Orang Kaya Masih Dapat Subsidi Listrik Rp 400/Kwh
Rista Rama Dhany - detikfinance 
Minggu, 19/08/2012 17:58 WIB

Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pemerintah tahun depan mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan Tarif 
Tenaga Listrik (TTL) sekitar 10% dengan dicicil tiap 3 bulan. Ini dilakukan, 
karena orang kaya masih menikmati subsidi listrik Rp 350-400 per kWh.

Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kediamannya, 
Kompleks Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (19/8/2012).

"Saat ini, dengan tarif listrik saat ini, negara masih mensubsidi semua 
golongan termasuk orang kaya Rp 400 per kwh. Artinya dari harga jual listrik 
dengan investasi membangkitkan listrik, masih selisih Rp 400 per kWh," ujar 
Hatta.

Dikatakan Hatta, dengan kenaikan tarif listrik ini juga untuk memperbaiki 
manajemen harga listrik. Tarif listrik naik, maka subsidi listrik dalam APBN 
akan berkurang, selain itu juga meningkatkan kemampuan PLN dan pembangkit 
listrik swasta memproduksi listrik.

"Pasalnya, dengan selisih harga listrik saat ini, terlampau jauh dari nilai 
investasi yang dikeluarkan dengan tarif listrik sekarang," katanya.

Selain itu dengan naiknya tarif listrik, kata Hatta, angka elektrifikasi 
listrik juga akan meningkat dari saat ini sekitar 70%.

"Dengan tarif listrik dinaikkan, timbul rangsangan PLN dan IPP (pembangkit 
listrik milik swasta) untuk memproduksi listrik dan berefek pada peningkatan 
elektrifikasi," ucapnya.

Namun harapan Hatta, tarif listrik yang naik 10% dalam setahun yang diusulkan 
tersebut walau untuk semua golongan, namun masih dibedakan lagi untuk golongan 
bawah dan menengah/atas.

"Jadi naiknya tarid listrik ini tidak memberatkan golongan bawah, mengurangi 
subsidi golongan menengah dan menghapus subsidi listrik untuk golongan atas, di 
mana usulan kita rata-rata kenaikan sekitar 10% tahun depan," jelasnya.

Dengan pengurangan subsidi listrik tersebut, ujar Hatta, penghematannya bisa 
dialihkan untuk belanja modal yang diharapkan dapat mencapai Rp 200 triliun.

"Ini agar APBN 2013 kita berkualitas, belanja modal untuk meningkatkan 
kemampuan infrastruktur negeri ini, tidak mungkin jika investasi terus tumbuh 
namun infrastrukturnya tersendat," katanya.

Apalagi kata Hatta, pembangunan infrastruktur nantinya seperti pelabuhan, 
jalan, bandara, dan lainnya tidak lagi berasal dari APBN, tetapi bisa juga 
dibiayai langsung oleh BUMN.

"BUMN nantinya punya peranan besar dalam pembangunan infrasturktur, karena 
tahun depan setiap pembangunan bandara, pelabuhan dan jalan tidak harus 
menggunakan uang APBN, bisa cukup dari BUMN bahkan BUMN bisa juga menggandeng 
swasta, jadi investasi BUMN masuk, swasta juga masuk," tegasnya.



(rrd/dnl)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke