Investasi China di Indonesia Perlu Waktu

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Sejumlah eksekutif dari perusahaan China berdiskusi dengan Redaksi Kompas di 
Jakarta, Rabu (20/4). Eksekutif perusahaan milik negara dan swasta China 
tersebut menyatakan tetap berkomitmen menanamkan modal di Indonesia di sejumlah 
sektor.
JAKARTA, KOMPAS.com - Investasi asing langsung dari China ke Indonesia memang 
belum terlalu banyak. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, investasi ini akan 
semakin mengalir.

”Untuk saat ini, nilai investasi China memang tidak begitu besar. Tetapi, 
jangan khawatir, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, jumlahnya pasti akan 
meningkat,” ujar Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao di Jakarta, 
Selasa (14/8).

Menurut dia, perusahaan-perusahaan di China baru mulai berekspansi dalam 10 
tahun terakhir ini, jauh lebih lambat dibandingkan perusahaan dari negara lain 
yang sudah berekspansi bisnis selama puluhan tahun. Ia mengambil contoh, 
perusahaan pemasok perangkat telekomunikasi Huawei, 10 tahun lalu masih sangat 
kecil, baru belakangan berkembang dan berekspansi hingga ke luar negeri.

Alasan lain, perusahaan China juga masih menggarap pasar domestik yang sangat 
besar. Perkembangan ekonomi di China membuat perusahaan giat berinvestasi pada 
bidang infrastruktur, teknologi, dan lainnya.

”Hasilnya, setelah 30 tahun membuka diri, kini jalan tol China terpanjang di 
dunia dan jaringan rel kereta api terbesar nomor dua di dunia. Sekitar 30 tahun 
lalu, mungkin hanya ada satu dari 10.000 keluarga yang memiliki telepon, 
sekarang semua orang memiliki telepon,” katanya.

Investasi juga merupakan keputusan jangka panjang. Untuk memutuskan 
berinvestasi di sebuah negara, diperlukan pengetahuan yang lengkap mengenai 
pasar, kebudayaan, dan peraturan setempat.

”Untuk mendapatkan kepercayaan perlu waktu lama. Hubungan diplomatik kedua 
negara baru berjalan kembali selama 22 tahun. Perlu waktu untuk benar- benar 
memahami pasar. Baru bisa berinvestasi,” kata Liu.

Menurut Liu, keadaan ini sangat mirip dengan 30 tahun lalu ketika China baru 
mulai membuka diri. Ketika itu, perusahaan asing berhati-hati sekali untuk 
masuk ke China. Lama-kelamaan setelah kepercayaan bertumbuh, barulah semakin 
banyak perusahaan yang mau berinvestasi ke China.

Duta besar Liu juga mengatakan, dalam menjalankan tugasnya di Jakarta, dia akan 
fokus pada peningkatan perdagangan. (Joe)

Kirim email ke