Ref:  Maklumlah Marcuki Ali, ketua DPR ( Dewan Penipu Rakyat) adalah pembohong 
besar, karena  sobatnya Menteri Agama telah mengatakan  bahwa : “pemerintah 
sejauh ini menganggap Syiah bukan bagian dari Islam. Dasarnya, menurut dia, 
Surat Keputusan Bersama Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Agama. Ia juga 
mengatakan Rapat Kerja Nasional MUI 1984 merekomendasikan umat Islam agar 
waspada terhadap paham Syiah” 
(http://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/01/28/sikap-berbahaya-menteri-agama/ 
). 



http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/ketua-dpr-aliran-syiah-tidak-sesat/23894

Ketua DPR: Aliran Syiah Tidak Sesat
Senin, 27 Agustus 2012 | 14:40
 Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie [SP/Hendro Situmorang] 
[JAKARTA] Ketua DPR RI Marzuki Alie menegaskan, aliran syiah di Indonesia bukan 
aliran sesat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa 
aliran ini  tidak sesat. 

Hal itu dikatakan Marzuki Alie  di Jakarta, Senin (27/8), menjawab pers terkait 
kerusuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur. 

Menurut Marzuki, kalau MUI sudah mengeluarkan fatwa itu tidak sesat,  maka 
persoalan sekarang adalah kenapa masih muncul konflik?  Itu pasti sosialisasi 
keputusan MUI yang masih kurang.  

“Itu tugas Kementerian Agama dan MUI,” katanya. Kalau pun sosialisasi sudah 
dilakukan dan masih juga konflik terulang, kata dia, maka pasti ada yang salah 
di tahapan sosialisasinya. 

Marzuki juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, 
jangan ada diskriminasi dan sebagainya.  “Kita memahami jumlah personel polisi 
sangat terbatas.  Karena itu, untuk tahun depan akan ditambah 20.000 personel 
baru Polri. Tetapi kita harap polisi bekerja keras menuntaskan kasus ini,” 
katanya. 

PKS Bentuk TPF 

Sementara itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) akan membentuk Tim 
Pencari Fakta (TPF) untuk mencari tahu akar persoalan munculnya konflik 
tersebut. Apalagi ini adalah konflik kedua, yang dulu sudah diselesaikan. Hal 
itu dikatakan mantan 

Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid dalam jumla pers di DPR RI, Jakarta, Senin siang. 
FPKS, kata dia,  sangat menyesal munculnya kasus ini untuk kedua kali.  

“Kami sangat prihatin dan berbelasungkawa dengan tragedi Sampang ini. Ini 
sangat disesalkan karena terjadi untuk kedua kalinya. Kami mengecam munculnya 
konflik antar warga,” katanya. 

Hidayat juga meminta tokoh-tokoh masyarakat, ormas keagamaan, dan partai 
politik untuk mengajak masyarakat menghindari konflik. Dia juga meminta 
kepolisian  untuk mengusut tuntas kasus ini dengan adil dan tidak mencari 
kambing hitam. [L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke