http://www.analisadaily.com/news/read/2012/09/03/71886/operasi_vagina_kini_merebak_ke_remaja_putri/
Hari ini Pkl. 07:10 WIB
Operasi Vagina Kini Merebak ke Remaja Putri
OPERASI meremajakan atau mengembalikan ke bentuk vagina seperti masih
perawan kini makin menjadi tren. Tapi hal yang menyedihkan, tren itu bahkan
merebak di kalangan remaja putri.
Dokter-dokter melaporkan anak-anak berumur 11 kini juga melakukan
operasi. "Konsep kecantikan telah diperpanjang, ke mencari alat kelamin yang
benar," ungkap Dr Sachin Dhawan.
Para ahli juga menyebut semakin banyak perempuan muda yang mencari
operasi peremajaan vagina.
Sebelumnya, operasi peremajaan vagina dilakukan para perempuan yang telah
beberapa kali melahirkan melalui vagina atau normal sehingga mengalami
kekenduran. Seperti dilansir dari dailymail.co.uk.
Namun kini operasi vagina lebih bertujuan untuk kosmetik demi
meningkatkan penampilan alat kelamin atau meningkatkan kepuasan seksual. Ini
juga yang menyebabkan tumbuh suburnya vagina designer.
"Ini benar-benar memprihatinkan, karena [tren] benar-benar melanda usia
muda, di usia remaja. Saya mendengar tentang seorang ibu yang putrinya berusia
16 dan 11 tahun ingin mendapatkan penampilan vagina yang lebih baik. Ini tidak
benar," tegas Dr Iglesia, seorang ginekolog di Washington, DC ketika menulis
sebuah editorial di edisi Juni jurnal Obstetrics and Gynecology.
Para kritikus percaya para perempuan mengambil tindakan operasi demi
kesempurnaan fisik yang ideal, dan ahli bedah mengatakan, sebagian besar pasien
telah dipengaruhi oleh pornografi di internet dan industri media.
Pada 2011 lebih 2.140 perempuan di AS menjalani peremajaan vagina, papar
American Society untuk Bedah Plastik Estetis sedangkan International Society of
Aesthetic Plastic Surgeons menempatkan total di hampir 5.200 tahun 2010.
Para ahli mencatat angka itu tidak termasuk prosedur legal yang dilakukan
oleh dokter ahli kandungan. Dan tahun lalu, menurut angka NHS permintaan untuk
bedah kosmetik genital di Inggris naik lima kali lipat selama satu dekade.
"Lebih banyak perempuan hari ini cemas tentang estetika bagian pribadi
mereka. Konsep kecantikan telah diperpanjang dari memiliki pipi yang penuh
hingga memiliki alat kelamin yang benar," kata Dr Sachin Dhawan. (ic/bh)
[Non-text portions of this message have been removed]