http://www.antaranews.com/berita/331585/din-kesalahan-fatal-kaitkan-terorisme-dengan-islam

Din: kesalahan fatal kaitkan terorisme dengan Islam 
Kamis, 6 September 2012 23:36 WIB | 1850 Views

 
Din syamsuddin (FOTO ANTARA)

  Itu adalah kesalahan fatal jika mengaitkan terorisme dengan Islam, karena 
setiap agama tidak mengajarkan kekerasan," 

 
Jakarta (ANTARA News) - Ketua PP Muhammadyah Din Syamsuddin menegaskan, 
mengaitkan terorisme yang terjadi di Tanah Air dengan Islam adalah suatu 
kesalahan fatal.

"Itu adalah kesalahan fatal jika mengaitkan terorisme dengan Islam, karena 
setiap agama tidak mengajarkan kekerasan," ujar Din di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, para tokoh agama sudah melakukan tugasnya dengan baik yakni 
melakukan dakwah.

"Sekarang timbul pertanyaan, mengapa terorisme selalu saja muncul di Indonesia. 
Padahal di negara-negara lain sudah tidak ada," kata dia.

Padahal setiap tahun, lanjut dia, pemerintah menganggarkan dana untuk menangani 
persoalan terorisme itu.

Menurut dia, pihak Kepolisian yang telah memiliki data mengenai terorisme di 
Indonesia hendaklah melakukan pembinaan terhadap kelompok yang dituduhkan itu.

Din juga mempertanyakan mengapa tersangka terorisme itu selalu ditembak mati, 
sehingga kesulitan untuk melakukan verifikasi. Dia meminta agar Kepolisian 
bekerja profesional, jangan asal tembak.

"Jujur saya kurang tertarik dengan masalah terorisme. Selesaikan saja 
masalahnya dan jangan dikaitkan dengan agama." ujarnya.

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali menangkap seorang terduga teroris 
kelompok Solo, Jateng pada Rabu (5/9) di Jalan Raya Kalimulya, Perumahan 
Anyelir 2 Blok F2, Depok, Jawa Barat. Tersangka bernama Firman. 

Firman diduga terlibat dalam kasus penembakan Pospam Lebaran, pelemparan 
granat, dan penembakan di pos pol di Solo. 

Sebelumnya, Polisi juga menembak dua teroris lainnya yakni Farhan dan Muchsin 
di Solo. Keduanya diduga sebagai pelaku teror di Solo.
(I025/D011) 
Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke