Mendagri Bantah Pilkada DKI Berbau SARA
Kamis, 23 Agustus 2012 | 15:07

Gamawan Fauzi [google][JAKARTA] Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membantah 
bahwa Pilkada DKI kental diwarnai oleh isu berbau suku, agama, ras, dan 
antargolongan (SARA).

“Saya kira belum masuk ke SARA, bahwa masing-masing ingin memenangkan 
silahkan,” katanya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8).

Gamawan pun menilai, setiap kandidat pasti memiliki strategi masing-masing 
untuk merebut suara masyarakat DKI. Di mana, hal itu merupakan hal yang wajar. 
“Saya kira masing-masing calon tentu memaksimalkan kampanyenya,” tukasnya. 

Tambah dia, isu SARA itu sudah selesai dibahas beberapa waktu lalu. Sehingga, 
dirinya yakin bahwa Pilkada DKI putaran ke-2 yang akan berlangsung Kamis, 20 
September mendatang akan berjalan lancar dan aman. 

Sementara, Gamawan yang baru saja dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
mengaku pemanggilan itu tidak terkait langsung dengan Pilkada DKI. “Saya 
dipanggil untuk evaluasi secara umum, Pilkada 2013 apa saja, 2014 apa saja, 
bagaimana suasana, termasuk yang diberhentikan, nonaktifkan,” klaimnya.

Seperti diketahui, dalam Pilkada DKI antara pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi 
Ramli (Nara) dan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Purnama (Ahok) ini berbagai isu 
SARA seperti yang tertuang dalam spanduk, ceramah, hingga video ancaman 
berjudul 'Koboy Jakarta Pimpin Jakarta' terhadap etnis keturunan Tionghoa agar 
tidak menggunakan hak pilihnya menjadi perbincangan hangat belakangan ini. 
[O-2] 



Kaitkan Musibah Kebakaran dengan Pilkada

Foke: Itu Tindakan Tidak Manusiawi
Kamis, 23 Agustus 2012 | 20:38

Fauzi Bowo [google][JAKARTA] Bukannya meminta maaf kepada publik atau 
saingannya, Gubernur DKI Jakarta sekaligus calon incumbent, Fauzi Bowo malah 
menuding orang yang mengaitkan musibah kebakaran dengan Pilkada DKI Jakarta 
sebagai tindakan tidak manusiawi.

"Mengaitkan musibah kebakaran dengan Pilkada DKI merupakan tindakan yang sangat 
tidak manusiawi," kata Fauzi Bowo kepada wartawan usai halal bihalal bersama 
PNS DKI di Balaikota, Kamis (23/8)

Bahkan, kata Fauzi, tersebar marak pandangan musibah kebakaran yang terjadi 
berada di kantung-kantung suara pasangan Jokowi-Ahok merupakan pandangan yang 
kurang bijak dan tidak masuk akal. "Kalau ada pandangan seperti itu namanya 
pikiran ngeres," ujarnya.

Pernyataan Foke ini sulit dimengerti. Yang mengaitkan musibah kebakaran dengan 
Pilkada DKI Jakarta justru dirinya sendiri. Hal itu terbukti ketika Foke 
menyuruh korban kebakaran untuk pindah ke Solo, jika mereka mendukung Jokowi 
pada Pilkada DKI putaran kedua mendatang. Menurut kesaksian para korban, Fauzi 
berkata, “Kalau lo nyolok (milih) Jokowi, bangun rumah di Solo saja!”

Pernyataan tersebut juga terekam kamera Beritasatu TV yang kemudian diunggah ke 
jejaring sosial Youtube dan akhirnya menimbulkan reaksi dari warga Jakarta.

Dalam video di Youtube dengan judul‘Kunjungi Warga Karet Tengsin (musibah 
kebakaran Foke justru berkampanye), Foke terlihat bertanya kepada warga 
menyoblos pasangan calon siapa di putaran kedua. 

“Sekarang lo nyolok siapa? Kalau nyolok Jokowi mending mahbangun di Solo aja 
sono,” kata Foke dengan gayanya yang ceplas-ceplos saat kunjungannya ke lokasi 
pengungsian korban kebakaran Karet Tengsin pekan lalu. 

Tunggu Penyelidikan

Fauzi mengungkapkan, Pemprov DKI hingga saat ini masih menunggu hasil 
penyelidikan polisi terkait musibah kebakaran yang terjadi di Ibukota. "Kami 
tetap berpikir positif dan berupaya membantu para korban kebakaran sambil 
menunggu hasil hasil penyelidikan pihak kepolisian," ungkapnya.

Fauzi mengajak warga menjaga keamanan dan kenyamanan agar pelaksanaan putaran 
kedua nanti berjalan aman dan kondusif. "Saya berharap Jakarta tetap aman dan 
nyaman bagi warga. Mari jaga keamanan dan ketentraman sudah terpelihara sejak 
lama ini," imbaunya.

Ia menuturkan, Pemprov DKI tidak akan lengah menjaga keamanan Kota Jakarta. 
Fauzi mengaku terus berdiskusi bersama Kepala Polri dan Kepala Polda Metro Jaya 
untuk memantau suasana Ibukota.

"Saya masih perlu terus memonitor. Kerukunan umat beragama selama ini berjalan 
baik dan lancar. Tidak ada yang bisa dikomplain soal itu. Jadi tidak ada suatu 
pun kekhawatiran di Jakarta ini," ungkapnya.

Seperti diketahui, telah terjadi sekitar delapan kali peristiwa kebakaran 
selama bulan puasa, yaitu di Pekojan dan Krendang (Tambora), Taman Sari, Karet 
Tengsin, Kalideres, Cideng, Pondok Bambu dan terakhir baru-baru ini di Kapuk 
Muara.

Dari berbagai kebakaran tersebut, berbagai pihak dari dua pasangan calon 
gubernur dan wakil gubernur yang lolos putaran kedua berlomba-lomba mendirikan 
posko bantuan dan merebut simpati warga korban kebakaran. [Ant/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke