---- DAN MASS HYSTERIA PUN KEMBALI TERJADI ...... ( sebagaiAkibat  dari MASS
UTOPIA - dan MASS STUPIDITY .....) 

 
 
Stultorum infinitus est numerus - (  STUPIDITY is always anormous and
without frontier....) 
-------Original Message-------
 
From: Sunny
Date: 3.9.2012 16:14:12
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [inti-net] 15 Warga Syiah Hilang
 
  
Ref: Apakah hilang dalam hal ini mempunyai arti dibunuh?

http://www.shnews.co/detile-7229-15-warga-syiah-hilang.html

15 Warga Syiah Hilang 
M Bachtiar Nur | Senin, 03 September 2012 - 16:46:04 WIB

Share 

(dok/antara) Pemerintah abai memberikan fasilitas yang layak bagi korban. 
JAKARTA - Sebanyak 15 warga Syiah hingga kini belum ditemukan pascaperistiwa
kekerasan yang menimpa jemaah Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam
dan Dusun Geding Laok, Desa Blu’uran, Sampang, Jawa Timur, 26 Agustus lalu. 

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya
bersama sukarelawan Jaringan Solidaritas Kemanusiaan yang terjun ke lokasi
sejak 28 Agustus untuk proses pencarian dan evakuasi mengungkapkan, selain
belum ditemukannya 15 warga Syiah setempat, peristiwa ini turut
mengakibatkan kerugian materi cukup besar. 

Hasil inventarisasi Kontras Surabaya, tercatat jumlah bangunan yang terbakar
terdapat pada 48 lokasi, dengan rincian pada satu lokasi terdapat satu
bangunan rumah utama, satu bangunan dapur, satu bangunan musala, dan satu
bangunan kandang ternak. 

"Seluruh rumah yang terbakar adalah rumah warga jemaah Syiah yang terletak
di dua desa, yaitu Desa Karang Gayam dan Desa Blu’uran. Seluruh bangunan
yang terbakar adalah rumah milik dari 64 keluarga. Satu unit kerangka motor
yang telah terbakar ditemukan dan dikabarkan puluhan yang lain hilang. Warga
setempat menginformasikan bahwa beberapa ekor ternak (kambing dan sapi) ikut
terbakar dan puluhan yang lain hilang," ujar Kordinator Kontras Jawa
Surabaya, Andy Irfan J melalui rilis yang diterima SH, Minggu (2/9). 

Lebih jauh ia menuturkan, keadaan ratusan warga komunitas Syiah Sampang yang
menjadi korban kekerasan pada 26 agustus 2012 saat ini semakin memburuk. 

Seperti telah diketahui, korban ditempatkan oleh pemerintah di Gedung
Olahraga (GOR) Kabupaten Sampang Sampang dengan fasilitas yang tidak memadai
 Akibatnya, sejumlah pengungsi telah jatuh sakit. 

Muhammad Muadz, koordinator sukarelawan kemanusiaan yang mendampingi korban
di GOR Sampang menyampaikan bahwa saat ini 69 korban telah jatuh sakit. 

Rincian korban sakit terdiri atas 20 dewasa dan 5 anak-anak terdiagnosis
terserang penyakit dermatitis venenata (diduga penyakit ini akibat serangan
serangga tomcat), 5 orang usia lanjut menderita Hipertensi, 16 anak-anak
menderita infeksi saluran napas atas (ispa), 7 anak-anak menderita diare, 3
anak-anak menderita febris (panas selama satu hari dan masih didiagnosis
penyakitnya), 3 anak menderita maag, dan 10 anak terkena klinis anemia. 

Terkait hal ini, Andy menegaskan sejak awal Kontras Surabaya telah
mengingatkan kepada pemerintah agar memberikan fasilitas yang layak bagi
korban. Namun sepertinya pemerintah mengabaikan hal ini. 

"Sebanyak 69 korban yang sebagian besar di antaranya adalah anak-anak telah
jatuh sakit. Hal ini membuktikan bahwa fasilitas di GOS Sampang tidak
memadai dan pemerintah harus memperbaikinya. Tidak adanya dokter yang stand
by, tidak adanya tenaga terapi, sedikitnya paramedis, seringnya pemberian
makan yang terlambat, dan kebersihan yang buruk adalah penyebab utama
puluhan korban telah jatuh sakit. Apabila kondisi GOR Sampang tidak
diperbaiki, sangat mungkin jumlah korban yang sakit akan bertambah," ujar
Andy yang berharap penanganan korban sebaiknya diambil alih pemerintah pusat
karena bupati dan seluruh jajaran Pemkab Sampang dinilai sama sekali tidak
memiliki keseriusan dalam menangani korban. 

Sejumlah tuntutan mendesak terkait penanganan korban di penampungan, menurut
Kontras Surabaya, adalah perbaikan fasilitas kesehatan, air bersih,
kebersihan, dan makanan bagi korban. 

Selain itu, penyediaan fasilitas khusus bagi korban yang tergolong kelompok
rentan, yaitu anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan perempuan, serta
dilibatkannya perwakilan korban untuk merumuskan penanganan dan perlindungan
kepada korban, pengambilalihan penanganan korban oleh pemerintah pusat. 

(Sinar Harapan) 

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke