From: Theophilus Bela 
Sent: Tuesday, September 11, 2012 1:21 PM
To:  Dr.Markus Solo SVD ; Dr.Pater Markus Solo SVD ; P. Markus 
Cc: Markus Saragih PGI 
Subject: Undangan "Jakarta Berdoa" bagi Jokowi-Ahok, Rabu, 12 Sept. dan Nasib 
GKI Yasmin ???

Dear all,


bersama ini kami teruskan sebuah undangan yang kami terima dari Bp Pdt. Ir. 
Suyapto Tandyawasesa (Pengurus GBI, PIKI dan FKKJ) untuk menghadiri acara 



                                              JAKARTA BERDOA BAGI JOKOWI-AHOK


                                              PADA HARI RABU, TANGGAL 12 
SEPTEMBER 2012


                                               DARI JAM 10.30 - 14.30 WIB


                                               BERTEMPAT DI : ICC MGK  LANTAI 
10  KEMAYORAN


DENGAN SENANG HATI ANDA SEMUA DIUNDANG MENYAKSIKAN ACARA BESAR INI 



Selanjutnya kami mohon perhatian Anda semua untuk membaca artikel yang ditulis 
Bapak Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina, Jakarta) dengan judul INI 
SOAL TENUN KEBANGSAAN, TITIK ! diharian KOMPAS hari ini, Selasa tanggal 11 
September 2012 dihalaman 6 . "Itulah mestinya Indonesia" demikian komentar 
Bapak Pendeta Dr. Andreas Yewangoe (Ketua Umum PGI) tentang tulisan Pak Anies 
Baswedan tersebut diatas .


Setelah merenungkan tulisan Pak Anies Baswedan diatas lalu silahkan Anda baca 
laporan dibawah ini tentang nasib buruk yang menimpah Gereja GKI Yasmin Bogor 



Terima kasih banyak untuk perhatian dan kerjasama baik dari Anda sekalian


salam hormat


Theophilus Bela
Sekjen Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP)
Ketua umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
Duta Besar Perdamaian (Ambassador For Peace)


kantor :


Graha Bethel, lantai 2
Jalan Ahmad Yani kav. 65
Jakarta Pusat 10510


email : [email protected]
Facebook Theophilus Bela

----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: Sunny <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Senin, 10 September 2012 21:36
Judul: Pemerintah Minta GKI Yasmin Pindah


Ref: Apakah permintaan pindah ini bukan semcam pendahuluan dari solusi model 
Pakistan dan India pada tahun 1947 yang dijalankan oleh rezim pemerintah 
Indonesia? 


http://www.tempo.co/read/news/2012/09/10/078428432/Pemerintah-Minta-GKI-Yasmin-Pindah

Ratusan Jemaat GKI Yasmin saat aksi di depan Istana Negara Jakarta (26/02). 
TEMPO/Amston Probel
 
Aksi Tolak Jaringan Islam Liberal di Bekasi
Senin, 10 September 2012 | 00:10 WIB
Pemerintah Minta GKI Yasmin Pindah
Besar Kecil Normal 
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah tarik ulur selama berbulan-bulan, akhirnya 
Kementerian Dalam Negeri memutuskan gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) 
Yasmin, Bogor, Jawa Barat harus direlokasi. “Ini sebagai solusi terbaik,” kata 
juru bicara Kemendagri, Reydonnyzar Moenek ketika dhubungi Tempo, Ahad, 9 
September 2012.

Menurut Reydonnyzar, pemerintah sudah mempersiapkan lahan pengganti untuk GKI 
Yasmin di Jl. Dr. Semeru, Kabupaten Bogor. “Yang penting, tujuannya semua bisa 
beribadah,” katanya. Pemerintah Kota Bogor bahkan mengalokasikan anggaran 
sampai Rp 10 miliar untuk pembangunan gereja baru umat GKI Yasmin di APBD. “Ini 
titik temu yang menguntungkan semuanya,” kata Reydonnyzar. 

Dia meminta umat GKI Yasmin bersedia menerima keputusan relokasi ini dengan 
lapang dada. “Pemerintah minta kearifan dari semua pihak termasuk dari GKI 
Yasmin,” katanya. Dia mengakui solusi ini bertentangan dengan putusan Mahkamah 
Agung yang memberi tempat pada GKI Yasmin di tempatnya sekarang. Reydonnyzar 
juga menegaskan kasus GKI Yasmin bukanlah penistaan agama atau pelanggaran 
kebebasan beragama. “Ini hanya masalah biasa antara walikota dengan warganya,” 
kata Reydonnyzar enteng. 

Jumat 7 September 2012 lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bertemu dengan 
Walikota Bogor, Majelis Ulama Indonesia, Forkami, FKUB dan perwakilan GKI 
Yasmin. Pada akhir pertemuan, Gamawan memutuskan relokasi adalah solusi masalah 
ini.

Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging tegas menolak keputusan itu. "Ini 
bukan soal lokasi, di mana pun, semahal atau sebagus apa pun lokasi relokasi, 
kami tidak akan menerima,” kata Bona keras. Menurutnya, jika relokasi GKI 
Yasmin dilakukan maka supremasi hukum di Indonesia sudah runtuh. “Akan ada 
pemisahan dan pengkotak-kotakan berdasarkan SARA, ini mengkhianati Bhineka 
Tunggal Ika,” katanya. 

Bona menjelaskan umat GKI Yasmin sebenarnya setuju dengan solusi yang sempat 
dirilis Dewan Ketahanan Nasional (DKN) beberapa waktu lalu, yakni pembangunan 
tempat ibadah agama lain tepat di samping GKI Yasmin. Tapi Bona mengaku tak 
paham, kenapa mendadak muncul keputusan relokasi. 

"Sekarang GKI Yasmin direlokasi, HKBP Filadelfia direlokasi, Ahmadiyah 
direlokasi, Syiah juga direlokasi. Ini negara apa?" kata Bona pedas. 








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke