TOPIC : 
Ingin Buat Solo seperti Ambon dan Poso -  Jumat, 07 September 2012 |
00:41:16 WITA | 

Rupanya TIDAK CUKUP puas  dengan TARIAN POSO-POSO -------- 


 
 
 
-------Original Message-------
 
From: Sunny
Date: 7.9.2012 0:29:55
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [inti-net] Ingin Buat Solo seperti Ambon dan Poso
 
  
REf: Namanya bagi-bagi rejeki, jadi bukan saja di Ambon dan Poso, tetapi
lain tempat juga mendapat bahagian hadiah yang disponsor SBY dan
komplotannya.

http://www.fajar.co
id/read-20120907004116-ingin-buat-solo-seperti-ambon-dan-poso

Jumat, 07 September 2012 | 00:41:16 WITA | 

Ingin Buat Solo seperti Ambon dan Poso 

int 
Ilustrasi 

Berita Terkait:

JAKARTA, FAJAR -- Bayu, anggota kelompok teror Solo, menyampaikan testimoni
lewat rekaman video di Mabes Polri kemarin. Pria yang ditangkap di
Karanganyar, Jawa Tengah, itu meminta maaf kepada warga Solo. 

’’Untuk warga Kota Solo, saya minta maaf sebesar-besarnya atas kelakuan saya
 Saya ucapkan ini dari hati saya terdalam. Saya ikhlas dan tidak ada tekanan
dari aparat polisi. Alhamdulillah, saya sehat-sehat karena ada dampingan
dari pihak polisi dan Tim Pengacara Muslim (TPM),’’ katanya.

Bayu menjelaskan, posisinya dalam kelompok yang berjumlah enam orang itu
adalah surveyor. Dia mengintai beberapa pos polisi yang rencananya dijadikan
sasaran tembak. Bayu mengatakan, mereka sengaja membunuh polisi karena kerap
menangkap dan menganiaya koleganya.

Bayu juga mengungkapkan bagaimana kelompoknya mendapat suntikan dana. Salah
satu di antaranya, merampok toko emas di Pasar Klewer, Solo. Namun, usaha
itu tidak berhasil karena keburu diketahui orang. Sejak itu mereka
memutuskan dana didapat dari patungan.

Bayu bertemu dengan Firman (terduga teroris yang tertangkap di Depok) pada
2011. Setelah kedatangan salah seorang pimpinan dari Jakarta, mereka
menyusun rencana. ’’Pimpinan kami mengupas buku karangan Ustaz Abdurrohman.
Polisi harus dibunuh karena sering menzalimi,’’ tandasnya.

Rencananya, kelompok tersebut ingin membuat Solo seperti Ambon atau Poso.
Mereka berdalih, chaos bisa menegakkan syariat Islam. Pemahaman seperti itu
terus dicekokkan oleh pemimpin yang menurut Bayu tidak diketahui namanya.
Nah, malam Lebaran dipilih menjadi hari eksekusi karena banyak polisi
bertugas.

Setelah Bayu melakukan survei, selanjutnya tugas Farhan, Firman, dan Mukhin
melakukan eksekusi. Pelaku pelempar granat adalah Farhan dan Mukhin.
Sedangkan yang menembaki pos polisi Singosaren adalah Farhan dan Firman.
’’Peran saya sebagai pengintai. Sasaran dan target sudah ditentukan Farhan
’’ jelasnya. (jpnn./sil)

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke