Ketua DPR: Aliran Syiah Tidak Sesat http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/ketua-dpr-aliran-syiah-tidak-sesat/23894
Senin, 27 Agustus 2012 | 14:40 Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie [SP/Hendro Situmorang] [JAKARTA] Ketua DPR RI Marzuki Alie menegaskan, aliran syiah di Indonesia bukan aliran sesat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa aliran ini tidak sesat. Hal itu dikatakan Marzuki Alie di Jakarta, Senin (27/8), menjawab pers terkait kerusuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur. Menurut Marzuki, kalau MUI sudah mengeluarkan fatwa itu tidak sesat, maka persoalan sekarang adalah kenapa masih muncul konflik? Itu pasti sosialisasi keputusan MUI yang masih kurang. “Itu tugas Kementerian Agama dan MUI,”katanya. Kalau pun sosialisasi sudah dilakukan dan masih juga konflik terulang, kata dia, maka pasti ada yang salah di tahapan sosialisasinya. Marzuki juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, jangan ada diskriminasi dan sebagainya. “Kita memahami jumlah personel polisi sangat terbatas. Karena itu, untuk tahun depan akan ditambah 20.000 personel baru Polri. Tetapi kita harap polisi bekerja keras menuntaskan kasus ini,” katanya. PKS Bentuk TPF Sementara itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mencari tahu akar persoalan munculnya konflik tersebut. Apalagi ini adalah konflik kedua, yang dulu sudah diselesaikan. Hal itu dikatakan mantan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid dalam jumla pers di DPR RI, Jakarta, Senin siang. FPKS, kata dia, sangat menyesal munculnya kasus ini untuk kedua kali. “Kami sangat prihatin dan berbelasungkawa dengan tragedi Sampang ini. Ini sangat disesalkan karena terjadi untuk kedua kalinya. Kami mengecam munculnya konflik antar warga,”katanya. Hidayat juga meminta tokoh-tokoh masyarakat, ormas keagamaan, dan partai politik untuk mengajak masyarakat menghindari konflik. Dia juga meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dengan adil dan tidak mencari kambing hitam. [L-8] [Non-text portions of this message have been removed]
