http://www.suarapembaruan.com/nasional/tidak-layak-konsumsi-warga-tolak-raskin/23642
Tidak Layak Konsumsi, Warga Tolak Raskin Senin, 20 Agustus 2012 | 12:05 Sejumlah warga membawa beras raskin. [google][DENPASAR] Masyarakat Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali menolak jatah beras untuk warga masyarakat kurang mampu (raskin) akibat mutunya yang sangat buruk. Beras yang dibagikan tidak layak konsumsi dan kodisinya sudah remuk disertai ada kutunya. “Selain warga kami, hal serupa juga dilakukan warga pada salah satu banjar di Kelurahan Seririt, Kecamatan Seririt sebelumnya juga melakukan tindakan yang sama, karena beras yang diberikan tidak layak dikonsumsi,” ujar Kepala Desa (Perbekel) Bengkala, Made Astika, Senin (20/8). Astika mengatakan, beras yang diberikan Bulog kualitasnya jauh dari beras biasa termasuk kondisinya remuk dan berkutu sehingga tidak layak dikonsumsi oleh warga teritama yang menerimanya. Sementara rumah tangga sasaran penerima beras miskin di desa Bengkala sebanyak 130 kepala keluarga (KK) sehinggaharus menunda penerimaan beras sebanyak dua ton lebih. Made Astika menambakan, pihaknya sudah menyamikan persoalan tersebut dan Bulog telah berjanji untuk mengganti beras untuk jatah raskin dalam waktu dekat ini. Karena, beras bagi masyarakat kurang mampu itu sangat dibutuhkan untuk keperluan hari Raya Galungan dan Kuningan, hari raya besar umat Hindu yang tinggal satu pekan lagi. Sementara itu Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setkab Buleleng, Gede Gunawan AP mengaku, telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mengganti beras dimaksud sesuai standar. Badan Urusan Logistik (Bulog) harus mengganti beras untuk rakyat miskin atau raskin rusak yang dikeluhkan warga tersebut dengan beras berkualitas lebih baik. Menurut dia, pihak Bulog mengeluarkan stok raskinnya dari gudang di Tangguwisia yang kualitasnya lebih baik untuk disalurkan kepada penerima manfaat di RT 04 Lingkungan I Kelurahan Seririt. "Ada 15 sak, masing-masing sak berisi 15 kilogram yang didistribusikan Bulog ke Seririt," kata Gunawan. Gynawan mengakui bahwa raskin yang dibagikan kepada warga Seririt seperti diberitakan beberapa waktu lalu kualitasnya buruk. Menurut dia, buruknya kualitas beras tersebut sebagai dampak dari tingginya tingkat kelembaban di gudang.[137] [Non-text portions of this message have been removed]
