
Dia merupakan murid Hamzah Fansury yang berasal dari Samudra-Pase. Lahir di 
lingkungan ulama dia memiliki nama lengkap Syamsuddin bin Abdullah Sumatrany. 
Ia pernah belajar kepada Pangeran Bonang di Jawa. Ia menguasai sejumlah bahasa 
seperti Hamzah dan pernah menjabat sebagai orang kedua dalam kerajaan atau 
Qadli Malikul Adil di Aceh Darussalam. Kalau Hamzah ahli sastra sebagai penyair 
sufi, Syamsuddin mengatasi gurunya di bidang politik dan kenegarawanan. 

Kehabatan Syamsuddin bahkan diakui musuh pahamnya, Syekh Nuruddin Raniry. 
Karyanya yang berbahasa Melayu (jawi) atau bahasa Arab cukup banyak, setidaknya 
ada 16 karya besar antara lain Miratul Mukminin, Jauharul Haqaiq, Risalatul 
Baiyin Mudahadlatil Muwahhidin ‘Alal Mulhidi fi Zikrillah dan Kitabul Harakah. 

PURWANTO

Berita Terkait:
Liputan Khusus Syiah di Indonesia
''Piagam'' Kesepakatan Syiah - Sunni
Siapa Syiah, Siapa Sunni
Mengenal 4 Kelompok dalam Syiah
Persamaan dan Perbedaan Sunni-Syiah
Foto Anak dan Lansia Korban Penyerangan di Sampan
Pandangan Profesor Asal Iran soal Sunni-Syiah
Asal Muasal Perpisahan Syiah dari Sunni






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke