http://arrahmah.com/read/2012/08/29/22757-pernyataan-sikap-fpi-atas-peristiwa-sampang.html

Pernyataan sikap FPI atas peristiwa Sampang
Bilal

Rabu, 29 Agustus 2012 12:39:14

 
JAKARTA (Arrahmah.com) - Bentrokan yang terjadi antara kaum Muslimin dengan 
sekte sesat Syiah di desa Nangkernang, Sampang, Madura, beberapa waktu lalu, 
Minggu (26/8), memunculkan berbagai tanggapan dan keprihatinan sejumlah pihak. 
Begitupula dengan Ormas Front Pembela Islam (FPI), Imam besar FPI Habib 
Muhammad Rizieq Syihab. Merilis pernyataan sikapnya terkait peristiwa tersebut 
melalui website resminya fpi.or.id,Selasa, (28/8/2012).

Berikut rilis dari Habib Muhammad Rizieq Syihab untuk seluruh Keluarga Besar 
Front Pembela Islam (FPI) :

"KONFLIK BERDARAH Sunni - Syiah tidak boleh terjadi. Sunni harus bisa menahan 
diri dan Syiah harus tahu diri. Artinya, Sunni tidak boleh tunjuk hidung dengan 
 mengkafirkan Syiah, apalagi menggeneralisir bahwa semua Syiah kafir, tapi 
Sunni tetap wajib mengkafirkan aneka pemikiran yang nyata-nyata kafir dari 
siapa pun datangnya, seperti pemikiran bahwa Al-Qur'an ada kekurangan akibat 
tahrif, Jibril as salah membawa risalah kepada Muhammad SAW mestinya untuk yang 
lain, ada umat Islam yang lebih afdhol dari Rasulullah SAW, ada Nabi Baru 
setelah Nabi Muhammad SAW, pengkafiran Muhajirin dan Anshor serta Shahabat 
lainnya yg mengikuti Muhajirin dan Anshor dengan Ihsan, apalagi mempertuhankan 
manusia, dan sebagainya."

Ada pun Syiah, wajib insyaf dan sadar untuk tidak menyebar luaskan ajarannya di 
negeri-negeri Sunni, termasuk Indonesia, baik aqidah mau pun syariah, apalagi 
sikap MENISTAKAN hal-hal yang dimuliakan Sunni, agar tidak memancing konflik. 
Jika Sunni menahan diri dan Syiah tahu diri, maka dialog dengan ilmu dan adab 
dalam berbagai perbedaan Sunni dan Syiah bisa dibangun, sehingga konflik 
berdarah pun bisa dihindarkan.

Waspadalah, Zionis dan Salibis Internasional sedang melakukan program ADU DOMBA 
Sunni dan Syiah di seluruh dunia secara besar-besaran, bahkan ADU DOMBA Sunni 
dengan Sunni, dan Syiah dengan Syiah.

Seluruh Aktivis FPI wajib menjadi benteng Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, 
pecinta sejati Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya serta semua Shahabatnya, tapi 
tidak boleh sembarangan mengkafirkan madzhab-madzhab Islam yang ada dan diakui 
sejak lama oleh Ulama Salaf mau pun Khalaf dengan aneka ragam perbedaannya, 
apalagi melakukan penyerangan secara fisik.

Al-Imam Abul Hasan Al-Asy'ari RA telah menetapkan Kaidah Aqidah Aswaja yaitu : 
Tidak mengkafirkan seorang pun dari Ahli Qiblat hanya karena perbedaan 
Furu'uddin atau Ushul Madzhab, baik dalam Aqidah mau pun Syariah, kecuali dalam 
Ushuluddin (Ushul Islam) baik dalam Aqidah mau pun Syariah. Dan Imam 
Al-Isfarayani RA meletakkan Kaidah Aqidah Aswaja lainnya, yaitu : Memvonis 
Islam terhadap seribu orang kafir dengan satu syubhat LEBIH BAIK daripada 
memvonis Kafir terhadap seorang muslim dengan seribu syubhat.

Ayo, jaga UKHUWWAH ISLAMIYYAH dalam perbedaan Madzhab! Bangun Dialog dengan 
Ilmu dan Adab sesama Madzhab Islam! Jangan saling mengkafirkan, apalagi saling 
menyerang dan membunuh! Stop segala bentuk penistaan terhadap  Rasulullah SAW 
dan Ahlul Baitnya serta para Shahabatnya! Rapatkan barisan dan satukan potensi 
untuk melawan Zionis dan Salibis Internasional! Allahu Akbar !!! "

Jakarta, 10 Syawwal 1433 H – 28 Agustus 2012 M.

Imam Besar Front Pembela Islam

(Habib Muhammad Rizieq Syiha )


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke